Konon cerainya Dhani Ahmad dan Maia Estianty karena rekayasa Amerika.
Juga terungkapnya kasus kepemilikan narkoba oleh Ahmad Albar dan Roy
Marten, itu juga rekasaya Amerika.

Yang baik dari Amerika cuma satu : Barrack Obama --- karena dia bekas
anak SD Menteng. Lain2nya, payah semua..

Salam
Item


2008/6/12 Ketut <[EMAIL PROTECTED]>:
> Betul !
> WTC ambruk, BOM Bali 1 & 2, BOM kuningan, BOM Madrid, BOM London, bahkan
> tsunami Aceh adalah REKAYASA AMERIKA. Yang terbaru, insiden monas adalah
> juga rekayasa Amerika. Pasti itu. Tak terbantahkan.
> Mari kita boikot produk2 Amerika. Apapun yang berkaitan dengan AMERIKA, kita
> jauhkan dari kehidupan kita.
> Yuksss.......
> :))
>
>
> ----- Original Message -----
> From: riri cute
> To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> zamanku@yahoogroups.com ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
> ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
> [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, June 11, 2008 4:46 PM
> Subject: [zamanku] Insiden Monas Rekayasa Amerika!
>
> Insiden Monas Rekayasa Amerika!
> Oleh : Redaksi 10 Jun 2008 - 4:30 pm
>
> Satu hari setelah terjadinya Insiden Monas (01 Jun 2008), Kedubes AS di
> Jakarta langsung bereaksi, mengirimkan fax ke sejumlah media massa (02 Jun
> 2008). Isinya, mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan oleh sebagian anggota
> FPI terhadap puluhan anggota masyarakat yang menghadiri undangan Aliansi
> Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (detikcom 03 Jun 2008).
>
> Menuut penilaian Soeripto, anggota Fraksi PKS di DPR, pernyataan Kedubes AS
> itu sebagai bentuk campur tangan AS dalam masalah dalam negeri (Republika 04
> Jun 2008).
>
> Bagi yang paham, pernyataan sikap Kedubes AS tidak hanya ditafsirkan sebagai
> adanya intervensi, tetapi menunjukkan indikasi adanya keterlibatan AS di
> dalam insiden Monas.
>
> Artinya, pernyataan sikap itu merupakan bentuk tanggung jawab sang pemberi
> tugas terhadap anak buahnya yang terluka parah di lapangan Monas. Ini
> indikasi pertama.
>
> Sebelum menyelenggarakan "aksi damai" tanggal 01 Juni 2008, aktivis AKKBB
> memasang iklan di beberapa media nasional, antara lain di Kompas edisi 30
> Mei 2008 halaman 18, dan sebelumnya di harian Media Indonesia 26 Mei 2008
> halaman 13.
>
> Selain berisi ajakan untuk menghadiri apel akbar di Monas (Jakarta), 1 Juni
> 2008 jam 13-16 WIB, iklan tersebut memuat sejumlah nama (hampir 300-an nama)
> yang sebagiannya dapat dikenali sering mondar-mandir ke Kedubes AS di
> Jakarta, bahkan sejak masa Orde Baru, terutama menjelang kejatuhan Soeharto.
> Bila pada masa Soeharto mereka-mereka ini membawa bendera berbau demokrasi,
> pada masa reformasi mereka sebelum akhirnya tergabung ke dalam AKKBB,
> nama-nama itu bisa kita temukan pada iklan anti RUU APP. Orangnya itu-itu
> juga. Ini indikasi kedua.
>
> Indikasi ketiga, bisa ditemukan pada materi iklan yang halus namun
> provokatif, seolah-olah benar namun keliru secara mendasar. Selengkapnya
> sebagai berikut:
>
> MARI PERTAHANKAN INDONESIA KITA!
> Indonesia menjamin tiap warga bebas beragama. Inilah hak asasi manusia yang
> dijamin oleh konstitusi. Ini juga inti dari asas Bhineka Tunggal Ika, yang
> menjadi sendi ke-Indonesia-an kita. Tapi belakangan ini ada sekelompok orang
> yang hendak menghapuskan hak asasi itu dan mengancam ke-bhineka-an. Mereka
> juga menyebarkan kebencian dan ketakutan di masyarakat. Bahkan mereka
> menggunakan kekerasan, seperti yang terjadi terhadap penganut Ahmadiyah yang
> sejak 1925 hidup di Indonesia dan berdampingan damai dengan umat lain. Pada
> akhirnya mereka akan memaksakan rencana mereka untuk mengubah dasar negara
> Indonesia, Pancasila, mengabaikan konstitusi, dan menghancurkan sendi
> kebersamaan kita. Kami menyerukan, agar pemerintah, para wakil rakyat, dan
> para pemegang otoritas hukum, untuk tidak takut kepada tekanan yang
> membahayakan ke-Indonesia-an itu.
