Hello rekan Sofyan, sorry saya agak terlambat meresponse pertanyaan anda,
sampai mas Priyo tergerak untuk meresponse pertanyaan tersebut. Thanks mas
Priyo. Kenyataannya banyak sekali berita koran yang isinya kurang tepat,
sedang yang tahu "ketepatan" dari sebuah berita ya hanya pihak pihak yang
betul betul terlibat. Untuk kasus ExxonMobil Cepu, kan anda tahu sendiri
bahwa sebagai salah satu Kontraktor TAC atau PSC, semua pembiayaan
aktivitasnya akan diklaim sebagai cost recovery berdasarkan mekanisme baku
yang tercantum dalam TAC contract. Dimulai sejak komitmen awal sampai biaya
tersebut dikeluarkan melalui WPB (Work Planning and Budget) yang disiapkan
oleh Kontraktor, direview dan dibicaraan dengan pihak MPS (Management
Production Sharing) yang sekarang berubah menjadi BPMIGAS sampai kedua
belah pihak setuju. Pelaksanaannya kemuadian diserahkan oleh MPS kepada
pihak Kontraktor.
Nah untuk tiap tiap kontraktor tentunya mempunyai standard sendiri sendiri,
ada yang policy nya pokoknya jalan dan murah, tetapi ada juga yang didalam
pengelolaan aktivitasnya memakai standard yang sangat ketat dan terbaik.
Ibaratnya kalau ke Bandung ada yang cukup pakai mobil kijang yang irid,
tetapi cukup nyaman. Tetapi ada juga yang punya standard harus pakai
acessories keselamatan yang prima misal, mercedes, karena faktor keamanan,
reliability, kenyamanan dlsb. Hal ini akan tercermin didalam cara setaipa
Kontraktor dalam memilih service company, pemakaian tenaga asing dlsb.
ExxonMobil dalam hal ini (setahu saya) memakai standard yang sangat ketat
dibandingkan dengan Petro China, Pertamina atau kontraktor lain. Ya gimana
ya, itu adalah hak dan policy mereka, yang tentunya juga dibicarakan dengan
pihak MPS + diaudit secara berkala sebelum dan sesudah pelaksanaan.
Jadi yang pasti untuk Cepu, semua pengeluaran ada record nya dan auditable
serta dengan bukti yang kuat. Jumlahnya pasti lebih besar dari pada kalau
Pertamina atau kontraktor lain yang mengerjakan. Misalnya perusahaan lain
barangkali hanya perlu 2 orang asing, tetapi ExxonMobil pakai 4 orang dlsb,
yang semuanya diawasi oleh MPS. Tingkat pengawasan yang kurang intens dari
MPS atau Pertamina akan menyebabkan pengeluaran satu Kontraktor kurang bisa
terawasi dengan baik, sehingga waktu dilakukan audit dan rekonsialisasi
biaya terjadi perbedaan yang besar..
Itu dulu response saya secara general, kalau ingin diskusi lebih lanjut
please call me..
Wassalam
Susilo Siswoutomo
EMOI - Wisma GKBI 31st Floor
Phone: 62 21 571 5126
Fax : 62 21 571 5057
Mobile: 0811 84 25 43
E-mail : [EMAIL PROTECTED]
"Priyo Pribadi
Soemarno" To: [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED] cc: [EMAIL PROTECTED]
om> Subject: [yonsatu] Re: Biaya
Exxon Mobil di Cepu ...Re: Ganti alamat.
09/12/03 12:36 AM
Please respond to
yonsatu
On Tue, 9 Sep 2003 09:04:47 +0700 Sofyan Effendy wrote :
>Pagi ini saya membaca berita di Kompas halaman 15, bahwa pihak Pertamina
>menyesalkan pihak ExxonMobil Cepu, karena memberikan laporan yang tidak
>jujur dalam hal biaya operarinya di lapangan Cepu. Biaya operasi tsb
>dimaksudkan untuk di klaim sebagai cost recovery yg jumlahnya sangat besar
>bagi kerugian negara kita. Kalau saya boleh bertanya sedikit kepada Pak
>Susilo sebagai anggota Tim
>Proyek Cepu, bagamana sih duduk persoalannya ? Kadang-kadang berita di
>koran tidak selalu jelas.
(PPS)
Bang Sofyan , karena mas Susilo lagi ke lapangan , mungkin belum sempat
membaca e'mail anda .
Tetapi , kalau boleh saya ikut nimbrung , .. sebagai orang pinggiran
,..(mudah2an cocok) ...
Menurut hemat saya , perusahaan sebesar Exxon tidak mungkin gegabah membuat
laporan , apalagi menyangkut keuangan yang tentu harus auditables . Pasti
semua laporan keuangan , pengeluaran serta anggarannya sudah mendapat
approval pejabat PERTAMINA , ... siapapun orangnya , dialah yang sebenarnya
bertanggungjawab untuk bisa menjelaskannya pada sahabat2 kita di BPK atau
DPR yang ikut2an mau rame2 ,..(siapa tau ada serpihan-nya , khan ....).
Saya sangat mengkhawatirkan cara kerja dilingkungan Pemerintahan yang
kurang
cermat , sehingga kita bisa kejeblos2 seperti ini , .. contoh lain seperti
kasus kekalahan PERTAMINA dalam arbitrase Karaha Bodas , yang secara kasat
mata sebetulnya lapangan tersebut belum diapa-apain , ibaratnya baru
dicukur
sana-sini ,.. belum sempat digali isinya ,... , tapi ya itu ,... koq bisa
kalah , kalau bukan karena kecerobohan orang2 kita sendiri ,.. Susah sekali
melawan perusahaan multi nasional yang raksasa kayak begitu , karena mereka
jelas lebih pandai dan lebih cermat daripada kita ,..Nanti kalau maju ke
arbitrase atau pengadilan , kita kalah lagi dan ujung2nya kita juga yang
mesti bayar ,....Jadi Rugi dua kali , karena mesti bayarin lawyer ,..he,
he,
he, ...
>NB: boleh saya tahu alamat e-mail anda?
(PPS)
E'mailnya mas Susilo <[EMAIL PROTECTED]> , (tulisan saya
juga saya cc. ke beliau .
>
. Tapi mungkin ada juga rekan-rekan Yon-I, yg cukup concern mengenai
hal-hal
yg berkenaan dgn "pembodohan rakyat". Kalau berita ini benar, ini salah
satu
contohnya.
(PPS)
Benar sekali , Bang Sofyan ,.. Pembodohan kelihatannya terus berlangsung ,
karena ternyata hati nurani sudah tidak ada . Mungkin para pemimpin
sekarang
banyak yang sudah terlalu lama "berpuasa" , selama Orde Baru , ,.. maka
sekarang semua sibuk "buka puasa dengan makan tajil " , belum makan
besarnya ,...(katanya nanti kalau boleh memimpin sekali lagi , baru makan
besoaar .
Catatan saya menunjukkan bukti perilaku pembodohan tersebut :
*) Dana cessie bank Bali yang diminta kembali oleh Jaksa ,....(dengan wajah
tanpa dosa)..
*) Kasus pembelian Sukhoi , imbal beli yang tetap minta jaminan pembayaran
pemerintah
*) Money politik dalam pemilihan Gubernur dll , yang hanya disebutkan
sebagai dana pembinaan
*) Kasus KPC dari masalah divestasi yang merupakan kewajiban dalam kontrak
akhirnya menjadi kasus ruwet , karena "pejabat Pemerintah" ikut berbisnis ,
bukan mengatur kebijakannya .
*) Kasus BLBI yang sampai sekarang tidak bisa ditemukan siapa yang
bertanggung jawab membagi-bagikan uang trilyunan kepada para Bankir yang
juga konglomerat hitam yang samapi sekarang juga masih bebas atau disuruh
melarikan diri agar tidak buka rahasia dulu membagi2kan uangnya kepada
siapa
saja ....
Bang Sofyan , pembodohan akan membuat sebagian orang terbangun dan berontak
hati nuraninya , .. penindasan juga akan membuat sebagian orang menjadi
kuat , tahan banting dan melawan penindasnya .
Setiap tindakan negatif akan menghasilkan reaksi positif , begitu hukum
alam
yang diciptakan oleh ALLA Yang Maha Agung .
Untuk merubah semua kekonyolan ini , .. kita harus punya semangat dan upaya
positif secara terus menerus . Allah SWT Maha Mengetahui apa yang akan
terjadi nanti . Semoga kita semua dijauhkan dari perbuatan2 tercela
tersebut
, Amien .
Salam hangat dan terimakasih atas kesempatan nimbrung nya ,..
Widya Castrena Dharma Siddha ,
Wassalam ,
Priyo PS
------------------------------
>
>
_________________________________________________________________
Protect your PC - get McAfee.com VirusScan Online
http://clinic.mcafee.com/clinic/ibuy/campaign.asp?cid=3963
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>