8<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<
Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater
Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>8
----- Original Message -----
From: Syafril Hermansyah
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: 31 Desember 2003 0:34
Subject: [yonsatu] Re: Tanaman Obat
> On Tue, 30 Dec 2003 13:05:20 +0700 Abas F Soeriawidjaja (AFS) wrote:
> > Saya pernah baca suatu artikel pengobatan tradisionil. Katanya akar
> > dari Rumput Sadagori juga berkhasiat menyembuhkan Asam Urat dan
> > Reumatik. Caranya 3 rumpun akar digodok dalam 4 gelas, jadi 2 gelas,
> > diminum sekali sehari. Lamanya minum tergantung parahnya sakit dan
> > cepatnya kesembuhan. Kalau sudah sembuh untuk maintenace cukup 2 atau
> > 3 kali seminggu saja.
> Kalau utk penyakit kencing batu ada yg tahu ?
> Syafril Hermansyah<[EMAIL PROTECTED]>
> List Administrator/Moderators yonsatu/[EMAIL PROTECTED]
=============================
Ketemu perkataan "Sadagori", saya jadi ingat tahun 1966-1967, Mahawarman
banyak terlibat dalam operasi territorial Kodam VI/Siliwangi untuk "to win
the heart and mind of the people" rakyat Jawa Barat, agar mendukung
pemerintahan baru ketika itu (Orba), dan melepaskan kesetiaan pada
pemerintah lama (Orla).
Pimpinan ops-terr itu Kasdam, yang kemudian menjadi Pangdam, Jend. H. R.
Dharsono, yang kira-kira tiga tahun kemudian malahan menjadi korban pertama
rezim Orba, di-"lempar" menjadi duta di Thailand, karena berselisih pendapat
dengan Soeharto tentang ke mana kekuasaan itu harus berorientasi, pada
kepentingan rakyat atau pada kepentingan penguasa.
Oom Ton, begitu kita biasanya memanggil Jend. H. R. Dharsono, menamai
ops-terr Siliwangi itu dengan code name: "Operasi Sadagori".
Karena ia ingin mengacu pada suatu tembang rakyat Cirebon di mana dalam
lirik-nya digambarkan bagaimana rumput sadagori itu merupakan pencerminan
rakyat kecil di tataran akar rumput ("grass-root").
Begitu intens keterlibatan kita ketika itu, sampai banyak aktivis Mahawarman
yang jadi hafal kata-kata tembang Sadagori itu dalam bahasa Cirebon.
Barangkali di milis ini ada yang masih hafal atau punya catatannya (Mas
Hariyadi Suwandar mungkin? Atau teman-teman lain yang dulu di Brigcad?).
Saya sendiri yang dulu juga hafal, sekarang sudah lupa, tetapi satu baitnya
yang terpenting saya masih ingat:
"Yen ana angin bolang-baling,
Aja gagandulan maring kiara,
gagandulan maring sadagori"
(Kalau ada prahara angin ribut,
janganlah berlindung pada pohon beringin,
tetapi berpeganglah pada akar rumput)
Maksudnya dalam keadaan krisis, jangan kita berlindung pada kekuasaan (pohon
beringin) yang karena karakteritik-nya mudah roboh oleh terpaan angin,
tetapi berlindunglah pada massa rakyat (rumput sadagori), yang karena rendah
tetapi menyebar luas, tidak akan terpengaruh terpaan angin.
Dan untuk itu tentara harus senantiasa memelihara kemanunggalannya dengan
rakyat.
Ini tentu sejalan dengan doktrin perang rakyat semesta.
Eh, tiga tahun setelah itu, di tahun 1970, Soeharto membentuk mesin
politiknya, Golkar, dan menetapkan lambangnya ... pohon beringin!!
Dan, sementara Oom Ton, yang menentang orientasi politik Soeharto tersebut,
terpental keluar struktur komando, tetapi Kasmen dan beberapa Danyon
Mahawarman malahan ramai-ramai menjadi caleg Golkar...
Wasalam.
--[YONSATU - ITB]-----------------------------------------------
Arsip : <http://yonsatu.mahawarman.net> atau
<http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman>
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman
List Admin : <http://home.mahawarman.net/lsg2>