> 2. Saya yakin, menurut teori pasti ada ketinggian > cruising maksimum selagi membawa personel yg > semestinya jauh dibawah 200m.
siapakah sebenarnya yang menyatakan ketinggian : 200 meter ? pilot in command yang dpt langsung baca altimeter ? atau hanya personil yang berada di darat dan menaksir ketinggian 200 meter ? tinggi lho 200 meter itu ..........+/- 600 feet... memang benar rasanya sebagai pilot helikopter membawa stabo sampai ketinggian 600 feet kok aneh, kecuali kalau terrain-nya berbukit-bukit......... terjun dari papan loncat yang paling tinggi (4atau 5 m ?) kolam renang di senayan jika tidak tegak lurus jatuhnya sakitnya bukan main....20 meter nggak kebayang rasanya seperti apa....... dipotong dari 20 meter saja personil stabo pasti jatuh bertumpuk-tumpuk (full gear) dan dalam keadaan terluka/panik/pingsan pasti akan susah membuka cincin kaitnya............... > Saya rada kesal melihat TNI kita terkesan > menyia-nyiakan asetnya bernilai tinggi. Saya kira TNI tidak akan menyia-nyiakan aset yang bernilai tinggi...........kalau misalnya acara tersebut sukses pasti semuanya akan merasa bangga, Tentunya pelaksana, baik aircrew maupun personil stabo telah memperhitungkan berbagai kemungkinan keadaan darurat dan dibekali dengan emergency procedure...........kami yakin pasti ada kondisi circumstances yang menyebabkan kecelakaan terjadi.......... kami pernah ikut briefing penyiapan demo udara 5 oktober di halim bersama semua flight leader & para dan tim, semua kemungkinan emergency di bahas dan diantisipasi sampai hal-hal yang sekecil-kecilnya, namun toh selalu masih ada celah-celah untuk mis-hap .............bagi kami yang baru pertamakali mengikut briefing seperti itu rasanya sungguh sangat menyeramkan.............. jika kita perhatikan dengan terlambatnya Ibu Mega sekitar setengah jam di lapangan upacara 5 oktober kemaren.....betapa "lieur"nya Komandan Demo Dinamik meng-adjust hitung mundur peserta demo .............kapal-kapal perang..............helikopter demo Kopaska.........pesawat angkut pembawa peterjun.........skadron helikopter....skadron casa.....nomad......edaaan.............mereka harus nerusin holding dan tidak mudah untuk membuat circle supaya nanti tepat joint antar skadron jika jam D ter-reset.................betapa deg-degannya para pilot pesawat tempur untuk holding setengah jam........apa lagi nanti akan digenjot "after burner" nya....................jangan sampai ada teriakan ...."feet wet".............dan "eject....eject"......... sekali lagi ingat kejadian Challenger.......kurang apa NASA ? sayang banget memang kenapa musibah-musibah seperti ini mesti terjadi...... salam, sukris --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
