Dimas Oetomo Yth.,
Gubernur Gorontalo adalah alumni Batalyon I , Angkatan VIII (angkatannya 
mas Koni) , kemungkinan hal ini juga merupakan faktor yang ikut 
menentukan  "semangat"  mahasiswa setempat dalam olah ke prajuritan .
Jangan lupa , pada sekitar tahun 1975-an , MENWA SULUT adalah termasuk 
MENWA yang militan dengan baret merah nya dan selalu menampilkan yel2 
bersemangat kalau lagi apel Komando . Tahukah siapa Pembina nya pada 
waktu itu ?? Bp. Letjen. Widjojo Sujono (Pangkowilhan III) - korps baret 
merah . Barangkali para alumni yang sekarang menduduki jabatan fungsional 
di PEMDA telah turut memberikan andilnya .
Ngomong2 , ke Gorontalo juga dalam rangka  RUKD kah ??

Wassalam ,
Priyo PS
--------------

-----Original Message-----
From: "Oetomo Tri Winarno" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sun, 15 Feb 2004 22:03:44 +0700
Subject: [yonsatu] Menwa Gorontalo

> WCDS,
> 
> Selama tgl 10-14 saya berada di Gorontalo. Dalam kesempatan ini saya
> sempatkan untuk berkunjung ke Mako Menwa IKIP Gorontalo, yang dalam 2-3
> tahun lagi akan menjadi universitas.
> 
> Gorontalo adalah suatu provinsi yang unik, karena penduduknya tidak
> lebih
> dari 1 juta orang (menurut sensus 2000 berjumlah 850 ribu orang), yang
> berarti hanya sebesar satu kecamatan di pulau Jawa.
> 
> Demikian juga dengan Menwa-nya, cukup unik. Menwa di sana masih cukup
> 'elit'. Di IKIP Gorontalo tidak ada satpam. Jadi peran Menwa di kampus
> cukup
> vital (meskipun Menwa bukan satpam). Mako Menwa-nya cukup besar, satu
> rumah
> dengan halaman belakang yang cukup luas. Terletak persis di samping
> rumah
> dinas Rektor.
> 
> Pada saat ini sedang ada diksar untuk anggota baru di sana.
> Pendaftarnya ada
> 35 orang dan disaring menjadi 20 orang. Pendidikannya cukup keras, saya
> lihat persis seperti militer. Apalagi seragamnya pake loreng standar
> militer. Tapi senjatanya sama dengan Menwa ITB, pake senjata dari kayu.
> 
> Saya melihat tidak ada resistensi dari mahasiswa lain. Mungkin karena
> jumlah
> mahasiswanya sedikit, paling sekitar 500 orang per angkatan, jadi
> tingkat
> persaingan masih kecil.
> 
> Yang unik lagi, di sana masih ada Danmen dari militer. Menwa IKIP
> sendiri
> setingkat kompi, sedangkan batalyon adalah gabungan kompi-kompi
> sepropinsi.
> Skomennya menginduk ke Menado (Sulawesi Utara). Diksarnya juga masih
> menginduk ke Menado, tepatnya di Bitung, sekitar tujuh jam perjalanan
> dengan
> kendaraan darat dari Gorontalo. Bisa dibayangkan, besarnya "effort"
> yang
> mereka keluarkan untuk menjadi Menwa. Sementara dari siswa tidak
> dikenakan
> biaya, semuanya ditanggung rektorat dan alumni.
> 
> Barangkali ini dapat menjadi bahan renungan kita, bahwa di tempat lain,
> yang
> jauh lebih "susah" dibanding kita, semangat kejuangan masih terus
> bersemi.
> 
> Wassalam,
> Oetomo/24
> 
> 
> 
> 
> --[YONSATU - ITB]---------------------------------------------      
> Arsip                 : <http://yonsatu.mahawarman.net>  atau   
>                   <http://news.mahawarman.net>   
> News Groups   : gmane.org.region.indonesia.mahawarman     
> Other Info    : <http://www.mahawarman.net> 
>    




--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------      
Arsip           : <http://yonsatu.mahawarman.net>  atau   
                  <http://news.mahawarman.net>   
News Groups     : gmane.org.region.indonesia.mahawarman     
Other Info      : <http://www.mahawarman.net> 
   

Kirim email ke