8<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<
Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater
Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>8
Tambah dari saya :
3. mampu memperbaiki ekonomi dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan -
bukan dengan cara menjual asset negara.
4. Tidak dapat disetir (Tidak Plin Plan) oleh pihak luar negeri.
Andoko
9677.08.32536
----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: December 15, 2003 9:54 PM
Subject: [yonsatu] Re: Pemimpin dan Parpol yg cocok utk negeri ini ?
> 8<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<
> Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater
> Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697
> >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>8
>
> Kelihatannya nggak ada yang mau memulai nih ya?
> Kalau gitu, saya coba mulai deh, dengan melempar 2 kriteria awal:
>
> 1- Punya konsep jelas untuk memberantas KKN.
> 2- Punya konsep jelas tentang Pendidikan Nasional.
>
> Untuk nomor 1, alasannya sudah jelas karena amanat Reformasi adalah
> memberangus KKN.
> Untuk nomor 2, alasannya juga jelas, karena setelah 58 tahun merdeka
> Indonesia ternyata masih belum memiliki orang2 pinter dengan falsafah
> hidup yang semakin sempurna. Yang terjadi justru mereka menggunakan
> kepinterannya itu untuk merampok dan menggerogoti negara.
>
> Khusus untuk kriteria yang nomor 2 ini, saya bermimpi bahwa calon Presiden
> atau calon wakil rakyat itu berkeinginan memperbaiki mutu ribuan pesantren
> yang ada di tanah air ini, dan bahkan menggantinya dengan sekolah2 umum.
> Jumlah pesantren dibatasi sampai puluhan saja, dan kurikulumnya dibuat
> oleh Dept. P dan K. Pesantren hanya khusus diperuntukkan untuk anak2 yang
> berkeinginan megambil jalur 'penyebaran agama islam' sebagai jalan
> hidupnya, baik itu langsung setelah pendidikan pesantrennya selesai atau
> setelah melanjutkan ke IAIN.
>
> Kenapa Pesantren harus dibatasi dan diawasi oleh Dept. P dan K, dan
> sebagian besar diganti menjadi sekolah umum? Sebab menurut saya, ribuan
> pesantren yang ada di Indonesia itu tidak membuat Republik Indonesia maju
> dan siap bersaing dalam percaturan dunia. Yang tercipta justru ribuan
> bahkan jutaan orang yang bisanya hanya menyerahkan hidupnya kepada Tuhan
> YME, tanpa berusaha untuk maju dan bekerja keras. Orang2 semacam ini
> menurut saya bagaikan pisau bermata dua yang tumpul. Disatu sisi mereka
> hanya bisa berdoa kepada Tuhan serta meratap dan menangis memohon petunjuk
> jalan yang benar, tanpa kemauan untuk 'fight' secara ksatria, pada sisi
> lain, mereka ini menjadi makanan empuk para pemimpin umat, pemimpin negara
> dan pemimpin masyarakat yang dengan leluasa terus ber-KKN ria ditengah
> keluguan, kebodohan dan bahkan ketakutan mereka. Lebih parah lagi,
> semakin banyak kaum muslim yang diperbodoh,yang membuat mereka akhirnya
> 'menutup diri' terhadap realita dunia masa kini, dan bahkan pada kondisi
> ekstrimnya menginspirasi meraka dan/atau menggerakkan mereka melakukan
> tindakan2 agresif bahkan teroristis.
>
> Kemarin malam saya melihat reportase sebuah pesantren di Indonesia (sayang
> tidak disebukan dimana, tapi kalau dilihat dari logat bicara kiayinya,
> kelihatannya ini salah satu pesantren di JaTeng atau JaTim), di salah satu
> TV Belanda.
>
> Dalam reportase tsb., saya melihat keadaan pesantren dan ungkapan2 yang
> menurut saya 'membodohkan' bangsa Indonesia, yang antara lain:
> 1- Cara mempelajari Al Qur'an pertama2 adalah menghapal, baru kemudian di
> mengerti. Jadi, khatamkan dulu Al Qur'an, tidak perlu tahu dulu artinya,
> nanti pada saatnya baru akan diberi tahu oleh Kiayi. Menurut saya, ini
> adalah metoda belajar jaman kuno. Metoda ini sama sekali tidak akan
> menunjang pengertian dan penghayatan suatu pokok bahasan. Metoda ini
> hanya menciptakan manusia-manusia 'beo'.
>
> 2- Para santri tidur berdempet-dempeten didalam kamar dengan hanya
> beralaskan tikar, tanpa bantal, sementara para kiayi tidur dengan nyaman
> diatas kasur di kamar mereka masing2. Menurut saya ini adalah pendidikan
> feodal. Ajaran yang megatakan bahwa Islam memandang semua umat manusia
> itu sama derajatnya, hanya ilusi belaka setelah melihat perbedaan 'kasta'
> ini. Mengapa para santri harus tidur bergelimpangan dilantai beralaskan
> tikar sementara para kiayi tidak?
>
> 3- Dalam reportase diceritakan seorang anak yang karena tidak selesai
> SDnya, maka dikirim orang tuanya ke pesantren. Alasan si orang tua adalah
> karena para lulusan pesantren agamanya kuat, budi pekertinya baik dan
> dihormati oleh masyarakatnya. Tapi, keahliannya apa? Jadi guru ngaji?
> Sekarang bayangkan kalau ribuan pesantren yang ada di Indonesia itu hanya
> menghasilkan guru ngaji. Apakah dengan guru2 ngaji itu, devisa Republik
> ini akan meningkat sehingga bisa mendongkrak ekonomi? Saya bertanya2
> dalam hati, mengapa orang tua si anak memilih pesantren untuk kelanjutan
> pendidikan formal anaknya? Mengapa mereka tidak mendukung pendidikan
> SD-SMP anak mereka itu? Bukankah di Indonesia ada wajib sekolah selama 9
> tahun, yang berarti setiap anak Indonesia berhak mengenyam pendidikan umum
> sekurang-kurangnya sampai SMP? Mengapa pemerintah (Dept. P dan K) tidak
> melihat terjadinya pelanggaran Hak-hak Anak Indonesia ini?
>
> 4- Dalam reportase itu juga diperlihatkan bahwa si anak diajarkan untuk
> meminum air mentah dan mengambil wudhu dari bak air yang airnya sudah
> bercampur baur dengah air wudhu orang lain yang dibuang kembali kedalam
> bak air itu. Ketika mengajarkan minum air mentah, sang mentor mengatakan
> bahwa Kiayi mengajarkan bahwa kalau kita meminum air ini dengan rasa
> cinta, maka tanpa dimasakpun kita tidak akan sakit meminumnya. Bagaimana
> mungkin ini bisa dibenarkan secara ilmu kesehatan, kecuali kalau air itu
> diambil dari mata air gunung langsung. Bukankah ini ajaran yang
> membodohkan bangsa? Disamping itu, mengambil air wudhu dari bak yang
> airnya sudah dipakai wudhu pula oleh orang lain bukankah secara kesehatan
> tidak hygienis?
>
> 5- Didalam pesantren diajarkan bahwa Osama Bin Laden adalah orang hebat.
> Dia berjuang membela agama Islam. Maka para santri seyogyanya harus
> berani seperti dia. Menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak Osama
> Bin Laden? Inikah yang ingin dihasilkan oleh ribuan pesantren di
> Indonesia?
>
> 6- Dalam salah satu dialog sesama santri, seorang santri mengatakan bahwa
> kita musti belajar ngaji supaya dapat ilmu dan hidayah dari Tuhan. Ilmu
> itu datang langsung ke kepala kita, dan kita akan menjadi seorang yang
> pintar, yang bisa berbagai macam bahasa. Bahkan kita bisa menghidupkan
> kembali ayam yang sudah tinggal tulang belulang, seperti kisah Abdul Qadir
> (?). Saya lupa nama yang disebut, tetapi diceritakan bahwa orang ini
> sedemikian sakti sehingga setelah dia memakan ayam dan tinggal tulang,
> tiba2 tulang itu bangun dan bersatu kembali menjadi ayam, yang kemudian
> berkokok dengan menuduk dan mengatakan: "Terima kasih tuan, karena tuan
> telah menghidupkan saya kembali". Melihat dialog semacam ini, saya
> merasa sedih, betapa malangnya nasib jutaan santi Indonesia yang tersebar
> di ribuan pesantren itu.
>
> 7- Dalam reportase diperlihatkan bahwa si anak tidak betah tinggal di
> pesantren dan ingin pulang kerumah orang tuanya. Tapi, ini ditakut2i oleh
> mentornya dengan mengatakan bahwa pak Kiayi mempunyai mantera, sehingga
> setiap santri yang ingin kabur, selalu tidak lama kemudian kembali lagi ke
> pesantren. Pada saat si anak menghadap pak Kiayi, pak Kiayi dengan gusar
> mengatakan bahwa si anak harus tinggal 1 bulan lagi sampai dia bisa
> sembahyang. Bahkan kalau si anak ingin sekolah di SD, pak Kiayi akan
> menyekolahkannya di SD yang ada di sekitar pesantren itu. Ini adalah
> suatu yang sangat ironis menurut saya. Disatu sisi si anak dilarang
> pulang ke rumah orang tuanya, yang menurut saya ini merupakan pelanggaran
> Hak-hak anak, karena seyogyanya pak Kiai berkonsultasi dulu dengan orang
> tua si anak sebelum memaksa si anak untuk tinggal 1 bulan lagi di
> pesantren, sementara pada sisi lain lucu sekali mendengar pak Kiayi
> bersedia membiayai si anak sekolah di SD yang berada di dekat pesantren,
> sementara orang tuanya sendiri yang bukan orang papa, tidak mau mendukung
> pendidikan SD si anak, yang berdasarkan UU diwajibkan belajar di sekolah
> umum selama 9 tahun. Ini memberikan indikasi bahwa ada yang salah
> mengenai pengajaran agama Islam kepada orang tua/masyarakat di Indonesia
> ini. Saya bermimpi, bahwa calon presiden RI yad atau calon wakil rakyat
> yad, berani mengeritik dan menuntut para pemimpin umat yang telah
> 'memperbodoh' bangsa Indonesia ini.
>
> 8- Dalam reportase diperlihatkan bahwa pesantren itu mendapat dukungan
> dari salah satu negara Arab, yang wakilnya datang membawa buku2 gratis dan
> mengajar bahasa Arab. Pertanyaan yang muncul di benak saya, apakah tidak
> ada kontrol dari pihak Dept. P dan K terhadap kemungkinan dijadikannya
> pesantren ini sebagai kepanjangan tangan ideologi terorisme yang berakar
> di Timur Tengah sana? Didalam salah satu ruangan para santri terlihat 2
> buah poster besar Osama Bin Laden dan Saddam Hussein yang tertempel di
> dinding, membuat saya bertanya2, kalau Osama Bin Laden dianggap sebagai
> pahlawan Islam, apakah Sadda Hussein juga dianggap demikian, sehingga para
> santri harus mencotoh suri tauladan kedua pahlawan itu?
>
> Reportase diatas memang hanya terhadap 1 pesantren dari ribuan pesantren
> yang ada di Indonesia. Memang tidak representatif. Namun, melihat
> meningkatnya ancaman terorisme yang diahadapi Indonesia akhir2 ini, dan
> melihat semakin banyaknya orang pintar di negeri ini dengan falsafah hidup
> yang berbanding terbalik, saya berpendapat bahwa membenahi pesantren dan
> melaksanakan wajib belajar 9 tahun secara tegas dan konsisten, harus
> merupakan salah satu prioritas utama para pemimpin republik ini untuk
> periode pemerintahan yad, disamping secara bersamaan melakukan
> pemberantasan KKN yang tak pandang bulu.
>
> Bagaimana pendapat lain?
> Salam hangat,
> HermanSyah XIV.
>
>
>
>
>
>
> Syafril Hermansyah <[EMAIL PROTECTED]>
> 12/12/2003 05:11
> Please respond to yonsatu
>
>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> cc:
> Subject: [yonsatu] Pemimpin dan Parpol yg cocok utk negeri
ini ? [ was Fw:
> [yonsatu] Re: Buku Pemberantasan Korupsi]
>
>
> 8<--
> Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater
> Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697
> -->8
>
> Hallo Gank!
>
> Pemilu dan Pemilihan Presiden baru sudah di depan mata.
> Kita di Mahawarman memang selama ini tidak ikutan politik, walaupun kita
> memonitor politik agar bisa menentukan posisi di dunia kang ouw negeri
> ini.
