8<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<
Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater
Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>8
Bagaimana pendapat Bapak dan Ibu tentang pidato Kwik Kian Gie ini ?
Salam,
Kunjaya
----------Forwarded message ----------
SAMBUTAN
MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BAPPENAS=20
DALAM PRE-CGI MEETING=20
Jakarta, 10 Desember 2003=20
Bapak dan Ibu yang saya hormati,=20
Para hadirin yang berbahagia,=20
Seperti yang tercantum dalam agenda, hari ini saya diminta berbicara =
dalam Working Group yang dinamakan Policy Dialogue dengan topik "Aid =
Effectiveness". Sepanjang ingatan saya setiap tahun kita berbicara =
tentang aid dffectiveness. Maka pada tahun 2002 saya telah berbicara =
tentang hal ini dalam Pre-CGI Meeting, yang naskahnya saya bagikan pada =
hari ini, karena pendirian saya masih tidak berubah.=20
Walaupun ada hubungannya dengan efektivitas dari penggunaan utang luar =
negeri, hari ini saya akan menyinggung aspek-aspek lainnya.=20
Utang luar negeri yang terus menerus diberikan kepada Indonesia ternyata =
mengakibatkan semakin tergantungnya Indonesia pada negara-negara =
kreditur dan lembaga-lembaga keuangan internasional. Salah satu bentuk =
ketergantungan ini adalah semakin hancur leburnya keuangan pemerintah =
Indonesia.=20
Mengapa? Karena ketergantungan itu bertambah parah dengan dimintanya IMF =
membantu Indonesia dalam menghadapi krisis kepercayaan di tahun 1997. =
Tidak dikira sebelumnya bahwa IMF akan memaksakan kehendaknya yang =
demikian tidak masuk akal dan tidak fair-nya.=20
2=20
Apa yang saya artikan? Sangat banyak. Kalau harus saya kemukakan =
semuanya akan makan waktu seluruh hari. Maka saya akan mengemukakan =
beberapa saja.=20
Pertama, yang paling mencolok adalah cakupan campur tangannya. Staf kami =
membuat ikhtisar dari semua Memorandaum of Economic and Financial =
Policies atau MEFP (yang juga terkenal dengan sebutan Letter of Intent) =
dalam bentuk setiap tindakan yang harus dilakukan oleh pemerintah =
Indonesia. Sampai LoI tanggal 11 Juni 2002, cakupannya adalah 1243 =
tindakan dalam bidang-bidang perbankan, utang, desentralisasi, =
lingkungan, fiskal, perdagangan luar negeri, deregulasi dan perbankan, =
pinjaman dan pemulihan asset, kebijakan moneter dan Bank Sentral, =
privatisasi BUMN, jaring pengaman sosial dan lain-lain. Saya =
bertanya-tanya apakah IMF yang lembaga moneter itu dibenarkan mencampuri =
hampir semua bidang kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia yang =
adalah negara yang merdeka dan berdaulat?=20
Jelas tidak dapat dibenarkan. Tetapi memang demikianlah kenyataannya, =
keuangan negara-negara seperti Indonesia sengaja dibuat bangkrut =
terlebih dahulu, dan melalui ketergantungan dalam bidang keuangan ini, =
Indonesia telah sepenuhnya dikendalikan oleh negara-negara pemberi utang =
dan lembaga-lembaga keuangan internasional bagaikan satu kartel. Dalam =
buku yang ditulis John Pilger dan yang juga ada film dokumenternya, yang =
berjudul "The New Rulers of the World", antara lain dikatakan:=20
"In this world, unseen by most of us in the global north, a =
sophisticated system of plunder has forced more than ninety countries =
into "structural adjustment" programmmes since the eighties, widening =
the divide between rich and poor as never before. This is known as =
"nation building" and "good governance" by the "quad" dominating the =
World Trade Organisation (the United States, Europe, Canada and Japan) =
and the Washington triumvirate (the World Bank, the IMF and the US =
Treasury) that control even minutes aspects of government policy in =
developing countries. Their power derives largely from an unrepayable =
debt=20
3
that forces the poorest countries to pay US$100 million to western =
creditors every day. The result is a world where an elite of fewer than =
a billion people cntrols 80% of humanity's wealth."=20
(terjemahan: "Dalam dunia ini, yang tidak dilihat oleh bagian terbesar =
dari kami yang hidup di bagian utara dunia, cara perampokan yang canggih =
telah memaksa lebih dari sembilan puluh negara masuk ke dalam program =
penyesuaian struktural sejak tahun delapan puluhan, yang membuat =
kesenjangan antara kaya dan miskin semakin menjadi lebar. Ini terkenal =
dengan istilah "nation building" dan "good governanve" oleh "empat =
serangkai" yang mendominasi World Trade Organisation (Amerika Serikat, =
Eropa, Canada dan Jepang), dan triumvirat Washington (Bank Dunia, IMF =
dan Departemen Keuangan) yang mengendalikan setiap aspek detil dari =
kebijakan pemerintah di negara-negara berkembang. Kekuasaan mereka =
diperoleh dari utang yang belum terbayar, yang memaksa negara-negara =
termiskin membayar US$100 juta per hari kepada para kreditur barat. =
Akibatnya adalah sebuah dunia, di mana elit yang lebih sedikit dari satu =
milyar orang menguasai 80% dari kekayaan seluruh umat manusia.")=20
Para hadirin yang saya hormati,=20
Ini ditulis oleh John Pilger, seorang wartawan Australia yang bermukim =
di London, yang tidak saya kenal, sehingga antara John Pilger dan saya =
tidak pernah ada komunikasi. Namun ada beberapa kata yang saya rasakan =
berlaku untuk bangsa Indonesia dan yang relevan dengan yang baru saya =
kemukakan, yaitu kalimat John Pilger yang mengatakan: "Their power =
derives largely from an unrepayable debt that forces the poorest =
countres...." dan seterusnya.=20
Dalam hal Indonesia, keuangan negara sudah bangkrut di tahun 1967, =
paling tidak demikianlah yang digambarkan oleh para teknokrat ekonom =
Orde Baru yang dipercaya oleh Presiden Soeharto untuk memegang tampuk =
pimpinan dalam bidang perekonomian. Maka dalam buku John Pilger tersebut =
antara lain juga dikemukakan sebagai berikut:=20
4=20
Saya kutip halaman 37 yang mengatakan: "In November 1967, following the =
capture of the 'greatest price', the booty was handed out. The Time-Life =
Corporation sponsored an extraordinary conference in Geneva which, in =
the course of three days, designed the corporate takeover of Indonesia. =
The participants included the most powerful capitalists in the world, =
the likes of David Rockeffeller. All the corporate giants of the West =
were represented: the major oil companies and banks, General Motors, =
Imperial Chemical Industries, British Leyland, British American Tobacco, =
American Express, Siemens, Goodyear, the International Paper =
Corporation, US Steel. Accross the table were Suharto's men, whom =
Rockefeller called 'Indonesia's top economic team'".=20
Untuk melakukan ini semua, tentu dibutuhkan putera-putera bangsa =
Indonesia. Oleh John Pilger mereka ditulis di halaman 38 yang =
menggambarkan suasana di Jenewa sebagai berikut (saya kutip): "In =
Geneva, the Sultan's team were known as the 'Berkeley Mafia' , as =
several had enjoyed US government scholarships at the University of =
California at Berkeley. They came as supplicants and duly sang for the =
supper. Listing the principal selling points of his country and its =
people, the Sultan offered ".... abundance of cheap labour .... a =
treasure house of resources ..... vast potential market".=20
(terjemahan: "Dalam bulan November 1967, menyusul tertangkapnya 'hadiah =
terbesar', hasil tangkapannya dibagi. The Time-Life Corporation =
mensponsori konperensi istimewa di Jenewa yang dalam waktu tiga hari =
merancang pengambil alihan Indonesia. Para pesertanya meliputi para =
kapitalis yang paling berkuasa di dunia, orang-orang seperti David =
Rockefeller. Semua raksasa korporasi Barat diwakili: =
perusahaan-perusahaan minyak dan bank, General Motors, Imperial Chemical =
Industries, British Leyland, British American Tobacco, American Express, =
Siemens, Goodyear, The International Paper Corporation, US Steel. Di =
seberang meja adalah orang-orangnya Soeharto yang oleh Rockefeller =
disebut "ekonom-ekonom Indonesia yang top".=20
5
"Di Jenewa, Tim Sultan terkenal dengan sebutan 'the Berkeley Mafia', =
karena beberapa di antaranya pernah menikmati beasiswa dari pemerintah =
Amerika Serikat untuk belajar di Universitas California di Berkeley. =
Mereka datang sebagai peminta-minta yang menyuarakan hal-hal yang =
diinginkan. Menyodorkan butir-butir yang dijual dari negara dan =
bangsanya, Sultan menawarkan: .. buruh murah yang melimpah..cadangan =
besar dari sumber daya alam ... pasar yang besar."=20
Di halaman 39 ditulis: "On the second day, the Indonesian economy was =
carved up, sector by sector. 'This was done in the most spectacular way' =
, said Jeffry Winters, professor at Northwestern University, Chicago, =
who, with doctoral student Brad Sampson, has studied the conference =
papers. 'They divided up into five different sections: mining in one =
room, services in another, light industry in another, banking and =
finance in another; and what Chase Manhattan did was sit with a =
delegation and hammer out policies that were going to be acceptable to =
them and other investors. You had these big corporate people going =
around the table, saying this is what wee need: this, this and this, and =
they basically designed the legal infrastructure for investment in =
Indonesia. I have never heard of a situation like this where global =
capital sits down with the representatives of a supposedly sovereign =
state and hammers out the conditions of their own entry into that =
country.=20
The Freeport Company got a mountain of copper in West Papua (Henry =
Kissinger is currently on the board). An American and European =
cosorstium got West Papua's nickel. The giant Alcoa company got the =
biggest slice of Indonesia's bauxite. A group of American, Japanese and =
French companies got the tropical forests of Sumatra, West Papua and =
Kalimantan. A Foreign Investment Law, hurried on to the statutes by =
Soeharto, made this plunder tax free for at least five years. Real, and =
secret, control of the Indonesian economy passed to the =
Inter-Governmental Group on Indonesia (IGGI), whose principal members =
were the US, Canada, Europe, Australia and, most importantly, the =
International Monetary Fund and the World Bank."=20
6
(terjemahan: "Di halaman 39 ditulis: "Pada hari kedua, ekonomi Indonesia =
telah dibagi, sektor demi sektor. 'Ini dilakukan dengan cara yang =
spektakuler' kata Jeffry Winters, guru besar pada Northwestern =
University, Chicago, yang dengan mahasiwanya yang sedang bekerja untuk =
gelar doktornya, Brad Sampson telah mempelajari dokumen-dokumen =
konperensi. 'Mereka membaginya ke dalam lima seksi: pertambangan di satu =
kamar, jasa-jasa di kamar lain, industri ringan di kamar lain, perbankan =
dan keuangan di kamar lain lagi; yang dilakukan oleh Chase Manhattan =
duduk dengan sebuah delegasi yang mendiktekan kebijakan-kebijakan yang =
dapat diterima oleh mereka dan para investor lainnya. Kita saksikan para =
pemimpin korporasi besar ini berkeliling dari satu meja ke meja yang =
lain, mengatakan: ini yang kami inginkan: ini, ini dan ini, dan mereka =
pada dasarnya merancang infra struktur hukum untuk berinvestasi di =
Indonesia. Saya tidak pernah mendengar situasi seperti itu sebelumnya, =
di mana modal global duduk dengan para wakil dari negara yang =
diasumsikan sebagai negara berdaulat dan merancang persyaratan buat =
masuknya investasi mereka ke dalam negaranya sendiri.=20
Freeport mendapatkan bukit (mountain) dengan tembaga di Papua Barat =
(Henry Kissinger duduk dalam board). Sebuah konsorsium Eropa mendapat =
nikel Papua Barat. Sang raksasa Alcoa bagian terbesar dari bauksit =
Indonesia. Sekelompok perusahaan-perusahaan Amerika, Jepang dan Perancis =
mendapat hutan-hutan tropis di Sumatra, Papua Barat dan Kalimantan. =
Sebuah undang-undang tentang penanaman modal asing yang dengan buru-buru =
disodorkan kepada Soeharto membuat perampokan ini bebas pajak untuk lima =
tahun lamanya. Nyata dan secara rahasia, kendali dari ekonomi Indonesia =
pergi ke Inter Governmental Group on Indonesia (IGGI), yang =
anggota-anggota intinya adalah Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Australia =
dan, yang terpenting, Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia."=20
Sekali lagi para hadirin yang terhormat, semuanya itu tadi =
kalimat-kalimatnya John Pilger yang tidak saya kenal.=20
7
Kalau kita percaya John Pilger, Brad Sampson dan Jeffry Winters, sejak =
tahun 1967 Indonesia sudah mulai dihabisi (plundered) dengan tuntunan =
oleh para elit bangsa Indonesia sendiri yang ketika itu berkuasa.=20
Setelah itu sampai meledaknya krisis ekonomi di tahun 1997 yang disusul =
dengan depresi yang cukup hebat, kondisi moneter dan kepercayaan =
Indonesia hancur. Rupiah merosot nilainya dari Rp2.400 per dollar =
menjadi Rp16.000 per dollar. Kepercayaan dunia internasional maupun para =
pengusaha Indonesia sendiri merosot sampai nol. Dalam kondisi seperti =
itu Indonesia sebagai anggota IMF menggunakan haknya minta bantuannya, =
yang diberikan dalam bentuk Extended Fund Facility. Ketika itu diumumkan =
kepada dunia bahwa IMF memberikan pledge bantuan sebesar US $43 milyar. =
Ini adalah gebrakan supaya kepercayaan pulih. Bagaimana bentuknya tidak =
diketahui sebelumnya oleh rakyat Indonesia. Baru belakangan dialami =
bahwa caranya memberikan bantuan keuangan adalah sedikit demi sedikit, =
setelah pemerintah Indonesia menyelesaikan program kerja yang dituangkan =
dalam Letter of Intent. Karena itu, jumlah pledge sebesar US$43 milyar =
tidak pernah direalisasikan.=20
Cadangan devisa Indonesia yang ketika itu atau di tahun 1997 sebesar =
US$14,7 milyar meningkat terus atas kekuatan sendiri menjadi sekitar =
US$25 milyar. Sementara itu, sebagai hasil dari disbursements oleh IMF =
setiap kali LoI selesai dilaksanakan, jumlahnya akan terakumulasi =
menjadi US$9 milyar pada akhir tahun ini, ketika hubungan antara =
Indonesia dan IMF dalam bentuk Extended Fund Facility berakhir.=20
Baikkah semua resep yang dipaksakan kepada pemerintah Indonesia dalam =
LoI demi LoI? Menurut pendapat saya dan menurut banyak ekonoom lainnya, =
termasuk Joseph Stiglitz tidak. Banyak kesalahan dan blunder yang dapat =
dikemukakan, tetapi saya akan memulai dengan dua kebijakan besar yang =
merusak ekonomi Indonesia luar biasa.=20
Kalau gambaran John Pilger proses plundering sudah dimulai di tahun =
1967, di tahun 1996 yang tampaknya dari luar sangat bagus, di=20
8
dalamnya tentunya sudah keropos. Dengan masuknya IMF di tahun 1998 =
sekali lagi perekonomian Indonesia dirusak dalam waktu yang jauh lebih =
singkat.=20
Dua kerugian sangat besar yang dipaksakan oleh IMF kepada Indonesia, =
yaitu dalam menghadapi resesi dan depresi yang begitu hebat, resep yang =
dipaksakan adalah kebijakan super tight money policy yang memberlakukan =
tingkat suku bunga sebesar antara 40% sampai 60% sampai hampir satu =
tahun. Menurut saya (yang menurut IMF pasti dianggap tolol), ini =
merupakan salah satu penyebab penting mengapa pemulihan ekonomi =
Indonesia berjalan begitu lambat dibandingkan dengan negara-negara ASEAN =
lainnya.=20
Kebijakan merusak luar biasa yang kedua adalah dipaksanya pemerintah =
Indonesia melikwidasi 16 bank tanpa persiapan, dengan akibat rentetan =
kejadian-kejadian yang membuat perbankan domestik porak poranda. IMF =
menyuruh pemerintah menginjeksi perbankan nasional yang rusak berat =
karena dirampok (plundered) oleh pemiliknya sendiri dengan obligasi =
rekapitalisasi perbankan (OR) sebesar Rp430 trilyun dengan kewajiban =
pembayaran bunga sebesar Rp600 trilyun. Juga dipaksanya pemerintah =
Indonesia untuk menjual bank-bank dengan waktu yang ditentukan dan =
diumumkan kepada dunia sehingga hanya dapat dijual dengan harga yang =
sangat rendah seperti Bank Central Asia. Detilnya telah saya kemukakan =
dalam beberapa buku yang dibagikan kepada forum ini.=20
Masih banyak lagi kesalahan dan blunder yang dipaksakan oleh IMF kepada =
kita seperti MSAA, pemberian Release and Discharge, dan sebagainya. =
Tetapi fokus hari ini adalah utang dan efektivitasnya.=20
Utang yang diberikan oleh CGI kepada Indonesia jelas sangat tidak =
efektif. Apa ukurannya apakah utang efektif atau tidak? Utang hanya =
boleh disebut efektif kalau dapat dibayar kembali dengan hasil yang =
diperoleh dari proyek yang dibiayai oleh utang. Sudah terbukti bahwa =
setelah utang diberikan selama 35 tahun tanpa henti, dan dalam 32 tahun =
pemerintah Soeharto diberikan dalam ekonomi yang tumbuh=20
9
rata-rata 7% per tahun, ternyata sudah lama tidak dapat dibayar dari =
penerimaan pemerintah sebagai hasil dari utang yang diinvestasikan. =
Sudah lama sebelum tahun 1999 utang yang jatuh tempo hanya dapat dibayar =
dengan menggali utang baru. Namun sejak tahun 1999, kebijakan gali =
lubang tutup lubang ini sudah tidak mempan lagi. Maka untuk pertama =
kalinya di tahun 1999 Indonesia harus minta penundaan pembayaran cicilan =
utang yang jatuh tempo dan tidak mampu dibayar. Demikian juga dengan =
yang jatuh tempo di tahun 2000 dan di tahun 2002.=20
Jadi utang yang diberikan selama 32 tahun kepada ekonomi yang tumbuh =
rata-rata 7% per tahun ternyata tidak dapat dibayar kembali beserta =
bunganya yang jatuh tempo. Hanya bisa membayar dengan cara melikwidasi =
kekayaan negara. Terus apa gunanya mengkaitkan jumlah utang dengan =
besarnya PDB, kalau sudah terbukti bahwa meningkatnya PDB terus menerus =
tidak mampu membangkitkan pendapatan untuk membayar utang dan bunganya =
tepat waktu? Apakah hanya supaya terlihat menurun?=20
Seperti yang pernah saya kemukakan dalam pidato kepada sidang CGI =
terdahulu, utang hanya dapat dibayar dengan cara melikwidasi kekayaan. =
Saya katakan ketika itu, bayangkan adanya pengusaha yang berutang untuk =
mendirikan sebuah paberik. Ketika utang harus dibayar, pembayaran utang =
hanya dapat dilakukan dengan menjual paberiknya dengan rugi sangat =
besar, yang dinamakan recovery rate yang rendah. Sang pengusaha lantas =
berutang lagi mendirikan paberik yang kedua. Pada waktu utang ini jatuh =
tempo, ternyata juga hanya dapat dibayar dengan menjual paberiknya lagi =
dengan recovery rate yang rendah. Anda, seperti halnya dengan saya pasti =
berpendapat bahwa pengusaha yang bersangkutan seorang yang tidak waras =
atau insane. Tetapi Anda semua menyetujui IMF yang memaksa pemerintah =
Indonesia melakukan hal yang sama dalam melakukan pembayaran utang =
pemerintah.=20
Jadi bukan hanya utang dari CGI tidak efektif, tetapi disuruh melakukan =
hal-hal yang insane dalam rangka utang mengutang ini.=20
10=20
Kalau saya demikian kritisnya terhadap utang dari CGI, apakah saya =
berpendapat bahwa sebaiknya tidak ada CGI lagi saja, dan tahun ini sama =
sekali tidak berutang? Tidak mungkin. Bukan karena saya tidak konsisten =
dalam ketidak sukaan saya terhadap utang yang tanpa kendali dan tanpa =
batas, tetapi karena utang yang sudah terlanjur demikian besarnya =
membuat pemerintah harus berutang terus untuk dapat menjalankan roda =
pemerintahan dan membangun yang seminimal mungkin.=20
Kemampuan kita membangun memang hanya sangat minimal saja. Mengapa? Akan =
kita lihat angka-angkanya. Bangsa Indonesia sudah mengetahui akan =
ketidak mampuannya membangun infrastruktur yang memadai, karena keuangan =
negara telah dibuat bangkrut.=20
Bagaimana gambarannya? Angka-angka APBN tahun 2004 saya tuangkan dalam =
Tabel 1 yang formatnya saya susun sendiri supaya orang awam dapat =
memahaminya.=20
Kita lihat dalam Tabel 1 bahwa beban pembayaran bunga untuk utang dalam =
negeri sebesar Rp42,3 trilyun dan bunga untuk utang luar negeri sebesar =
Rp24,4 trilyun. Untuk bunga saja sebesar Rp65,7 trilyun. Pembayaran =
cicilan utang pokok dalam negeri yang jatuh tempo sebesar Rp21,2 trilyun =
dan luar negeri sebesar Rp44,4 trilyun. Pembayaran cicilan utang pokok =
seluruhnya sebesar Rp65,5 trilyun. Beban utang seluruhnya sebesar =
Rp131,2 trilyun.=20
Kita lihat bahwa pembayaran bunga utang saja sudah sebesar 92,67% dari =
seluruh anggaran pembangunan yang sebesar Rp70,9 trilyun. Kalau seluruh =
beban utang dihitung, beban utang sebesar 185% dari seluruh anggaran =
pembangunan. Kiranya jelas bahwa kita mesti berutang lagi dan nampaknya =
masih akan terus menerus di tahun-tahun mendatang, kecuali ada kemauan =
sangat keras untuk menguranginya secara drastis.=20
11
Dengan beban utang sebesar ini, kecuali harus berutang terus, apa saja =
yang harus kita korbankan? Mari kita tengok sektor-sektor penting dari =
pengeluaran pemerintah.=20
Sektor pendidikan memperoleh alokasi tertinggi dari anggaran pembangunan =
yaitu sebesar Rp15,34 trilyun. Ini hanya 23,35% saja dari bunga utang =
yang harus dibayar. Kalau cicilan pokoknya ditambahkan hanya 11,7% saja. =
Kondisi TNI/POLRI kita sangat mengenaskan, baik dalam persenjataan =
maupun dalam mempertahankan kodisi fisik para anggotanya. Belum lama ini =
kita diejek dan dilecehkan di atas bumi kita sendiri oleh 5 buah pesawat =
Hornet AS yang mengepung dan me-lock 2 pesawat F-16 kita. Kita punyanya =
hanya 2 buah ini. Ketika berupaya membeli lagi yang jauh lebih murah =
dari Russia, yaitu pesawat Sukhoi, tak ada uangnya sehingga harus main =
akrobat melalui imbal beli yang menimbulkan masalah lagi. Dalam =
mempertahankan NKRI dan memerangi terorisme, anggaran pembangunan =
dinaikkan sampai yang terbesar kedua setelah sektor pendidikan. Anggaran =
pembangunan untuk sektor pertahanan dan keamanan menjadi Rp10,72 =
trilyun. Alangkah kontrasnya kalau kita nyatakan dalam persen dari =
pembayaran bunga utang saja. Jatuhnya hanya 16,3% saja.=20
Infrastruktur kita rusak berat. Tiada hari tanpa rel kereta api yang =
patah. Tetapi alokasi anggaran pembangunan untuk sub sektor transportasi =
darat sebesar Rp1,83 trilyun atau hanya 2,79% saja dari kewajiban =
pembayaran bunga utang. Kalau cicilan utang pokok ditambahkan, sub =
sektor perhubungan darat hanya 1,39% saja dari semua pengeluaran uang =
yang berhubungan dengan utang. Ini keseluruhan sektor perhubungan darat =
yang di dalamnya macam-macam, antara lain rel kereta api yang rusak =
berat.=20
Kalau kita menengok uang yang tersedia untuk perbantuan kepada sekitar =
40 juta sesama warga negara yang miskin supaya tidak sakit parah atau =
meninggal dibandingkan dengan jumlah pengeluaran yang harus dilakukan =
untuk membayar bunga dan cicilan pokoknya, lebih-=20
12
lebih lagi menyedihkan. Pemerintah mengembangkan sekitar 54 program yang =
dilakukan oleh berbagai kementerian ke dalam 15 sektor. Jumlah =
seluruhnya sekitar Rp12 trilyun. Ini hanya 16,93% dari anggaran =
pembangunan. Pengeluaran untuk membayar cicilan utang dan bunga sebesar =
185% dari anggaran pembangunan.=20
Beban Obligasi Rekap Perbankan (OR) yang selalu sangat merisaukan banyak =
orang sekarang mulai menampakkan diri dengan angka-angka yang sangat =
mengerikan. Akankah keuangan negara bertahan untuk tahun 2005 ke atas =
kalau kita bersikap konvensional? Apakah ini yang dikatakan bahwa fiskal =
kita sustainable walaupun ada beban OR yang demikian dahsyatnya? Beban =
OR ini akan berlanjut entah sampai berapa tahun lagi ke depan. Semua =
usulan menuju peringanan ditampik oleh IMF dan Tim Ekonomi. Lantas beban =
OR yang demikian beratnya ini untuk kepentingannya berapa orang? Seperti =
dikatakan tadi, yang miskin sekitar 40 juta orang.=20
Sambil melakukan ini semuanya, kita terpaksa harus berutang baru setiap =
tahunnya di forum CGI. Itulah yang saya artikan utang yang terlampau =
besar memaksa kita berutang terus. Kita sudah masuk ke dalam jurang =
jebakan utang atau debt trap.=20
Sekarang kita lihat apa semuanya yang harus dilakukan oleh pemerintah =
Indonesia di tahun 2004?=20
Penerimaan rutin tidak cukup. Seperti yang terlihat dalam Tabel 1, di =
luar penerimaan rutin itu kita harus melakukan hal-hal sebgai berikut: =
menguras simpanan pemerintah sebesar Rp19,2 trilyun, menjual BUMN =
sebesar Rp5 trilyun, menjual asset BPPN sebesar Rp5 trilyun, utang baru =
dari rakyat Indonesia sebesar Rp32,5 trilyun. Utang dari luar negeri =
untuk program sebesar Rp8,5 trilyun dan untuk proyek sebesar Rp19,7 =
trilyun. Seluruhnya Rp88,9 trilyun. Dua pos terakhir bagian terbesarnya =
dari CGI dan lembaga-lembaga keuangan internasional.=20
13
Jadi semakin jelas bahwa utang yang dilakukan terus menerus tanpa henti =
dari CGI ditambah dengan utang dadakan untuk menutup lubang besar dalam =
perbankan membuat kita harus berutang terus.=20
Para kreditur CGI dan lembaga-lembaga keuangan internasional itu di satu =
pihak menunjukkan sikap yang sok sulit, tetapi terasa jelas sekali =
menyodor-nyodorkan kreditnya. Maunya menjadi rentenir, tetapi sok =
membantu bangsa Indonesia.=20
Bangsa Indonesia tidak membutuhkan bantuan. Debitur memang perlu kredit, =
tetapi kreditur juga perlu memperoleh pendapatan bunga. Dua-duanya =
saling membutuhkan, sehingga tidak masuk akal dan tidak fair menempatkan =
debitur pada kedudukan sebagai subordinate. Contohnya ketika Bappenas =
mengatakan akan berusaha keras membatalkan proyek-proyek yang belum =
dimulai walaupun kontrak pemberian kreditnya sudah lama ditandatangani, =
para kreditur itu buru-buru mengatakan bahwa berlakunya perjanjian =
kredit masih dapat ditunda.=20
Tentang tidak boleh menunda pembayaran, tidak boleh haircut dan =
sebagainya para kreditur pemerintah Indonesia sudah sangat tidak fair. =
Mereka menganjurkan, bahkan boleh dikatakan memaksa Indonesia melakukan =
restrukturisasi besar-besaran terhadap utang oleh para konglomerat yang =
terang-terangan kriminal. Tetapi sendirinya tidak mau lagi melakukan =
restrukturisasi yang sama saja dengan penjadualan kembali atau penundaan =
pembayaran utang yang jatuh tempo oleh pemerintah Indonesia. Mereka tahu =
persis bahwa yang dinamakan good corporate governance yang mereka =
ajarkan mengatakan bahwa barang siapa memberi utang harus melakukan =
penilaian tentang kemampuan debitur membayar kembali utang beserta =
bunganya tepat waktu. Kalau ternyata penilaiannya meleset, mereka harus =
ikut menanggung sebagian dari kerugiannya. Ini namanya haircut. Itulah =
sebabnya tidak ada bank dan tidak ada perusahaan yang memberikan =
suppliers' credit yang tidak membuat cadangan untuk piutang ragu-ragu =
dan piutang macet. Dari cadangan piutang ragu-ragu dan cadangan piutang =
macet inilah kerugian bank yang kreditnya tidak terbayar ditutup. Tetapi =
pada sektor pemerintahan prinsip yang dianggap sangat prudent ini tidak =
boleh=20
14
diberlakukan. Mungkin benar yang dikatakan oleh John Pilger bahwa kita =
memang ditekan dan dieksploitasi oleh negara-negara kaya dengan kekuatan =
yang "derives largely from an unrepayable debt."=20
Bukan saja para kreditur asing kepada Indonesia mengajarkan prinsip =
harus ikut menanggung kerugian kredit macet kalau penilaiannya salah, =
mereka bahkan "memaksa" pemerintah menutup bolongnya keuangan perbankan =
yang digerogoti oleh para pemiliknya sendiri dengan obligasi =
rekapitalisasi (OR), tetapi dia sendiri memperlakukan pemerintah =
Indonesia sebaliknya. Mereka mengajarkan tidak boleh membentuk kartel =
atau menciptakan kondisi monopolistik, tetapi sendirinya membentuk =
kartel antara CGI, Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, Paris Club, London =
Club di bawah pimpinan IMF. Perilaku dan sikapnya dalam perundingan =
Paris Club jelas kartel. Para kreditur ada di satu kamar dan pemerintah =
Indonesia di kamar lain. Tidak boleh ada kontak sama sekali kecuali =
melalui penghubung. Maksudnya supaya semua negara kreditur itu kompak =
terus dan tidak ada persaingan di antara mereka dalam menghadapi =
Indonesia, yaitu supaya sama-sama kerasnya.=20
Lagi-lagi perlakuan yang asimetris dan penggunaan standar yang berbeda =
sesuai dengan kepentingannya sendiri.=20
Mari sekarang kita telaah cara menyelesaikan utang pengusaha besar yang =
ditimbulkan dengan cara menggerogoti bank miliknya sendiri. Pemecahannya =
yang didukung dan disetujui sepenuhnya oleh IMF adalah menandatangani =
perjanjian yang disebut Master of Settlement and Acquisition Agreement =
(MSAA). Apa isinya? Pelanggaran pidana yang dicantumkan begitu jelas =
dalam Undang-Undang tentang Perbankan dalam hal legal lending limit =
dilanggar habis-habisan. Toh diberikan release and discharge terhadap =
tindak kriminal ini, asalkan memenuhi persyaratan membayar kembali =
utangnya dengan asset yang nilai penjualannya hanya sekitar 15% sampai =
20% saja.=20
Siapa yang merancang perjanjian ini? Seorang ahli hukum muda belia dari =
Amerika Serikat. Ketika diingatkan oleh seorang akhli hukum=20
15
Indonesia senior yang jelas pandai, bahwa MSAA adalah perjanjian perdata =
yang tidak mungkin meniadakan pasal pelanggaran pidana dalam =
Undang-Undang tentang Perbankan, oleh sang akhli hukum asing yang muda =
ini dengan sangat arogan dijawab: "Then you change your law." Sikap para =
akhli asing, baik yang bekerja di lembaga-lembaga internasional maupun =
sebagai konsultan dan akuntan di Indonesia memang sangat a priori bahwa =
para akademisi Indonesia pasti lebih bodoh dari mereka. Bukan hanya =
dalam hal MSAA, tetapi dalam sangat banyak hal lainnya lagi.=20
Maka tidak mengherankan bahwa Joseph Stiglitz dalam bukunya terbaru yang =
berjudul "The Roaring Ninetees" di halaman 23 antara lain mengatakan: =
"The economists and development experts of the Third World, many of them =
brilliant and highly educated, were sometimes treated like children."=20
Siapa yang salah? Jelas para pemimpin Indonesia sendiri, baik di masa =
lampau maupun yang sekarang berkuasa. Mengapa mau nurut terus? Mengapa =
tidak bersikap dan berperilaku seperti pemimpin bangsa yang merdeka dan =
berdaulat, sedangkan di zamannya, pemimpin bangsa Indonesia Soekarno dan =
kawan-kawan seangkatannya telah memberikan kemerdekaan dan kedaulatan =
itu? Ini memang merupakan teka-teki buat banyak orang termasuk saya =
sendiri. Apa sebabnya? Apakah mereka tidak mengerti tentang hal-hal =
sangat tidak adil dan sudah merusak perekonomian kita luar biasa ini, =
ataukah karena mereka mempunyai kepentingan? Apa kepentingannya? Dengan =
sejujurnya saya tidak tahu.=20
Bagaimana supaya keluar dari beban yang berat ini? Yang paling utama, =
para pemimpin kita harus mampu membebaskan diri dari Inlander complex. =
Mereka harus sadar sesadarnya bahwa kita sudah 58 tahun merdeka dan =
berdaulat. Secara teknokratik, sangat banyak di kalangan bangsa =
Indonesia sendiri yang jauh lebih pandai dan jauh lebih terdidik =
dibandingkan dengan tenaga-tenaga akhli asing yang dipekerjakan di =
Indonesia. Di atas itu semuanya, pengetahuan lapangannya jelas lebih =
dimiliki oleh para pemimpin dan akhli bangsa Indonesia sendiri.=20
16=20
Maka kita harus mulai mempertanyakan mengapa kita membutuhkan kantor =
perwakilan Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia dan IMF di Indonesia =
setelah hadir di sini demikian lamanya? Mengapa kita membutuhkan CGI? =
Dan kalau keberadaan CGI dianggap efisien karena sekaligus dapat =
menyelesaikan berutang dari banyak negara, mengapa yang memimpin harus =
Bank Dunia dan tidak Indonesia sendiri?=20
Tentang kemauan beberapa pihak yang masih menghendaki hadirnya IMF di =
Indonesia dalam bentuk Post Program Monitoring harus kita akhiri dengan =
cara membayar lunas sekaligus sisa utang yang sekitar US$9 milyar =
sekarang juga.=20
Buat saya, alasan yang mengatakan bahwa kalau ini dilakukan kepercayaan =
dunia internasional akan guncang karena cadangan devisa akan merosot =
dari US$34 milyar menjadi US 25 milyar mengada-ada.=20
Bantahan saya yang saya kemukakan dalam sidang-sidang kabinet dan =
forum-forum lainnya adalah bahwa yang US$9 milyar itu sama sekali tidak =
boleh dipakai sebelum yang milik sendiri sebesar US$25 milyar habis, =
sehingga kita tidak boleh mengatakan bahwa cadangan devisa kita sebesar =
US$34 milyar. Yang kita katakan adalah bahwa cadangan devisa kita yang =
di tahun 1997 sebesar US$14,7 milyar meningkat terus atas kekuatan =
sendiri menjadi US$25 milyar sekarang ini.=20
Tentang kepercayaan dunia internasional yang akan guncang, marilah kita =
telaah pola yang mempertahankan sisa utang IMF sebesar US$9 milyar. =
Seperti kita ketahui, utang ini adalah untuk second line of defense yang =
hanya boleh dipakai kalau cadangan sendiri habis total. Telah =
dikemukakan juga bahwa pola pencicilan utang IMF yang US$9 milyar =
ditentukan oleh IMF dengan saldo utang menjadi US$3 milyar di tahun =
2007. Supaya utang dari IMF boleh dipakai sebagai balance of payment =
support, cadangan devisa milik kita sendiri harus habis terlebih dahulu. =
Katakanlah bahwa cadangan sendiri akan merosot terus setiap bulannya dan =
habis total di tahun 2007. Menurut pola pembayaran utang yang ditentukan =
oleh IMF, pada akhir tahun 2007 nanti itu,=20
17
ketika (dalam pengandaian ini) cadangan devisa kita nol, sisa utang IMF =
yang boleh dipakai menjadi US$3 milyar. Maka yang kita umumkan kepada =
dunia ketika itu nanti berbunyi: "Wahai masyarakat dunia, cadangan kami =
habis total, tetapi untunglah masih ada sisa utang dari IMF yang sebesar =
US$3 milyar." Apakah gambaran cadangan devisa Indonesia yang US$3 milyar =
itu dan itupun hasil utang dari IMF, tidak menghancur-leburkan =
kepercayaan dunia internasional kepada kita?=20
Setiap kali saya mengemukakan argumen ini, tidak ditanggapi atau =
dibantah secara frontal. Didengarkan, dianggap saya tidak pernah =
mengatakan seperti ini, lalu diulang lagi dengan mengatakan "kalau yang =
US$9 milyar dikembalikan, cadangan devisa akan anjlok dari US$34 milyar =
menjadi US$25 milyar dan kepercayaan masyarakat menjadi guncang."=20
Bayangkan, utang kepada IMF tidak boleh dipakai, tetapi dikenakan bunga =
sebesar sekitar 4% setahun. Per akhir tahun 2002 bunga yang sudah =
dibayarkan sebesar US$1,75 milyar. Tentang hal ini saya dibantah oleh =
para pejabat Bank Indonesia. Dikatakan bahwa tingkat bunga yang dibayar =
sebesar 2,3% saja, dan oleh BI diputarkan menghasilkan 2,6% sehingga =
memperoleh laba sebesar 0,3%. Saya minta working paper yang menyimpulkan =
tingkat suku bunga ini. Dijanjikan, tetapi sama sekali tidak pernah =
diberikan.=20
Sebaliknya dari data statistik oleh BI sendiri dapat disusun kapan kita =
menerima utang berapa, kapan kita membayar cicilan berapa dan kapan kita =
membayar bunga berapa. Dari sini tingkat bunga rata-rata dalam persen =
dapat dihitung. Saya minta dosen akhli ilmu hitung keuangan dari STIE =
IBII untuk menghitung tingkat suku bunga atas dasar tabel tersebut. Saya =
juga minta staf Bappenas dan staf perusahaan Triple A menghitungnya. =
Semuanya menghasilkan tingkat suku bunga sekitar 4%.=20
Lebih jelas lagi, pernah dikatakan bahwa bunga untuk utang dari IMF =
sebesar 4% incredibly low. Saya katakan ketika itu bahwa 4% tidak =
rendah. Kalau kita mendepositokan uang kita dalam bentuk dollar AS di=20
18
bank manapun juga, bunga deposito yang kita peroleh kurang dari 1% =
setahun.=20
Dalam bidang teknis, yaitu utang luar negeri yang jelas sudah sangat =
memberatkan keuangan negara, harus ada keberanian untuk menggugat =
seperti yang saya kemukakan tadi. Perwujudannya haruslah berani secara =
sepihak tidak membayar utang dan bunga yang jatuh tempo tepat pada =
waktunya, tetapi sesuai dengan kemampuan bangsa Indonesia sendiri.=20
Dalam bidang utang dalam negeri, harus ada keberanian menarik kembali =
Obligasi Rekap yang masih belum terjual kepada swasta dan masih dimiliki =
oleh bank-bank yang masih dalam penguasaan pemerintah.=20
Berbagai alternatif cara dengan jelas telah diberikan oleh sebuah Tim =
Pengkajian Independen dan konsepnya dimasyarakatkan dalam bentuk buku =
yang kami bagikan kepada forum ini. Walaupun isinya sangat masuk akal =
dan dapat dilakukan, namun ditolak oleh IMF dan oleh Tim Ekonomi =
pemerintah.=20
Apa akibatnya? Bunga dibayarkan kepada bank-bank yang memegang OR. Bunga =
ini kemudian dibelikan Sertifikat Bank Indonesia yang menghasilkan bunga =
lagi dan dibayar oleh rakyat Indonesia untuk kedua kalinya, tetapi kali =
ini oleh Bank Indonesia. Apakah bank-bank ini menjadi sehat? Setelah =
sekitar 4 tahun diberikan pendapatan bunga, bank memang membukukan laba =
setiap bulannya. Tetapi bagian terbesar dari laba bersih ini disebabkan =
oleh bunga OR yang diterima dari pemerintah. Apakah ini kalau bukan =
subsidi? Jumlahnya sangat besar, sekitar Rp40 trilyun per tahun. Subsidi =
kepada perbankan ini dipaksakan oleh IMF, tetapi subsidi untuk bahan =
bakar minyak, tilpun dan listrik harus dihapus oleh IMF.=20
Apakah perbankan menjadi sehat? "Ya" katanya, karena semua membukukan =
laba. Marilah kita tengok Tabel 2. Per 31 Desember 2002 semua bank =
memang membukukan laba. Tetapi kalau subsidi bunga=20
19
oleh pemerintah tidak kita hitung, semua bank merugi besar. Ini sudah =
berlangsung 4 tahun.=20
Para pimpinan bank bersikap seakan-akan mereka benar-benar berprestasi =
membuat laba atas kemampuan manajemennya sendiri. Saya tidak tahu apakah =
Bank Indonesia, Departemen Keuangan, IMF, Bank Dunia dan Bank =
Pembangunan Asia juga menganggap bank-bank rekap ini memang sudah sehat? =
Kepalsuan seperti ini harus ditelan oleh bangsa Indonesia sebagai =
kebenaran, sedangkan merekalah yang harus membiayainya melalui =
pembayaran pajak.=20
Melalui kebijakan-kebijakan sangat tidak masuk akal yang dapat =
dihindarkan ini kondisi keuangan pemerintah sudah sangat kedodoran.=20
Kondisi keuangan negara yang sangat sulit dan berat seperti yang =
tercermin dari APBN 2004 sudah diperkirakan oleh banyak ahli apabila =
obligasi rekap tidak ditarik.=20
Obligasi rekap sama sekali tidak ditarik, bahkan dibiarkan dijual kepada =
investor publik oleh bank-bank yang masih dalam penguasaan pemerintah =
sepenuhnya. Beberapa bank yang masih mempunyai kandungan OR juga dijual =
tanpa menariknya terlebih dahulu.=20
Masih ada sisa OR yang dimiliki oleh bank-bank yang masih dalam =
kepemilikan pemerintah. Kalau inipun tidak ditarik, keuangan negara di =
tahun-tahun mendatang akan menjadi tidak sustainable.=20
Cara-cara penarikan OR yang tidak membahayakan kelangsungan hidup =
bank-bank yang bersangkutan telah diuraikan dalam buku yang berjudul =
"Alternative Solutions to the Bank Recapitalization Bonds Problems", =
yang ditulis oleh para ahli yang tidak diragukan lagi pengetahuan maupun =
pengalamannya dalam bidang keuangan dan perbankan.=20
20
Karena keprihatinannya yang mendalam, mereka membentuk tim yang =
dinamakan "Study Team" dan bekerja berbulan-bulan tanpa bayaran untuk =
menghasilkan buku tersebut.=20
Sayang bahwa hasil-hasilnya sampai sekarang tidak dipakai dengan akibat =
pengeluaran pemerintah dalam jumlah sangat besar yang sia-sia.=20
Terima kasih.=AF=20
Jakarta, 10 Desember 2003=20
Kwik Kian Gie=20
21
TABEL 1=20
APBN 2004 VERSI ORANG AWAM DENGAN NALARNYA SENDIRI=20
(Dalam Trilyun Rupiah)=20
PENERIMAAN PEMERINTAH=20
Pemerintah menerima pajak dll, dari dalam negeri 349,30=20
Pemerintah menerima hibah dari luar negeri 0,60 =
------------------------------------------------------------=20
Jumlah Penerimaan 349,90=20
PENGELUARAN PEMERINTAH=20
Pengeluaran rutin Pusat 118,70=20
Pengeluaran Daerah 119,00=20
Pengeluaran pembangunan 70,90=20
Membayar bunga utang dalam negeri 41,30=20
Membayar bunga utang luar negeri 24,40=20
Membayar pokok utang dalam negeri 21,10=20
Membayar pokok utang luar negeri 44,40 =
------------------------------------------------------------=20
Jumlah Pengeluaran (439,80)=20
PEMERINTAH KEKURANGAN DANA SEBESAR (89,90)=20
TERPAKSA HARUS MELAKUKAN HAL-HAL SBB.:=20
Menguras simpanan pemerintah 19,20=20
Menjual BUMN 5,00=20
Menjual aset BPPN 5,00=20
Utang baru dari rakyat Indonesia 32,50=20
Utang dari luar negeri untuk program 8,50=20
Utang dari luar negeri untuk proyek 19,70=20
DENGAN SUSAH PAYAH PEMERINTAH BERHASIL MENUTUP (89,90)=20
22TABEL 2 KERUGIAN BANK-BANK REKAP BILA BUNGA O.R. DICABUT (PER =
31DESEMBER 2002) (Dalam=20
Rupiah) =20
No Bank Laba (Rugi) Bersih Bunga O.R. Laba (Rugi) =
tanpa Bunga O.R. =20
(1) (2) (3) (4) (5) =20
1 Bank Mandiri 5.809.970.000.000 21.434.822.000.000 =
(15.624.852.000.000) =20
2 Bank Negara Indonesia 2.510.653.000.000 =
7.537.490.000.000 (5.026.837.000.000) =20
3 Bank Rakyat Indonesia 1.469.670.000.000 =
3.735.770.000.000 (2.266.100.000.000) =20
4 Bank Tabungan Negara 303.043.000.000 =
1.844.796.000.000 (1.541.753.000.000) =20
5 Bank International Indonesia 131.876.000.000 =
2.207.806.000.000 (2.075.930.000.000) =20
6 Bank Danamon 989.284.000.000 3.331.297.000.000 =
(2.342.013.000.000) =20
7 Bank Permata (847.855.000.000) 1.106.363.000.000 =
(1.954.218.000.000) =20
8 Bank Niaga 76.593.000.000 1.134.047.000.000 =
(1.057.454.000.000) =20
9 Bank Lippo 192.564.000.000 739.755.000.000 =
(547.191.000.000) =20
10 Bank Central Asia 3.400.066.000.000 =
8.591.568.000.000 (5.191.502.000.000) =20
Jumlah 14.035.864.000.000 51.663.714.000.000 =
(37.627.850.000.000) =20
(English Version)=20
_______________________________________________
Dosen mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/dosen
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Arsip : http://yonsatu.mahawarman.net
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
News Arsip : http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman