Widya �astrena Dharmasiddha !

At 23:25 07-10-2003 +0700, you wrote:

>betapa pasukan elite kita masih seneng jadi selebritis dan 
>mangabaikan "protap", seperti penanggulangan keadaan darurat.

Lalu, mari kita segerakan pembenahan Korps kita. Kalau sudah kita mulai
sekarang, tugas penerus kita 100 tahun mendatang akan lebih mudah. Kita
tidak bisa membiarkan kecerobohan para 'pesohor' (seleb) tersebut terus
berlanjut. Kalau kita tidak membentuk parpol, maka kita harus membangun
kekuatan yang merdeka (independent) dan bersikap -seperti kata Ki Hajar
Dewantara- "Ing ngarsa sung tulada, Ing madya mangun karsa,  Tut Wuri
Handayani".


>Saya justru kasihan melihat prajurit marinir yang ter"selomot" api 
>malahan ditarik2 dan ditendang (maksudnya mungkin untuk mematikan apinya 
>atau mencopot bajunya dengan sekali tarik).

Saya ingat kebodohan sendiri sewaktu masih menjadi anggota kompi cadangan
(belum menjalani diksar). Pada waktu mengikuti upacara di pelataran
universitas yang diikuti segenap warga kampus, tiba-tiba tali bendera putus
saat sedang menaikkan bendera. Barisan Menwa hanya bisa melongo -terutama
saya- tidak tahu apa yang harus diperbuat. Mendadak seorang purnawira Sekjur
saya- segera berlari sambil berujar keras, "Cari tunggul pengganti !" Saya
merasa malu saat itu, karena tidak berpikir sejauh itu.

Apakah para prajurit yang bermaksud membantu tersebut -mungkin ada yang
menyandang melati pula di pundaknya- setolol saya ? Apakah mereka kemudian
akan terus menyesali ketololan mereka ataukah hanya merasa sedih tidak dapat
menyelamatkan anggotanya ? Atau merasakan keduanya ?


>jangan terlalu kecil hati melihat adik2 kita yang 
>lagi sibuk membetulkan letak baretnya ,... mereka perlu kita bantuin ,..

Saya agak mangkel dengan Ketua Ika Menwa Sumsel, yang baru terpilih. Ia juga
seorang pejabat tingkat pemprov. Sudah sekian bulan, belum ada undangan
untuk berkonsolidasi, sementara nasib Korps semakin menjerihkan hati. Bagi
saya, bukan alasan kesibukannya karena toh ia sudah menyediakan diri untuk
dituakan.

Jadi, maksud saya ikut membantu namun wadahnya tidak berkenan di hati. Saya
sendiri bukan tergolong berkecukupan untuk bergerak sendiri.

Saat ini, saya berusaha menggalang pemudi/a antariman di Palembang -Hindu,
Buddhis, Muslim dan Kristen- untuk 'berjalan' sesuai dengan idaman Korps,
yaitu memandang diri sebagai suatu kesatuan tanpa pandang bulu mengenai
keyakinan dan suku. Bulan Desember ini, direncanakan pengisian Natal Rakyat
dalam bentuk paduan suara. Beberapa bulan sebelumnya, saya sudah
menghadirkan paduan suara pemudi/a gereja dalam perayaan hari raya Hindu,
yang dihadiri Gubernur, Kapolda dan Pangdam. Pangdam saat ini pernah menjadi
Danmen dan di tangannya saya pernah diskors.


Sharif Dayan
--
-== (Defense site) http://www.ksatrian.or.id ==-
-== (Defense forum) [EMAIL PROTECTED] ==-
-== (Archive) http://groups.yahoo.com/group/hankam/messages/ ==-
-== (Main Depo) http://groups.yahoo.com/group/hankam/files/ ==-
-== (Depo 2) http://groups.yahoo.com/group/hankam2/files/ ==-
-== (Question) - <[EMAIL PROTECTED]>  ==-


--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke