> Untuk tijuan ini kiranya bisa ditampilkan misalnya kehidupan di Akabri,
> dengan segala macam disiplin, kerapihan dan ketertibannya, display
> Drum-band,   pendidikan penerbang, mulai dari pesawat latih di AAU sampai
> fighter di Madiun,  pendidikan pasukan khusus, dlsb.


Dari tahun 1980 kami rutin mengajar terjun payung di Yogya (Mataram
Parachute Club) yang dimotori rekan rekan menwa UGM dan PTPN, di Yogya biasa
kami berlatih terjun dengan pesawat Cessna T41D, versi militer dari Cessna
172....pesawat tersebut hari hari dinas digunakan untuk ferry instruktur
penerbang Solo Yogya pp, karena skadron pendidikan dasar  terbang di bagi 2,
latih mula di solo (pesawat bravo) dan latih lanjut (mentor Charlie) di
Yogyakarta.

Jaman itu banyak penerbang intruktur yang bersukarela menerbangkan penerjun
secara gratis di hari minggu dimana seharusnya mereka memanfaatkan hari
liburnya dengan keluarga masing-masing..........kami pun dengan sukarela
naik kereta bandung yogya beberapa weekend  bolak-balik karena latihan
terjun dilaksanakan hanya hari sabtu dan minggu.

Pertemenan kami dengan para pilot sangat dekat, makan nasi pecel dan ikan
"wader" sama-sama .....ditahun 1978s.d. 1986 para instruktur yang berpangkat
kapten s.d. mayor akhirnya banyak yang menjadi perwira tinggi dan
mendapatkan jabatan strategis, antara lain para pangkoopsau  I (**): Purnomo
Sidhi, Soeparno Muanam dan terakhir Herman Prayitno yang sekarang menjabat
Asops Kasau.

Saat pak Suparno Muanam menjabat Dan Skadik  di tahun 1985, sekali lagi kami
mengajar terjun.......namun kali ini sukris minta
bayaran...........bayarannya adalah minta ikut terbang
":aerobatic"................eh oleh Pak Parno diiyakan.........."udah mas
besok ikut terbang dari Yogya ke Solo naik T-41D, ikut aerobaticnya di Solo
saja aman biar nggak ketahuan menyolok oleh lanud Adisucipto.,.........."

sampai di solo, terlihat suasana kesibukan latihan terbang tingkat  mula
dengan pesawat bravo oleh  para siswa penerbang yang baru tamat dari akabri
udara. medan latihan dibagi dalam beberapa area, ke barat sampai Boyolali,
keselatan Wonogiri dan ketimur Sragen......

sukris dipertemukan dengan perwira operasi sekbang may. pnb Herman Prayitno
kemudian oleh Pak Herman disuruh masuk kamar ganti untuk memakai coverall
orange/flightsuit  dan diminta pakai helmet terbang Gentex  sejak dari ruang
ganti .....he he he biar nggak ketahuan orang sipil sedang
menyelundup............. saat itu jadi keinget film clint eastwood nyolong
pesawat di rusia (firefox ?)...............

sukris duduk di sisi kanan (copilot), eh setelah line up disuruh pegang
throttle dan control stick ....busyet...........yo wis apa yang terjadi
terjadilah..........kami terbang melewati waduk "cengklik" sebelah barat
lanud adisumarmo , di sisi waduk itu dulu di pertengahan tahun 70-an sukris
suka "colut" kabur dari pelajaran "extra kurikuler" sewaktu di
SMA.....pacaran he he he.....

"kita terbang ke arah Boyolali mas ! disana jalan rayanya lurus arah timur
barat., gampang untuk dijadikan referensi aerobatic..........."

sekitar 20 menit kami terbang ke arah barat, ketinggian mencapai 4500
kaki....benar jalan raya Kartosuro Boyolali terlihat lurus..........

"kita terbang segini biar aman.............nah kita akan  mulai buat
loop.............pastikan dulu seatbelt terpasang dengan kencang, kancingkan
semua resleting dan kantong2 agar tidak ada barang terjatuh"..........

pesawat mulai ditukikkan untuk mendapatkan "entry speed" (kecepatan yang
lebih tinggi dari cruising speed).................yes.............setelah
dapat speed  kemudi di tarik ke belakang.....pesawat mulai
menanjak.....terus..........terus..............ooops
inverted......terus.......dive................kembali...ke
level....................uih............saat G force sampai ke angka 4
sudah nggak kuat menggerakkan tangan....tadinya ingin menunjuk indicator  G
meter.........eh jatuh lagi.................sukris baru tahu bahwa para
penerbang menggunakan referensi jalan raya/runway untuk cek point agar
manuvernya sempurna............

manuver kemudian dilanjutkan dengan. roll......slow roll....cuban
eight.........immelman, inverted............dan terakhirnya di kenalin
dengan spin..............busyet dah setelah putaran ke tiga sungguh sukris
bingung gimana caranya berhentiin..............

30 menit sukris dijungkir balikkan oleh pak Herman dan keringat mengucur
sangat deras sebesar-besar jagung membuat flight suit basah kuyup..... (Pak
Herman adalah mantan pilot pesawat Bronco OV-10, OV-10 adalah pesawat TNI Au
yang benar2 dipakai perang untuk ground support di Tim-tim...........banyak
cerita tentang sortie-sortie combat mission  bronco di medan tempur timtim
yang sangat mendebarkan)

pengalaman ber aerobatic itu yang mengobsesi kami untuk suatu saat ingin
bisa terbang...........................eh nggak sangka kesempatan  terbang
didapatkan dari lingkungan YON I di Lido (oleh anggota tim khusus YON I
Adnan Mokodompit dipanas-panasin  : penerjun mah suruh terbang pasti takut),
kami mulai dari ultra light yang bertenaga hanya 53 pk...ke experimental 64
pk ............dicacimaki banyak orang sebagai "pilot tembak" nggak tahu
aturan, slonang slonong,  sempet terbang dari Lido ke Yogya pp. tanpa
melewati route FVR resmi menembus badai antara cilacap
yogya...............suatu saat akhirnya belajar terbang beneran di Palo Alto
di daerah Bay Area/Silicon Valley  .....dapat makan tidur gratis di Turk
Street persis depan UCSF berdekatan dengan Geary & Arguello Street tempat
mangkal para Hippies sejak jaman akhir tahun 60-an sampai sekarang,  dengan
syarat jadi "sopir" pak Adnan pulang pergi Frisco-Palo Alto...........suatu
pengalaman tersendiri take off landing di 16 airport antara Sacramento di
utara ke Visalia sebelah selatan, Half Moon Bay  pantai barat ke  Stockton &
Manteca di bagian timur ...........sekali mau ketrubuk airliner di kolong
approach bandara San Francisco karena lupa ngecek attitude, tanpa sadar
pesawat naik pelan-pelan.....untung diingetin radar control  Rancho " 737
echo charlie this is rancho radio ........check your altitude
!!!!"....sekali nggundulin ban..........sekali nubruk lampu
runway............sekali hampir di SAR , seharusnya kami lapor agar "close
file radar following" jika airport tujuan sudah terlihat dan kontak tower
untuk landing eh saking tegangnya terbang solo crosscountry
lupa..........habis parkir di Bandara Modesto sedang asyik-asyiknya minum
"hot chocolate" sambil ngelihatin para "kakek-nenek" bercengkerama
........kriiing.....phone di counter cafe  bunyi.........tak lama  si
penjaga cafe nenek-nenek teriak....."siapa yang terbang dengan N-737 EC
?"..........."saya maam ......"........."kamu lupa close file.....ayo lapor
dulu, SAR udah siap-siap cari kamu tuh !.... "  waduh.....

sesaat sebelum krismon sukris sempet belajar aerobatic di klub
iptn.......instrukturnya ?  Alex Supelli lulusan ITB Mesin 75..........hebat
bener akang satu ini........selain terbang dengan pesawat decathlon (produk
barat) juga menerbangkan Yak 52 dan Sukhoi 26 yang notabene putaran
baling-balingnya terbalik sehingga counter  rudder saat take off dan landing
juga terbalik dari pesawat produk barat kalau tidak awas2 jungkir
beneran.........

loop, roll, slow roll, cuban eight, immelman........hammer head.......basic
manuver aerobatic akhirnya sedikit terkuasai......juga  Spin !!!!!!
huuuuh.......

sayang krismon............jatuh miskin he he he.........

namun ada saja jalan untuk mencapai cita-cita / keinginan...............
sukris sedang proses untuk bisa ikut berlatih dengan pesawat Marsetti ,
pesawat hibah dari AU singapore untuk TNI AU, penampilan mirip Bravo tapi
tenaganya segede Mentor Charlie..............full aerobatic edan.......

begitulah ....sekelumit perjalanan seorang  mahasiswa
telatan.............(bukan teladan)....FRS merah terus he he he

salam,

sukris










--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke