8<--
Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater
Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697
-->8

   Egra..fantastic, terobosan bagus, murah, ramah lingkungan. Saya yakin penerapannya 
akan sangat membantu petani dan rakyat kecil. Kebanyakan petani pakai pompa 
sentrifugal yg digerakkan oleh mesin untuk ambil air tanah ataupun dari sungai 
terdekat. Sebelum harga solar melejit, petani masih cukup untung - tapi sekarang 
marginnya sangat tipis karena harga solar selangit sementara harga padi sangat 
memprihatinkan (belum kalau kena resiko gagal panen). 
Bila kita inget sekitar Eretan saat Diksar dulu, sudah ada penerapan kincir angin oleh 
petani garam yaitu untuk ambil air laut dialirkan ke kolam garam. Saya pernah tanya ke 
mereka waktu itu, katanya hasil temuan/sumbangan dari program KKN-ITB. 

Mungkinkah kita punya 'Egra' untuk memompa 'air' kehidupan corps Yon1? Dana abadi buat 
Yon1, dana bulanan rutin? Ada info mengenai progresnya...? Barangkali di Hanata juga 
bisa kita agendakan untuk mencari 'Egra' yg cocok buat tetap menjaga Yon1 tetap 
berdenyut.

Imam.

-----Original Message-----
From: Dani Sudradjat [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, December 11, 2003 9:25 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [yonsatu] enegi alternatif


8<--  
Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater      
Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697   
-->8 
  
   Assalamualaikum Wr. Wb.
 
Kang Priyo, Kang Zakir, 
Ini info dari milis sebelah sorry kalo udah rada lambat.
 
Salam 
 
Dani
 
 
----- Original Message -----
From: "antonhartomo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, December 08, 2003 7:27 AM
Subject: [ITB74] Fwd: 1.000 Kincir Angin Sepanjang Jalan Anyer-Panarukan
 
> ---<p_soesilo_h> wrote:
>
>
> Bila ada di antara kita yang berminat berpartisipasi secara moril 
> maupun materil pada program peduli lingkungan shohib kita di bawah 
> ini.
>
>
> psh
>
>
> Selasa, 02 Desember 2003
>
> 1.000 Kincir Angin Sepanjang Jalan Anyer-Panarukan
>
> DALAM rangka menyongsong Hari Bumi dan Tahun Padi Nasional tahun 2004 
> yang dicanangkan Pemerintah Indonesia, Yayasan Heritage Bogor (YHB) 
> menyusun program pemasangan 1.000 buah kincir angin pompa air "Egra" 
> (energi gratis) sepanjang jalur pantura dari Anyer Provinsi Banten 
> sampai Panarukan Jatim. Rencana ini akan dicanangkan tahun 2004 .
>
> Demikian diungkapkan Hasan Hambali, pendiri YHB kepada Kompas, Minggu
> (30/11) siang. Kegiatan ini, sebut Hasan, dirancang tahun 2003 dan 
> direncanakan dilaksanakan dari awal sampai akhir tahun 2004. "Ini 
> dimaksudkan untuk menggugah kesadaran seluruh lapisan masyarakat 
> terhadap pentingnya ketahanan pangan nasional dan penghargaan terhadap
> Bumi yang senantiasa dieksploitasi," papar Hasan.
>
> Tujuan lain, untuk memasyarakatkan teknologi sederhana, tepat guna, 
> dan ramah lingkungan. Teknologi sederhana itu, misalnya dengan cara 
> memanfaatkan tenaga angin sebagai tenaga pemompa air sehingga lahan di

> musim kemarau dapat terus dimanfaatkan untuk membantu peningkatan 
> produksi.
>
> "Pemasangan kincir angin pompa air sepanjang pantura ini, membantu 
> pemerintah meningkatkan produktivitas lahan pertanian agar mampu 
> menghasilkan produk-produk pertanian yang berkualitas tinggi dalam 
> rangka meningkatkan ketahanan pangan nasional," kata Hasan.
>
> Alumnus ITB tahun 1986 yang kini menjadi komisaris sebuah Hotel Salak 
> di Kota Bogor ini, pada akhir Agustus menemukan peralatan sederhana 
> yakni sebuah kincir angin untuk menggerakkan pompa air. Teknologi 
> sederhana yang merupakan buah ketekunannya selama empat bulan ini, 
> diberi nama Egra kepanjangan dari energi gratis (Kompas 6 September). 
> "Kincir ini sangat menghemat biaya operasi karena tanpa bahan bakar, 
> dan sumber energi angin yang digunakan tak terbatas dan gratis lagi," 
> kata Hasan. Ia kemudian dengan gembira menambahkan bahwa sejumlah 
> pembaca Kompas berdatangan untuk belajar membuat kincir tersebut.
>
> Kincir pompa air Egra kini dipasang di kebun mangganya di daerah 
> Indramayu seluas 10 hektar. Satu kincir ini, mampu mengairi kebun 
> mangga seluas empat hektar. Kincir itu berputar sepanjang hari, dari 
> pagi sampai malam. "Air yang keluar dari pompa air itu disalurkan ke 
> lahan melalui parit sekeliling kebun. Air itu menyirami lahan lalu 
> menyerap ke dalam tanah, selanjutnya dipompa dan disiramkan untuk 
> membasahi lahan, menyerap lagi, dan seterusnya. Dengan demikian, 
> kekeringan teratasi oleh kincir pompa air Egra," katanya. Disebutkan 
> YHB telah menyumbangkan kincir angin Egra untuk petani di Karawang.
>
> Bila kelak kincir pompa air terlaksana pemasangannya di sepanjang 
> jalur pantura, masyarakat sekitar lokasi kincir pompa air khususnya 
> para petani dapat memanfaatkan kincir angin untuk memompa air dari 
> sumur bor yang biasanya menggunakan tenaga tangan atau motor diesel.
>
> "Kelompok petani juga dapat membuat dan mengembangkan kincir angin 
> sejenis. Selain pengoperasiannya sederhana, biaya pembuatannya relatif

> murah, tahan lama, dan besar manfaatnya," kata Hasan.
>
> Selain itu, menurut Hasan, alat tersebut berpotensi meningkatkan 
> pendapatan masyarakat karena lahan pertanian dapat berproduksi 
> walaupun musim kemarau. Dan, meningkatkan kualitas produk-produk 
> pertanian lokal karena jumlah air yang cukup.
>
> Hasan menyebutkan, biaya pemasangan sekitar 1.000 unit kincir angin 
> pompa air Egra, diperkirakan mencapai Rp 15 miliar. Kini timnya siap 
> bergerak mencari mitra untuk bekerja sama dalam kegiatan pemasangan 
> kincir pompa air tersebut.
>
> "Dalam waktu dekat kami hendak datang ke Departemen Kimpraswil dan ke 
> pemda, mulai dari tingkat provinsi sampai daerah kabupatan/kota dari 
> Banten sampai Jatim untuk menyampaikan rencana kami ini," kata Hasan.
>
> Pembangkit listrik
>
> Saat ini, sarjana teknik elektro ini berhasil lagi membuat Energi 
> Gratis Pembangkit Listrik menggunakan kincir angin. "Ini bisa 
> dipadukan dengan kincir angin pompa air. Jadi bila kincir angin pompa 
> air Egra terpasang, Egra listrik dapat dipadukan. Dengan demikian, 
> sepanjang jalur pantura itu bisa jadi berlistrik tanpa harus membayar 
> pada PLN," katanya.
>
> Menurut Hasan, prinsip kerja Egra listrik ini adalah energi angin yang

> tidak terbatas dan ramah lingkungan itu dikonversikan ke dalam putaran

> kincir angin melalui baling-balingnya. Daya yang diserap dalam bentuk 
> putaran baling-baling itu berbanding pangkat tiga dengan kecepatan 
> angin yang melewatinya.
>
> "Kecepatan angin minimum untuk menggerakkan Egra sekitar 15 km per 
> jam. Putaran baling-baling selanjutnya ditransmisikan ke sistem roda 
> gigi untuk memutar suatu generator listrik. Energi listrik yang 
> dihasilkan kemudian dihubungkan dengan aki agar kelebihan energi 
> lstrik yang dihasilkan dapat disimpan," kata Hasan.
>
> Ia menambahkan, beban listrik yang berupa lampu-lampu atau motor 
> listrik itu dihubungkan ke aki sehingga kebutuhannya dapat dipenuhi 
> secara kontinu walaupun pada saat tidak ada angin.
>
> "Untuk beban listrik rumah tangga AC 220 V maka diperlukan inverter 
> sederhana yang murah untuk mengkonversikan tegangan DC aki menjadi 
> tegangan AC 220 Volt. Saat ini kemampuan Egra listrik yang sedang kami

> coba sudah mampu memenuhi kebutuhan listrik kontinu sekitar 1000 watt 
> untuk keberadaan angin lebih dari 10 jam per hari," kata Hasan tentang

> temuannya itu. (PUN)
>
>
 


--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------   
Arsip           : http://yonsatu.mahawarman.net  
News Groups     : gmane.org.region.indonesia.mahawarman  
News Arsip      : http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman  

________________________________________________________________________
This email has been scanned for all viruses by the MessageLabs Email
Security System. For more information on a proactive email security
service working around the clock, around the globe, visit
http://www.messagelabs.com
________________________________________________________________________

--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Arsip           : http://yonsatu.mahawarman.net
News Groups     : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
News Arsip      : http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman

Kirim email ke