Widya �astrena Dharmasiddha ! At 11:12 20-10-2003 +0200, "HermanSyah XIV." wrote:
>Mungkinkah (para) pemimpin negeri idaman dapat lahir dari Corps? Kalau kita merujuk pada cara yang 'benar' menetapkan pemimpin, maka Amerika serikatlah yang tersebutkan oleh saya. Namun sejarah pun membuktikan bahwa George Walter Bush Junior dimenangkan oleh pengadilan. Dapat kita saksikan bahwa kalau menjadi pemimpin, maka salah satu syaratnya adalah mempunyai banyak uang. Masih ada yang ingat bahwa Ny. Michael Dukakis harus mendapatkan perawatan kejiwaan gara-gara suaminya gagal menjadi presiden dan mereka sudah mengeluarkan sedemikian banyak uang ? Kalau sekadar masalah mau, maka saya pun mau menjadi pemimpin. Tapi bagaimana jalan untuk sampai ke situ ? Lihat saja bagaimana cara calon-calon presiden dari Golkar berusaha memenangkan dukungan. Kalau pun saya berdisiplin dan telah ditempa secukupnya dalam Korps, namun bukan mantan militer seperti Wiranto, apalagi berkelebihan uang seperti Prabowo, maka hal sekadar mau tadi hanya akan menjadi bahan cemoohan. Salah satu anutan saya adalah Adolf Hitler. Memang ekstrem, karena bencana yang ia bawa. Namun ia mencurahkan sepenuhnya waktu menuruti panggilan hati. Ia digugah oleh kemarahannya akibat Jerman direndahkan oleh negara-negara Eropa setelah Perang I Dunia. Hitler tidak akan membawa Jerman pada kekalahan ke-dua, seandainya dia tidak dikelilingi oleh orang-orang brengsek yang menggerogoti Jerman, sementara Hitler berdiam diri saja menyaksikan itu. Jadi, jawaban saya terhadap pertanyaan "Mungkinkah ?" adalah "Mungkin". Namun saat ini yang ada _hanya_ para calon, yang dibataskan oleh ketidakmampuan keuangan. Negara ini tidak membutuhkan orang-orang yang merasa tahu semua -yaitu anggota tentara dan pensiunan tentara- walau harus diakui bahwa dalam hal kepemimpinan mereka lebih baik di antara yang lain. Yang dibutuhkan adalah orang-orang dari Korps, yang dapat berpikir seperti tentara, sementara tetap dapat memelihara hubungan dengan sesamanya sebagaimana statusnya yang bukan tentara. Kita pernah memiliki presiden pensiunan tentara, tapi lihat kerusakan yang sudah ia lakukan pada negara ini. Juga seorang doktor pintar, yang lebih rendah taraf kepemimpinannya. Pernah juga seorang tokoh agama, yang memang pandai namun tidak cantik dalam berpolitik. 'Kesombongan' tentara dan 'ketidakbecusan' sipil cuma bisa diatasi oleh mereka yang mampu memberikan contoh melalui kesehariannya dan hidup yang spartan. Pendapat lain ? Sharif Dayan -- -== (Defense site) http://www.ksatrian.or.id ==- -== (Defense forum) [EMAIL PROTECTED] ==- -== (Archive) http://groups.yahoo.com/group/hankam/messages/ ==- -== (Main Depo) http://groups.yahoo.com/group/hankam/files/ ==- -== (Depo 2) http://groups.yahoo.com/group/hankam2/files/ ==- -== (Question) - <[EMAIL PROTECTED]> ==- --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