> Mahawarman memang bukan organisasi Politik, akan tetapi kita (kalau mau)
> bisa menjadi pressure groups dengan memberikan opini dan telaah yg baik
> untuk organisasi politik, demi kemajuan bangsa.
>
> Dari diskusi terakhir soal korupsi kita sepakat perlu adanya homogenitas
> agar bangsa ini bisa maju dg cepat, setidaknya ada satu yg sama y.i.
> sistem nilai yg diakui secara bersama (Panca Sila). Di Panca Sila ada
> disebutkan mengenai tujuan jangka panjang kita y.i. Masyarakat Adil
> Makmur, akan tetapi untuk menuju kesana diperlukan tujuan jangka antara
> (jangka pendek dan menengah), serta pemimpin yg sanggup
> mengimplementasikan visi dan misi negara ini.
>
> Pertanyaannya sekarang, kriteria/pertanyaan apa yg cocok kita ajukan ke
> Partai Politik dan Calon Presiden mendatang agar rakyat kita tidak salah
> memilih Parpol dan Presidennya ?
>
>
> Begin forwarded message:
>
> Date: Thu, 11 Dec 2003 11:17:10 +0700
> From: Syafril Hermansyah <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [yonsatu] Re: Buku Pemberantasan Korupsi
>
>
> 8<--
> Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater
> Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697
> -->8
>
> On Thu, 11 Dec 2003 07:13:46 +0700
> Chatief Kunjaya wrote:
>
> > Benar sekali pak, kita membutuhkan sesuatu yang menjadi acuan bersama
> > dalam bertindak di masyarakat. Sampai sekarang saya kira Pancasila-lah
> > yang bisa menjadi acuan bersama sehingga kita bisa bersatu. Tapi
> > sayang cara-cara sosialisasinya yang salah, terlalu artificial terlalu
> > dipaksakan sehingga banyak pihak menjadi antipati terhadap penataran
> > P4 (termasuk saya)
>
> Memang maksud baik akan tetapi jika cara penanganan tidak bagus hasilnya
> juga tidak bagus.
>
> > Mengenai homogenitas dan heterogenitas, seperti juga kita tidak dapat
> > memilih untuk dilahirkan oleh siapa, kita juga tidak bisa memilih
> > untuk homogen atau heterogen. Masing-masing ada keuntungannya ada
> > kekurangannya. Bayangkan pak, kalau tubuh kita ini kepala semua atau
> > tangan semua, nggak ada kaki nggak ada jantung, nggak ada dada.
> > Oh...seram....
>
> Kalau ibarat tubuh kita, ada pemersatu/koordinatornya y.i. otak (dan
> hati kalau menurut konsep Islam).
>
> > Tapi untuk bisa bersatu memang kita membutuhkan sesuatu yang sama,
> > common values. Untuk itulah para pendiri Republik Indonesia menggali
> > Pancasila dan menentukan bahasa pemersatu.
> >
> > Singkatnya apa yang baik dari homogenitas dan heterogenitas kita
> > ambil, kita ramu dan kita nikmati, sementara yang jelek-jeleknya
> > sedapat mungkin dijauhkan, bagaimana caranya ya ?
>
> Kalau mengambil analogi tubuh kita diatas, maka yg diperlukan adalah
> seorang pemimpin yg visioner (menggunakan hati/insting dan otaknya untuk
> berpikir dg baik) dan administrator (menggunakan hati/insting dan
> otaknya utk melakukan koordinasi semua bagian tubuh). Visioner dan
> administrator tidak usah harus di satu orang (kalau kita tidak punya
> Superman macam itu), bisa dua orang yg berbeda akan tetapi mengerti satu
> sama lain.
>
>
> --
> syafril
> -------
> Syafril Hermansyah
>
>
> --[YONSATU -
> ITB]----------------------------------------------------------
> Arsip : http://yonsatu.mahawarman.net
> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
> News Arsip :
http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman
>
>
>
> --
> syafril
> -------
> Syafril Hermansyah
>
>
> --[YONSATU -
> ITB]----------------------------------------------------------
> Arsip : http://yonsatu.mahawarman.net
> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
> News Arsip :
http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman
>
>
>
>
> --[YONSATU -
ITB]----------------------------------------------------------
> Arsip : http://yonsatu.mahawarman.net
> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
> News Arsip : http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Arsip : http://yonsatu.mahawarman.net
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
News Arsip : http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman