Wcds rekan-rekan sekalian,
Alkisah setelah teratur membaca milis yang muncul, saya bermaksud mengisi dengan
selingan pengalaman sendiri selama mengikuti Yon-1 maupun setelah itu.. Dalam seri ini
saya susun cerita ringan untuk hal-hal yang betul-betul pertama kali saya alami.
NEMBAK PERTAMA - Bihbul, Juli 1964
Setelah latihan disekitar kampus datanglah hari yang dinantikan setiap siswa ...
latihan nembak di luar kota Bandung. Dengan truk terbuka kami dibawa ke daerah
berbukit sebelah Utara penjara Sukamiskin. Ada 6 truk pinjaman, 5 truk diisi siswa @
30 orang dan 1 truk barang bawaan. Logistik, peralatan dasar, pelatih dan team inti
lainnya telah diberangkatkan sebelumnya. Semua menempati 4 barak yang ada. Rasanya
senang melihat daerah ini karena pemandangan-nya yang baru, ... asyiiik.
Sore dan malam-nya biasa-biasa. Besoknya, ... apel pagi, setelah sarapan, secara
berurutan per Peleton siswa, kami dibawa ke lapangan tembak dibelakang barak,
dilanjutkan dengan briefing oleh pelatih dari Rinsil. Pimpinan latihan adalah Caper
Sentot (calon perwira dengan pangkat satu bintang putih-perak berlubang!) yang
ditugaskan oleh Kodam VI Siliwangi melatih mahasiswa ITB.
Diseberang, nun jauh terlihat sasaran ... sekitar 100 m. Hati berdegub-degub, ...
untung bukan rombongan pertama yang harus mulai. Regu pertama terdiri dari 6 penembak
siswa, semua menggunakan senapan L.E. Ada sekitar 60 pucuk, kita boleh pilih sendiri
langsung di lapangan.
Ditanya dulu siapa yang pernah dan siapa yang pertama kali. Saya jawab yang terakhir.
Masing-masing mendapat 5 peluru dengan posisi nembak tengkurap/tiarap.
Setelah 3 sortie giliran saya sampai juga. Kata pelatih, ... tenang, ... tekan popor
ke pundak kanan dan pelipis, ... bidik, ... ambil napas dalam, ... bidik terakhir, ...
sentuh dan tarik pelatuk sekali, ... jangan disentak dst. Karena sebelumnya sudah
lihat teman-teman melakukannya, ... aah ... masak gak bisa pikirku, malah benak-ku
mengatakan ... asyik juga dar-der-dor nih.
Eh begitu gilranku, adrenalin yang tadinya deras mengalir langsung hilang dan ...
benar-benar tenang. Saat itu pandangan mataku sangat tajam, bulls-eye kelihatan jelas
termasuk lingkaran sekelilingnya.
Begitu mendengar teman sebelah sudah mulai jedor, saya ikuti urutan sesuai instruksi.
Saat visir mantap di titik tengah, ... dor pertama keluar. Lho kok biasa saja !
Selanjutnya tembakan dilepas dengan momentum dan perasaan yang sama sampai 5 kali. Wah
puas rasanya udah bisa nembak beneran. Hasilnya ? ... who cares ?
Untuk beberapa rekan sudah ada yang pernah bahkan sering megang senjata api, tetapi
untuk saya, beruntung bisa mengikuti latihan seperti ini.
Setelah selesai dan sebelum kembali untuk melanjutkan dengan latihan selanjutnya, kami
mendapat penilaian. Titik hitam berdiameter sekitar 8 cm dapat angka 5 dst ke angka 1
dan diluar lingkaran = nol. Ada yang dapat 19. Angka saya ? ... 8 point, wah pikirku
lumayan ada yang masuk lingkaran.
Selanjutnya tepuk tangan buat 2 nomor tertinggi, tetapi ... kenapa saya dipanggil
juga? Saya ditanya tim pelatih: ..."Sudah sering nembak ya, kok diem-diem". Saya jadi
heran. Lalu diperlihatkan kertas sasaranku. Wow sudah jebol compang-camping sebagian
saja !
Pelatih menerangkan kejadiannya begini: ... Pertama hanya ada 4 lubang, semua menumpuk
di sebelah kiri bawah lingkaran luar antara nomor 1 dan 2. Lubangnya tidak bundar tapi
melintang. Salah satu peluru kelihatannya masuk di lubang sebelumnya karena lebih
lebar.
Lubang melintang karena pelurunya sudah tidak lurus jalannys, alur moncong senapan
sudah dol, ... visir belum disetel / dikalibrasi. Tapi, ... bidikannya, ... yahud,
katanya ! Wah langsung saya kembali ke barisan dengan rasa puas dan bangga bukan main !
Urusan kita pakai senapan apkiran tidak masalah deh ! Dalam latihan selanjutnya
rasanya enteng-entang saja, karena stimulans sudah dapat sih.
Wassalam. joseph wardi.
.
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>