Widya �astrena Dharmasiddha ! At 09:42 11-11-2003 +0700, "Andoko" wrote:
>mas Syarif, kalau saya boleh tau, GPIB itu apa ya? Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat. >ngumpulin pemuda >antariman untuk perayaan Natal itu maksudnya apa? Landasannya : urusan keimanan (ke atas) adalah urusan pribadi sementara urusan sebagai sesama (ke samping) adalah salah satu penjabaran keimanan. Ini merupakan penerjemahan saya mengenai bagaimana sebaiknya kita hidup sebagai suatu bangsa. Bangsa terbentuk oleh berbagai macam warna, namun tujuannya adalah satu : kesejahteraan dan kemesraan (harmonize) di antara sesama. Mengenai Perayaan, penjelasannya setelah ini. >Kalau anda mau mengumpulkan orang Kristen dan nonKristen untuk merayakan >Natal, anda salah kaprah, alias kebablasan. Perbedaan agama itu bukannya >untuk dibaurkan / dihilangkan/ dileburkan menjadi satu, melainkan bagaimana >kita yang berbeda beda ini bisa saling menghargai. Keikutsertaan tersebut bukan berarti ikut merayakan. Ketika warga NU mengadakan doa bersama di Palembang, Persaudaraan pun merupakan salah satu undangan yang hadir untuk bersamasama memanjatkan doa sesuai dengan keyakinan. Paduan Suara Persaudaraan telah diundang dalam Perayaan Piodalan dan Dharmashanti umat Hindu dan direncanakan akan tampil -dalam bentuk "vocal group"- dalam Acara Halal bi Halal, yang akan dikoordinasikan oleh rekan-rekan dari Muslim. Di komplek saya, warga Kristen ikut serta dalam kerja bakti membersihkan Mushola dan lingkungannya. Di tempat saya dilahirkan, remaja Muslim -sahabat-sahabat adik saya- ikut membantu menyusun kursi-kursi saat penyiapan perayaan Hari Raya Paskah. Ini bukan universalisme, melainkan menjaga dan menyayangi saudara sebangsa. Persaudaraan hadir untuk menyatakan itu, karena sebagian besar yang terlibat adalah pemudi dan pemuda yang giat dalam kegiatan rohaniah pada tempat ibadah mereka masing-masing. Sebagai gambaran: dalam suatu pertemuan sedunia suatu marga, seorang Tionghoa warga Republik Indonesia ditanya oleh warga Singapura yang juga Tionghoa, mengenai mengapa ia lebih dekat dengan orang bukan Tionghoa di Indonesia dibandingkan dengan sesama Tionghoa. Dengan bangga ia berkata, "Karena saya Tionghoa Indonesia !" >menurut saya, jumlah orang Kristen yang percaya hari Kiamat bisa dihitung, >itu jumlahnya (kalaupun ada) sangat sedikit, jadi kalau anda mau jadikan hal >ini sebagai topik, data anda harus lebih akurat...., misalnya metode apa >yang anda gunakan untuk menghitung jumlah orang tersebut, apakah dengan >survey, atau studi literatur, atau cuma imajinasi atau pendapat pribadi anda >sendiri. Saya tidak berani atau pernah memberanikan diri berbicara mengenai ketelitian suatu jumlah, melainkan akibat dan pengaruh yang ditimbulkan oleh sebuah jumlah. Hadirnya suatu jumlah adalah merupakan hasil tahapan panjang. Yang seyogyanya kita cermati sebenarnya adalah mengapa tahapan itu bisa terjadi. Jika dikaitkan dengan hal yang kita lihat dalam keseharian : apakah korupsi terjadi dalam hitungan bulan atau sepuluh tahun ? Kalau pendidikan oleh keluarga memang melekat, yang kemudian dilanjutkan dengan pendidikan oleh diri sendiri, maka apa pun yang terjadi, si pribadi tersebut akan lebih kuat dalam bertahan. Entah ukuran jumlah koruptoritu besar atau kecil, yang jelas bisa kita lihat apa akibatnya bagi kita semua. Suatu jumlah -entah 1 orang, entah 1.000.000 orang- bisa dinilai ekstrem, moderat dan sebagainya, tergantung pada bagaimana ia mendapatkan masukan dari lingkungannya. Dengan nada yang sama : mengapa ada yang percaya pada suatu hal, sementara yang lain tidak ? Kita (Korps) percaya bahwa kita bisa membuat perubahan -seturut sesanti kita- ke arah yang lebih baik bagi bangsa ini, sementara ada yang mencibir. Para pelaku Intifada, para anggota serikat yang didirikan Ibu Theresa, ajaran Gandhi, Imam Samudra, Pendeta Sibuea, militan Shikh, separatis Basque dan lain-lainnya, adalah jumlah-jumlah yang percaya dengan keyakinan mereka. Bagaimana kita memandang 'kekuatan' pengaruh mereka -bukan ukuran jumlah mereka- sepenuhnya tergantung pada bagaimana cara kita atau siapa pun memberikan tanggapan. Sharif Dayan --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net> Moderators : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Unsubscribe : <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Vacation : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
