Bung Hermansyah, yang jaauuhhhh sekaliiii....
 
Alhamndulillah, saya yang "naf" di hadapanNya ini bisa berdiskusi dengan
sampeyan yang "hebat". Paling tidak, diskusi ini memberi hikmah buat saya
untuk lebih mempelajari arti hidup ini, serta agar lebih banyak belajar
sambil mengamalkan segala ilmu Allah swt meskipun "satu ayat".
 
Saya sependapat, seperti yang sampeyan sampaikan bahwa mereka yang berbuat
aniaya (korupsi, merampok dsb) tidak melupakan (justru rajin) ibadah ke
masjid, gereja, pura, vihara dsb. Bahkan ayat-ayat Tuhan tidak membuat
mereka jera di dunia ini. 
 
Hal itu, karena mereka (mungkin juga kita) merasa "alergi" atau
"mengingkari" ayat-ayat yang merupakan mukjizat Allah swt, yang sekaligus
merupakan pegangan hidup bagi kita yang beriman. Coba renungkan (kalau mau
dan tidak alergi lho) berikut ini:
 
*         Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah
orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu
mengingkari ayat-ayat Kami (QS Al A'raaf: 9)
 
*         Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan
ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik (QS Al An'aam: 49)
 
Jadi bagaimana mungkin mereka (atau kita) bisa menjalankan peraturan yang
dibuat oleh manusia dengan konsisten? Kalau kita alergi terhadap "pegangan"
yang jelas...? Padahal, "pegangan yang merupakan mukjizat" saja diingkari,
apalagi yang buatan manusia, yang dalam pembuataan peraturan (undang-undang)
tidak terlepas dari kepentingan pribadi dan atau kelompok pembuatnya!?.
 
Hasilnya, hukum di Indonesia ini memang bukan milik setiap orang seperti
"tontonan" baru-baru ini, sehingga bagi yang berbuat aniaya akan merasa
aman-aman saja di dunia ini. Hal tsb pernah disampaikan seorang pembawa
acara salah satu stasiun TV agar para birokrat, pejabat, pengusaha atau
konglomerat "hitam" tidak perlu merasa takut untuk berbuat aniaya, karena
toh pada akhirnya bisa lolos dari jerat hukum. Sampai-sampai Hasyim Muzadi
(Ketum PBNU) bersama Syafii Maarif (Ketum Muhammadiyah) dalam diskusi
KADIN-Business Forum 2004 tgl 18 Peb 2004, merasa telah "dihadiahi" oleh
Mahkamah Agung dengan lolosnya seorang koruptor (Ketika itu rekan kita Ongku
Hasibuan berkesempatan bertanya pada forum tsb). Hallo pak Ongku, apa
kabar...?
 
Menurut saya, Indonesia bukan hanya butuh pemimpin yang bernyali tetapi yang
utama adalah Indonesia butuh "manusia amanah" apapun tingkat sosial dan
kedudukannya serta tidak "alergi" atau mengingkari ayat-ayat Allah swt,
karena: 
 
*         "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah
dan Rasul  dan  janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan
kepadamu, sedang kamu mengetahui"(QS Al Anfal: 27)
 
*         "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka
dengan kezaliman, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah
orang-orang yang mendapat petunjuk" (QS Al An'am: 82).
 
Itulah mengapa saya memberi tanda tanya (?) surga/neraka, karena untuk
mencapainya, ukurannya bukan dengan pandai/bodoh atau kaya/miskin tetapi
dengan "beriman serta beramal saleh" (yang menilai tentu Yang Maha Kuasa).
 
Demikian yang bisa saya sampaikan, moga-moga sampeyan tidak merasa "alergi".
 
 
Salam
Asodik
 
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, February 24, 2004 6:08 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [yonsatu] Re: yonsatu Digest V4 #53 & Sorga/Neraka
 
Ah cak Sodik ini, maaf,  'naif' sekali...  Mereka2 yang melakukan korupsi 
itu (dan tindakan2 melanggar hukum lainnya) apakah lupa sama amal ibadah? 
Apakah lupa sama sembahyang 5 waktu?  Apakah lupa pergi naik haji? Apakah 
lupa sembahyang jumat atau ibadah minggu di gereja,dlsb?
Justru karena mereka mengerti semua itu, mereka menjadi pemeluk agama yang 
saleh.  Setelah melanggar hukum, mereka lalu beribadah.  Yaa, mirip katak 
saja, siang2 cari makan didalam air, malam2 cari makan didaratan.
 
Menurut saya, ayat2 Tuhan nggak akan membuat manusia jera didunia ini 
(lain hal di akhirat, tapi ini baru terjadi di waktu dan di alam lain, 
sementara korban atas perbuatan ybs. telah bergelimpangan).  Yang akan 
membuat manusia jera didunia adalah peraturan yang dibuat oleh manusia 
sendiri (dengan inspirasi dari Tuhan) yang diterapkan dengan sungguh2 dan 
konsisten.
 
Indonesia perlu orang2 yang punya nyali untuk menerapkan hukum secara 
konsisten dan tanpa pandang bulu.  Menurut saya hanya inilah resep 
utamanya.  Yang lain2nya adalah obat tambahan atau vitamin.
 
Salam hangat,
HermanSyah XIV.
 
 
 
 
 
 
Abdullah Sodik <[EMAIL PROTECTED]>
02/24/2004 10:03
Please respond to yonsatu
 
 
        To:     "'[EMAIL PROTECTED]'" <[EMAIL PROTECTED]>
        cc: 
        Subject:        [yonsatu] Re: yonsatu Digest V4 #53 & Sorga/Neraka
 
 
Pak Harry Kusna, yth.
 
Bagaimana kalau rangkaianya dibuat sesuka hati kita, misalnya: 
 
1). Malas-bodoh-miskin-jahat-merampok(karena terpaksa/sengaja)- lolos dari
dipenjara-kaya-beramal-......masuk surga...?.
 
Atau,
2). Malas-bodoh-miskin-jahat-merampok(karena terpaksa/sengaja)-
dipenjara-miskin....masuk neraka...?
 
 
Sedangkan kalau
3). Rajin-pintar-kaya-korupsi (karena
terpaksa/sengaja)-dipenjara-miskin....masuk neraka...?
 
Atau,
4). Rajin-pintar-kaya-korupsi (karena terpaksa/sengaja)-lolos dari
dipenjara-kaya-beramal-....masuk surga...?
 
5). Dsb... dsb
 
Jadi ternyata tiket ke surga/neraka itu bukan tergantung pada pandai/bodoh
atawa kaya/miskin yah pak, tetapi "beriman serta beramal saleh" serta
"bertakwa". 
 
"Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni
surga; mereka kekal di dalamnya" (QS Al Baqarah: 82).
 
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang
luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang
bertakwa" (QS Ali Imran: 133).
 
Orang kaya/miskin itu ibarat masuk supermarket, ketika di pintu kasir maka
orang kaya lebih lama "dihitung (dihisab) belanjaannya", karena lagi
"mborong". Sementara orang miskin relative cepat "dihitung belanjaanya"
karena yang dibeli cuma sepotong roti.....
 
Salam
Asodik 
 
 
 
--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------      
Arsip             : <http://yonsatu.mahawarman.net>  atau   
                  <http://news.mahawarman.net>   
News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman     
Other Info  : <http://www.mahawarman.net> 
   
 
--[YONSATU - ITB]---------------------------------------------      
Arsip           : <http://yonsatu.mahawarman.net>  atau   
                  <http://news.mahawarman.net>   
News Groups     : gmane.org.region.indonesia.mahawarman     
Other Info      : <http://www.mahawarman.net> 
   

Kirim email ke