8<-- Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697 -->8 Priyo Pribadi wrote: Sanggupkah kita ?? Mampukah kita ??? Andoko wrote: Kadang kita menyalahkan para pemimpin di negeri ini, sedangkan kalau saya lihat, kita pribadi sendiri masih banyak yang perlu diperbaiki...
Eddy Christiono wrote: istri dipelupuk mata sih nampak.........cuman gadis yang diseberang itu lho!!!!!!!!bikin gemes....... Kuman S. Sangkurian wrote: Bagaimana caranya kita bisa mengumpulkan potensi terpendam dalam jiwa ekek2 ex YON I yang terkesan selama ini tidak terkelola dengan baik ? Mungkin dari sini kita bisa memulai sesuatu..... Syafril Hermansyah wrote: Wah sampeyan lupa peribahasa nenek moyang kita "guru kencing berdiri, murid kencing berlari". Kalau Dirut tidak korupsi, mana berani Direktur nyoba-2x, kalau Direktur tidak korupsi mana berani Manager korupsi, kalau manager tidak korupsi mana berani supervisor korupsi. Chatief Kunjaya wrote: Bersediakah Bapak dan ibu terus menerus mengritik, menghantam dan menolak tindakan korupsi ? Kalau sendiri-sendiri, mungkin mudah diintimidasi tapi kalau banyak sekali orang yang bicara, saya rasa bisa efektif. Susilo Siswoutomo wrote: Ikut nimbrung sedikit ah!!! Siapa ya bekas alumni Yon I Mahawarman yang sekarang jadi pejabat yang bisa memberi contoh contoh dan mempraktekkan semua yang ditulis ini? Eddy Gaffar wrote: Jadi menurut saya sih tetap pada : 1. mulailah dari diri sendiri 2. mulailah dari hal yang kecil 3. mulailah dari sekarang Now, HermanSyah would like to join in: Seperti pak Kun katakan, kalau sikap hidup 'bersih' dan 'taat hukum' ini kita lakukan bersama-sama, maka tentu gaungnya akan lebih terasa, lebih efektif. Untuk bisa melakukannya secara bersama2, maka para individunya harus kompak dan 'bersih' atau 'berkeinginan' untuk bersih dulu. Untuk itu, maka kita masing2 seyogyanya sudah mulai melaksanakan apa yang dianjurkan oleh pak Eddy Gaffar. Dengan demikian maka rutenya adalah mulai dari individu lalu menjadi kelompok, masyarakat dan akhirnya bangsa. Kalau kita hanya berhenti sampai individu saja, menurut saya nggak akan ada gunanya. Kalau KKN belum menjadi 'budaya' seperti sekarang ini, mungkin resep itu masih manjur. Tapi dalam keadaan sudah menjadi kanker ganas begini, maka therapi yang komprehensif dan dalam dosis besarlah menurut saya yang berkemungkinan dapat memusnahkannya. Inipun belum merupakan jaminan. Masalahnya sekarang adalah apakah kita mau melaksanakan himbauan pak Eddy Gaffar itu, kemudian melanjutkannya ke himbauan pak Kun?. Barangkali ini yang dimaksud oleh mas Priyo dengan "Sanggupkah kita??, Mampukah kita??". Menurut saya, terlepas dari apakah kita sanggup atau tidak, yang lebih penting lagi adalah apakah kita mau mencoba? Bagaimana kalau kita asumsikan bahwa kita yg tergabung didalam Corps ini setuju dengan himbauan pak Eddy Gaffar itu, dan kita berkemauan kuat untuk tidak mau melihat yang mas Sukris katakan: "gadis yang diseberang,... yang bikin gemes itu". Dan kita juga sepakat dengan pak Syafril yang bilang "guru kencing berdiri, murid kencing berlari", kemudian sebagai rakyat yang 'sadar' seperti yang pak Andoko katakan, kita ingin mengajak para pemimpin mendukung kita membasmi KKN. Maka berangkat dari asumsi ini, kemudian kita buat siaran pers. Para pemimpin Corps, mewakili kita semua, mengeluarkan pernyataan Pers dengan topik misalnya: Pedoman Bagi Rakyat Dalam Mengikuti Pemilu 2004. Dalam Pedoman Pemilu itu, kita sebutkan kriteria apa yang seyogyanya dipakai rakyat dalam memilih Calon Presiden dan wakil2 rakyat. Misalnya sang calon harus terbukti tidak pernah KKN selama hidupnya, sang calon melaporkan seluruh kekayaannya kepada rakyat, san calon punya konsep yang jelas dan tegas mengenai pemberantasan KKN, dsb., dst. Juga kita tegaskan bahwa rakyat tidak perlu takut untuk memilih berdasarkan akal pikiran dan suara hati nurani mereka, karena Indonesia adalah negara hukum dan negara demokratis. Jadi jangan sampai memilih karena diintimidasi atau diiming2. Kita tambahkan pula bahwa kalau sampai mereka diintimasi, maka Corps adalah tameng mereka (melalui bantuan hukum dlsb.). Kita sebutkan pula kenapa rakyat seyogyanya mendengarkan himbauan Corps. Karena kita adalah organisasi yang terdiri dari para cendekiawan dan profesional Indonesia, yang tersebar di seluruh dunia, yang berdiri diatas semua golongan, yang cinta tanah air, dan yang telah bersumpah untuk mengabdi dengan lebih baik kepada nusa dan bangsa melalui ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan yang kita miliki. Bahwa Corps, dengan mengacu kepada pengetahuan kepemimpinan yang dihayatinya, berkeyakinan bahwa negara yang adil dan makmur hanya akan tercapai melalui para pemimpin negara yang bersih dan berkualitas. Bahwa Corps menghimbau seluruh profesional, cendekiawan dan masyarakat luas yang cinta tanah air dan yang cinta seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang Suku, Agama, Ras dan Aliran, untuk mendukung himbauan ini dan bergabung bersama2 Corps dalam memasyarakatkan pedoman mengikuti pemilu 2004 kepada rakyat. Dst, dst.... Lalu, dananya darimana? Nomor satu kita harapkan berasal dari para anggota Corps yang pengusaha. Dari sini kita bisa mengenal para anggota Corps yang pak Susilo katakan: "memberi contoh contoh dan mempraktekkan semua yang ditulis ini?", karena dengan mereka mendukung upaya Corps ini berarti paling kurang mereka telah berniat untuk turut membasmi KKN dari bumi Indonesia. Kalau dalam pemilu2 sebelumnya para anggota Corps yg pengusaha itu ditagih duitnya untuk membantu biaya kampanye partai tertentu, maka sekarang ya kita harapkan mereka mau menyumbangkan uangnya untuk program Corps yang luhur ini. Sumber dana kedua beradal dari para anggota yang ingin menyumbang. Dan sumber yang ketiga, kalau rakyat melihat bahwa usaha yang dilakukan Corps ini adalah usaha yang murni dan tulus ikhlas demi kepentingan nusa dan bangsa, maka saya kira, uang akan mengalir dari segala penjuru dengan sendirinya. Nah, bagaimana rekans? Bagaimana para pimpinan Corps? Kita maju? Menurut saya, sekaranglah momentum yang tepat bagi Alumni Menwa untuk tampil kedepan guna membela kepentingan rakyat, nusa dan bangsa!. Mari kita daya gunakan potensi Corps seperti yang juga diinginkan oleh pak Kuman yang mengatakan: "Bagaimana caranya kita bisa mengumpulkan potensi terpendam dalam jiwa ekek2 ex YON I...". Para pimpinan Corps, saya dukung anda untuk mengatasnamakan kami tampil kedepan! Salam hangat, HermanSyah XIV. --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------------------- Arsip : http://yonsatu.mahawarman.net News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman News Arsip : http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman
