8<--  
Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater      
Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697   
-->8 
  
   

_________________________________________________
=================================================


----- Original Message -----
From: Syafril Hermansyah
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: 07 Desember 2003 12:38
Subject: [yonsatu] Standard procedure for cross posting [ was Re: Re:
Ngawur! (Re: Fwd: M-16 Rifle May Be on Way Out of U.S. Army)]

> Satu hal lagi, Pak Djoni jika cross posting ke
> [EMAIL PROTECTED], address separatornya
> menggunakan ";" (titik koma, semi colon) bukan
> "," (koma), atau sekalian letakkan another address
> di CC: field.

Aneh juga ya, padahal bukan saya yang mencantumkan separator, tetapi
otomatis oleh Outlook Express.
Dan di tempat saya (di draft-nya) kelihatannya separator yang muncul adalah
tanda titik-koma (";" - semi colon).


> Menurut standard IETF (RFC-2822, Request For Comment
> number 2822), separator yg benar adalah titik koma, jika
> pakai koma akan di stripe out (go to dev/null alias diabaikan)
> oleh Exim MTA yg saya gunakan di Milis ini.

Saya rasa Outlook Express tentunya juga 'tahu' standar IETF itu.
(Walaupun, anehnya, di lingkungan Yahoo justru separator harus koma, kalau
semi-colon malahan ditolak).


> BTW. saya hanya terima posting Pak Djoni di milis yonsatu
> saja, sementara yg ditujukan ke milis anggota tidak diterima.

OK, ini saya ulang lagi kirim ke milis anggota.


> Syafril Hermansyah<[EMAIL PROTECTED]>
> List Administrator / Moderators yonsatu/[EMAIL PROTECTED]

Wasalam.

__________________________________
==================================

----- Original Message -----
From: Akhmad Bukhari Saleh
To: Yon-I/ITB - Internal ; YON-I/ITB
Sent: 07 Desember 2003 11:15
Subject: Ngawur! (Re: [yonsatu] Fwd: M-16 Rifle May Be on Way Out of U.S.
Army)


Numpang nyelipkan issue lain nih, di antara se-abreg postings tentang Hanata
2004, boleh dong ya...

--------------------------------------------------------------
==================================


----- Original Message -----
From: Doddy Samperuru
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: 24 Nopember 2003 12:53
Subject: [yonsatu] Fwd: M-16 Rifle May Be on Way Out of U.S. Army

> WCDS,

> FYI, a news article soal M16.
> TNI sudah mutusin duluan akan mengganti arsenal M16
> (dgn SS1 & SS2) dibanding US Army.

----------------------------------------------

Posting Doddy ini sebetulnya sudah muncul sehari sebelum Lebaran, tetapi
waktu itu pas semua orang lagi liburan.
Jadi saya sengaja baru menanggapinya sekarang, supaya lebih banyak teman,
sepulang dari liburannya masing-masing, yang bisa ikut membacanya, he he he.

Terutama karena tulisan yang di-posting-kan Doddy ini kan rasanya jauh lebih
cocok untuk milis kita ini daripada memperdebatkan hal lain, seperti
misalnya ihwal ekonomi, apalagi soal agama...

==========================

> > Middle East - AP
> > M-16 Rifle May Be on Way Out of U.S. Army
> > Sat Nov 22, 3:55 PM ET
> >
> > By SLOBODAN LEKIC, Associated Press Writer
> >
> > BAGHDAD, Iraq - After nearly 40 years of battlefield
> > service around the globe, the M-16 may be on its
> > way out as the standard Army assault rifle because
> > of flaws highlighted during the invasion and occupation
> > of Iraq.
> >
> > U.S. officers in Iraq say the M-16A2 - the latest incarnation
> > of the 5.56 mm firearm - is quietly being phased out of
> > front-line service because it has proven too bulky for use
> > inside the Humvees and armored vehicles that have
> > emerged as the principal mode of conducting patrols
> > since the end of major fighting on May 1.
> >
> >The M-16, at nearly 40 inches, is widely considered too
> > long to aim quickly within the confines of a vehicle during
> > a firefights, when reaction time is a matter of life and death.
> >
> >"It's a little too big for getting in and out of vehicles," said
> > Brig. Gen. Martin Dempsey, commander of the 1st Armored
> > Division, which controls Baghdad. "I can tell you that as a
> > result of this experience, the Army will look very carefully at
> > how it performed."
> >
> > "Iraq is the final nail in the coffin for the M-16," said a
> > commander who asked not to be identified.

----------------------------------------------------

Kalau kita bicara mengenai M-16 (dan juga SS-1 atau SS-2 atau AK-47 atau
AK-74) kita bicara mengenai senjata standar pasukan infanteri.

Penulis artikel ini jelas orang yang tidak mengerti falsafah perancangan dan
perekayasaan (design and engineering) untuk suatu senjata standar bagi
pasukan infanteri.

Dan karena korps infanteri selalu disebut sebagai 'the queen of the battle',
maka kalau kita bicara senjata standar untuk infanteri, berarti kita bicara
mengenai senjata standar perorangan untuk seluruh tentara.

Senjata utama pasukan infanteri adalah senapan serbu (assault rifle).
Dalam merancang suatu senapan serbu, sebetulnya nggak ada urusannya dengan
soal apakah senapan itu kepanjangan atau tidak kalau dibawa keluar-masuk
kendaraan humvee (jip standar tentara AS sekarang ini) dan kendaraan tempur
pasukan kavaleri.
Karena pasukan infanteri memang tidak akan menyerbu dari dalam jip atau
kendaraan tempur lapis baja (armored fighting vehicle).

Infanteri terutama bertempur dengan berjalan kaki (fight on their feet),
jadi format senjatanya harus disesuaikan dengan kebiasaan berperang suatu
pasukan jalan kaki, di mana syarat utamanya adalah harus dapat menembak
musuh dengan tepat, dari jarak cukup jauh, dengan pemakaian peluru yang
irit, sehingga design-nya, sampai saat ini tidak mungkin tidak, harus
berbentuk senjata yang berlaras cukup panjang.

Juga menjadi persyaratan pasukan infanteri bahwa senapan itu harus efektif
ketika dipergunakan dalam perkelahian sangkur, karena itu senjata tersebut
justru tidak boleh terlalu pendek dan terlalu ringan.

Artikel yang di-posting-kan Doddy ini ditulis setelah mewawancarai orang
kavaleri AS, yang di Irak sekarang ini mereka lagi hidup dengan penuh
ketakutan, jadi dapat dimaklumi kalau omongannya ngawur begitu.
Tetapi untuk mendengarkan keluhan orang kavaleri tentang senjatanya orang
infanteri, lalu menyimpulkan bahwa senjatanya orang infanteri itu akan
ditarik dari garis depan, tentu itu merupakan suatu kesimpulan yang
kebablasan.

Apalagi untuk mengatakan bahwa perang Irak 2003 merupakan 'vonis mati'
("final nail in the coffin") bagi M-16.
Bahwa M-16 tidak akan dipakai lagi oleh orang kavaleri, barangkali iya
betul.
Tetapi bahwa M-16 dalam waktu dekat sudah tidak akan dipakai lagi oleh orang
infanteri, masih jauh panggang dari api.

Mengenai soal M-16 kepanjangan kalau dipakai dalam kendaraan tempur,
tentunya harus dipahami bahwa ketika men-design suatu kendaraan tempur,
orang melihat untuk apa kendaraan itu akan dipergunakan.
Humvee, Abrams, Bradley, dan semacamnya, memang tidak dirancang untuk
menjadi platform-nya pasukan infanteri, karena itu tidak di-design untuk
memberi ruang gerak yang cukup bagi penggunaan senapan serbu prajurit
infanteri.

Lain halnya dengan APC (armored personnel carrier), kendaraan lapis baja
yang memang dirancang untuk mobilitas pasukan infanteri (mechanized
infantry).
Di dalam suatu APC buatan Amerika pasti tidak akan ada keluhan bahwa M-16,
senjata standar infanteri AS, kepanjangan.
Dalam suatu APC design Rusia pasti tidak akan ada keluhan bahwa AK-74,
senjata standar infanteri Rusia, kepanjangan.

Begitu pula, di dalam suatu "APRI" ("Alat Pengangkut Ringan Infanteri"), APC
yang baru di-design dan sedang dibuat oleh PINDAD, yang kemarin ini dibawa
oleh Dirut-nya, Budi Santoso, ke kampus ITB, ketika menghadiri ulang tahun
ke-70 Prof. Wiranto Arsimunandar, tentunya tidak akan ada keluhan bahwa
SS-1, senjata standar infanteri Indonesia, kepanjangan.

==========================

> > Instead of the M-16, which also is prone to jamming in Iraq's
> > dusty environment, M-4 carbines are now widely issued to
> > American troops.The M-4 is essentially a shortened M-16A2,
> > with a clipped barrel, partially retractable stock and a trigger
> > mechanism modified to fire full-auto instead of three-shots
> > bursts. It was first introduced as a personal defense weapon
> > for clerks, drivers and other non-combat troops.  "Then it
> > was adopted by the Special Forces and Rangers, mainly
> > because of its shorter length," said Col. Kurt Fuller, a
> > battalion commander in Iraq and an authority on firearms.
> >
> > Fuller said studies showed that most of the combat in Iraq
> > has been in urban environments and that 95 percent of all
> > engagements have occurred at ranges shorter than 100
> > yards, where the M-4, at just over 30 inches long, works best.

----------------------------------------------------

Membandingkan M-16 dengan M-4, dan membahas kemungkinan digantikannya M-16
yang senapan serbu itu, dengan M-4 yang karaben itu, sebagai senjata standar
tentara AS, sama saja membandingkan pisang dengan sendok dan lalu membahas
kemungkinan menggantikan pisang itu dengan sendok.

Tentara-tentara negeri lain umumnya melengkapi pasukan infanterinya dengan
senapan serbu dan pimpinan pasukan infanterinya itu (DanRu ke atas) dengan
PM (pistol mitralyur) atau SMG (sub machine gun). Tentara Jerman, misalnya,
melengkapi pasukan infanterinya dengan senapan serbu Heckler & Koch G-36 dan
komandan-komandannya dengan sub machine gun MP-5 yang buatan Heckler & Koch
juga.

Falsafahnya adalah bahwa para komandan perlu lincah bergerak dalam memimpin
anak-buahnya menumpas musuh, tetapi tidak perlu dia sendiri berposisi di
paling depan dalam menumpas musuh itu. Jadi perlu senjata yang ringkas,
sekedar cukup membela diri, tidak untuk ikut menembak musuh dari jarak jauh.

Tentara AS memang khas. Sejak Perang Dunia II mereka tidak melengkapi para
DanRu-nya dengan PM atau SMG, tetapi dengan karaben.
Falsafahnya adalah, walaupun para komandan perlu lincah bergerak, jadi perlu
senjata yang lebih ringkas, tetapi komandan infanteri tentara AS juga harus
bisa menembak musuh dari jarak cukup jauh.
Karena itu dipakailah karaben, yang cukup ringkas tetapi effective range-nya
jauh melebihi PM atau SMG.
(Sekarang ada beberapa negeri lain yang tentaranya juga meniru falsafah
tentara AS ini)

Namun demikian, sehebat-hebatnya karaben untuk menembak musuh dari jauh,
tetaplah tidak mungkin dia menggantikan senapan serbu.
Jangkauan efektif tembakan senapan serbu tetap saja setidaknya tiga kali
lebih jauh daripada karaben.

Dibanding dengan senapan serbu, karaben juga tidaklah layak dipakai dalam
perkelahian sangkur.
Tetapi selain faktor itu, masih ada lagi satu faktor dalam perang infanteri
modern yang membuat karaben tidak dapat menggantikan senapan serbu, yaitu
kemampuan senapan serbu untuk berfungsi sebagai pelontar granat.
Dalam perang jaman sekarang, pasukan infanteri tidak lagi harus mengandalkan
kekuatan lengannya untuk melemparkan granat tangan. Mereka dapat
mempergunakan senapannya untuk keperluan itu.
Tetapi karaben tidak dapat dipakai untuk hal itu.

Perbedaan fungsi karaben dengan senapan serbu juga ditunjukkan dengan mode
tembakan "full automatic" pada karaben, dan mode tembakan "three-shots
bursts" pada senapan serbu, di mana senapan serbu, seperti saya katakan di
atas, harus menggunakan peluru secara irit.
Sedangkan karaben M-4, terutama dalam fungsinya sebagai PDW (personal
defense weapon), seperti juga PM dan SMG, diutamakan untuk bisa 'menyiram'
musuh yang jaraknya dekat, dengan hujan peluru.

==========================

> > Still, experience has shown the carbines also have deficiencies.
> > The cut-down barrel results in lower bullet velocities,
> > decreasing its range. It also tends to rapidly overheat and
> > the firing system, which works under greater pressures
> > created by the gases of detonating ammunition, puts more
> > stress on moving parts, hurting its reliability.
> > Consequently, the M-4 is an unlikely candidate for the rearming
> > of the U.S. Army.

----------------------------------------------------

Tentu saja M-4, yang karaben, tidak mungkin menggantikan M-16, yang senapan
serbu, sebagai senjata standar US Army.
Karena bagaimana pun karaben hanyalah sebuah PDW.

Istilah "PDW" adalah nomenklatur yang dipakai tentara AS untuk senjata jenis
pertahanan diri, yang dirancang untuk dipergunakan anggota tentara yang
non-tempur, seperti supir, tenaga administrasi, tenaga medik, dsb., termasuk
juga anggota pasukan kavaleri, artileri, zeni, dan semacamnya.
Dan juga para pimpinan (DanRu ke atas) pasukan infanteri.

Karena itu PDW bercirikan formatnya yang ringkas, bobotnya yang ringan, mode
tembakannya yang full automatic, dan, seringkali juga, ukuran pelurunya yang
lebih kecil.

Kemudian, karena formatnya yang ringkas (dan peluru kecilnya yang lebih
ringan), maka PDW berkembang juga menjadi senjata standar Pasukan Khusus /
Special Forces, sesuai dengan karakteristik penugasan Passus.

Tetapi, seperti halnya Pasukan Khusus yang sehebat apa pun tidak mungkin
menggantikan kedudukan pasukan infanteri dalam suatu peperangan (ini yang
salah dilakukan TNI-AD di Timtim), maka PDW yang sehebat apa pun juga tidak
mungkin menggantikan senapan serbu sebagai senjata utama suatu tentara.

==========================

> > It is now viewed as an interim solution until the introduction of
> > a more advanced design known as the Objective Individual
> > Combat Weapon, or OICW.
> >
> > There is no date set for the entry into service of the OICW,
> > but officers in Iraq say they expect its arrival sooner than
> > previously expected because of the problems with the M-16
> > and the M-4.

----------------------------------------------------

Analisis bahwa M-4 akan merupakan pengganti sementara ("interim solution")
bagi M-16, sampai senapan OICW mulai bisa dipakai, adalah analisis yang
kurang tepat, bahkan cenderung ngawur.

Pertama, seperti saya uraikan di atas, M-4 yang karaben tidak mungkin
dipergunakan sebagai pengganti M-16 yang senapan serbu, walaupun hanya untuk
sementara ('interim') sekalipun.

Kedua, kalau melihat design-nya, maka senapan OICW tidak dimaksudkan
menggantikan M-16 saja atau M-4 saja.
Saya melihatnya senjata baru ini dirancang untuk menggantikan keduanya
sekaligus!
Bahkan OICW sekaligus juga bisa berfungsi sebagai PM/SMG.

OICW ini senjata baru yang sedang sibuk-sibuknya dirancang oleh tentara AS,
dan sekarang sudah ada dua atau tiga macam prototype-nya.
Bentuknya sangat futuristik. Untuk teman-teman Ekek di milis "Anggota" (yang
bisa terima attachment), saya lampirkan gambar OICW ini dalam berbagai
fungsinya.

Betul OICW ini memang merupakan senjata yang revolusioner, sangat berbeda
dengan senjata yang selama ini ada.
Tetapi justru karena revolusioner-nya itu, maka kapan dia akan mulai
'berdinas' di tentara AS, dan apakah dia akan sukses, menjadi pertanyaan
besar yang belum ada orang bisa menjawabnya.

Lebih empat puluh tahun yang lalu, di tahun 1958, AR-15, embryo dari M-16,
juga senjata revolusioner.
Tetapi baru sembilan tahun sesudahnya, dia bisa sukses sebagai M-16, yaitu
sebagai suatu senjata yang ber-kode "M" (Kode "M" berarti sudah diakui
menjadi standar tentara AS).

==========================

> > The current version of the M-16 is a far cry from the original,
> > which troops during the Vietnam War criticized as fragile,
> > lacking power and range, and only moderately accurate.
> > At the time, a leading  U.S. weapons expert even
> > recommended that American soldiers discard their M-16s and
> > arm themselves with the Kalashnikov AK-47 rifle used by their
> > Vietcong enemy.
> >
> > Although the M16A1 - introduced in the early 1980s - has been
> > heavily modernized, experts say it still isn't as reliable as the
> > AK-47 or its younger cousin, the AK-74. Both are said to have
> > better "knockdown" power and can take more of a beating on
> > the battlefield.

----------------------------------------------------

Memang umum dikatakan bahwa AK-47 lebih 'bandel' ('tahan banting') daripada
M-16.

Tetapi tentara AS tetap mempertahankan penggunaan M-16 karena senapan ini
merupakan pelopor penggunaan peluru kecil (kaliber 5,56) yang kemudian
menjadi standar NATO.
Bahkan AK, yang semula memakai peluru besar (kaliber 7,62) juga kemudian,
setelah Perang Dingin usai, menyesuaikan dirinya dengan standar NATO ini,
melalui versi barunya, AK-74.

Tetapi ketika versi Rusia untuk amunisi kecil ini muncul, M-16 sudah dibuat
berbilang jutaan unit, dan sudah berkembang jauh sampai M-16 versi A1, A2,
bahkan sekarang sudah masuk ke versi A3.
Sehingga bagi M-16 sudah tidak ada lagi langkah mundur.

Selain daripada itu, ada keunggulan design dan engineering M-16 daripada
senapan serbu lainnya, yaitu fleksibilitas dalam design-nya.
Sangat mudah merubah-rubah production line M-16 untuk penggunaan intansi
yang berbeda-beda, misalnya untuk penggunaan oleh polisi, atau imigrasi dan
bea-cukai, atau DEA (badan anti narkoba), bahkan juga oleh orang sipil
pemburu binatang.

Karena itu M-16 juga merupakan salah satu assault rifle yang paling banyak
dipakai di dunia.
Kalau dibanding AK-47 dan AK-74 bersama-sama, mungkin M-16 kalah banyak
pemakaiannya, tetapi kalau dibanding AK-47 dan AK-74 sendiri-sendiri,
barangkali penggunaan M-16 sebanding banyaknya.

Dan sudah banyak juga negara lain membuat M-16 atas dasar lisensi. Bahkan
termasuk juga RRC!

==========================

> Salam,
> Doddy Samperuru - ekek 25

------------------------------------------------

Wasalam,
ABS - Ekek 2 - A 640145.


_________________________________________________
=================================================



--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------   
Arsip           : http://yonsatu.mahawarman.net  
News Groups     : gmane.org.region.indonesia.mahawarman  
News Arsip      : http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman  

Kirim email ke