>
> Marilah kita jaga republik kita.
>
> Marilah kita pertahankan hak-hak asasi kita.
>
> Marilah kita kembalikan persatuan kita.
>
> Jakarta, 10 Mei 2008
>
> ALIANSI KEBANGSAAN untuk KEBEBASAN BERAGAMA dan BERKEYAKINAN
>
>
> Klik Gambar untuk memperbesar
> Bagi yang terbiasa berkutat di bidang propaganda, materi iklan di atas,
> mengandung beberapa clue yang mengarah ke pihak ketiga. Sayang sekali
> penjelasan rinci berkenaan dengan clue tersebut tidak dapat diuraikan di
> sini.
>
> Selain itu, pada materi iklan itu jelas mengandung berbagai kekeliruan yang
> mendasar. Pertama, Indonesia memang menjamin setiap warganya bebas
> menjalankan ajaran agamanya, namun bukan berarti setiap orang bebas membajak
> agama yang sudah ada.
>
> Kedua, persoalan Ahmadiyah adalah persoalan akidah umat Islam, bukan hak
> asasi manusia. Bila mau dikaitkan dengan hak asasi, maka justru umat Islam
> yang hak asasinya dilanggar, karena sebagai warga negara umat Islam berhak
> mendapatkan ajaran Islam yang murni, berhak menjaga agamanya dari
> rong-rongan pemalsu agama, termasuk dari kaum anti agama. Oleh AKKBB,
> dibelokkan menjadi "memaksakan rencana untuk mengubah dasar negara
> Indonesia, Pancasila, mengabaikan konstitusi, dan menghancurkan sendi
> kebersamaan…" Artinya, pengusung anti Ahmadiyah dikatakan mau makar. Ini
> jelas tuduhan keji, finah tanpa dasar. Ini provokasi!
>
> Ketiga, Ahmadiyah Qadiyan (JAI) sudah berada di sini sejak 1925, sedangkan
> Ahmadiyah Lahore empat tahun kemudian (1929). Di tahun 1936 Bung Karno
> (calon presiden pertama RI) pernah menuliskan sikapnya terhadap Ahmadiyah.
> Ia menyatakan, dirinya bukan anggota Ahmadiah, dan mustahil ikut mendirikan
> cabang Ahmadiah atau menjadi propagandisnya. Pernyataan itu disampaikan Bung
> Karno sebagai reaksi atas sebuah tulisan yang mengatakan bahwa BK adalah
> anggota JAI dan turut mendirikan salah satu cabang JAI di Sulawesi.
>
> Di tahun-tahun itu (1925, 1929 dan 1936) belum ada Indonesia, karena
> proklamasi kemerdekaan RI baru terjadi pada tahun 1945. Di alam kemerdekaan,
> presiden pertama Republik Indonesia pernah melarang Ahmadiyah. Menurut
> Ridwan Saidi, pada zaman Bung Karno ada beberapa gerakan yang dilarang
> termasuk Ahmadiyah.
>
> Apa Kepentingan Amerika Serikat?
> Sudh jelas, AS ingin Indonesia tetap utuh berupa NKRI yang sekuler, sehingga
> tetap bisa dihisap sumber daya alamnya.
>
> Namun demikian, AS tidak mau Islam di Indonesia kuat dan bersatu-padu.
> Jangankan terhadap kelompok Islam yang mengusung penegakkan syari'ah, bahkan
> terhadap kelompok Islam yang mengusung bid'ah pun, AS enggan membiarkannya
> kuat dan utuh bersatu.
>
> Kalau Islam pengusung bid'ah ini utuh bersatu dan kuat, bukan mustahil di
> dalam diri mereka akan tumbuh nasionalisme sempit (ashobiyah), sehingga
> mendorong mereka mendirikan negara tersendiri di ujung timur pulau Jawa,
> karena di sanalah "ibukota negara" pengusung bid'ah itu berada. Potensi
> disintegrasi ini dicegah dengan menciptakan koflik tak berkesudahan di dalam
> tubuh mereka.
>
> Oleh karena itu, bisa dimengerti bila dari komunitas itu sering timbul
> perselisihan internal. Bikin partai, pengurus partainya ribut. Kelompok
> kyainya ribut, ada yang mendukung Ahmadiyah, ada yang menentang. Dulu di
> tahun 1960-an, sebagian komunitas pengusung bid'ah ini ada yang pro komunis,
> namun ada pula yang menolak.
>
> Ketika komunisme sedang jaya-jayanya di pelatran politik nasional, di
> kawasan para pengusung bid'ah ini banyak yang ikut masuk komunis. Namun
> ketika komunis surut dan cenderung diberangus, dari kalangan mereka pulalah
> yang paling getol membunuhi pengikut komunis. Seperti jeruk makan jeruk.
> <<---- gw banget istilahnya -aiN.
> &bsp;
> Di tahun 1980-an, ada sebagian dari masyarakat pendukung bid'ah ini yang
> mendesak keluar dari parpol tertentu, namun ada pula yang berkeras bertahan
> di parpol tersebut. Maka, mereka pun ribut di antara sesamanya.
>
> Mengapa ormas pengusung bid'ah itu ribut terus? Karena antek AS yang kalau
> jalan harus dituntun itu, masih eksis dan menjiwai ormas itu. Meski pernah
> terbukti berzinah dan menghina Al-Qur'an, namun karena tipikal pendukungnya
> yang emosional dan taqlid buta itu, maka keberadaan sang antek terus tegak,
> kesalahannya sebesar apapun tak tampak, apalagi ditunjang kekuatan adidaya.
> (AS-aiN)
>
> Musuh Peradaban
> Ketika komunisme masih berjaya, terutama di kawasan Rusia dan Cina, maka AS
> dan umat Islam dunia menjadikannya sebagai musuh bersama. Ketika komunisme
> sudah tumbang, maka yang kemungkinan terjadi adalah pertempuran dua
> peradaban: antara Islam dan Barat (Kristen).
>
> Untuk mencegah adanya benturan langsung di antara dua peradaban itu, maka
> perlu dibangun neo komunisme sebagai bumper. Bila komunisme lama adalah anti
> imperialisme dan anti kapitalisme, maka neo komunisme karena dilahirkan dari
> Barat yang kapitalis, jadinya komunis yang pro kapitalis dan pro imperialis.
> Neo komunisme ini tidak frontal terhadap Islam.
>
> Dalam rangka menciptakan bumper tadi, AS memanfaatkan potensi-potensi yang
> ada, bahkan menciptakan agen-agen yang berasal dari negara itu sendiri.
> Misalnya, memberi pendidikan gratis atau dengan beasiswa bagi pemuda-pemudi,
> sarjana-sarjana dari Indonesia untuk meraih gelar doktor di bidang
> keagamaan. Dari sini kita bisa temukan sosok seperti Harun Nasution, Mukti
> Ali, Daoed Joesoef, Syafii Maarif, Nurcholish Madjid, hingga generasinya
> Ulil bshar Abdalla.
>
> Meski mereka mendalami Islam, namun karena gurunya adalah orang-orang kafir
> yang menjadikan Islam hanya sebagai ilmu, bukan syariat yang harus
> diimplementasikan, maka yang terjadi adalah orang-orang yang mengerti Islam
> namun orientasinya berbeda. Para lulusan Barat ini cenderung menyampaiksan
> Islam dengan tujuan membingungkan, memurtadkan, membuat orang ragu-ragu,
> atau bahkan menilai salah ajaran agamanya sendiri.
>
> Dari mereka inilah lahir pemikiran-pemikiran yang berbobot kufur, dan
> kemudian dimanfaatkan oleh para generasi komunis muda untuk dijadikan
> landasan bahkan mesiu memerangi Islam. Generasi muda komunis ini tidak
> sungkan-sungkan masuk ke perguruan tinggi seperti UIN atau IAIN untuk tujuan
> yang sangat jelas. Maka tidak heran bila dari perguruan tinggi Islam seperti
> itu lahir jargon-jargon ateisme seperti "Kawasan Bebas Tuhan " atau
> "Anjinghu Akbar" dan sebagainya.
>
> Kiprah para generasi muda dan tua neo komunis ini bersinergi dengan para
> penganut sepilis tentunya amat sangat merepotkan umat Islam yang konsisten
> dengan perjuangan menegakkan syariat Islam. Karena repot menghadapi para neo
> komunis dan sepilis ini, maka konsentrasi dan energi umat Islam tidak fokus
> kepada upaya penegakkan syari'at Islam. Pada saat seperti inilah fungsi
> penganut neo komnis dan pengusung sepilis sebagai bumper yang mencegah
> terjadinya benturan peradaban antara Barat yang Kristen dengan Islam.
>
> AS dan Barat pada umumnya, harus terus meghidupkan bumper-bumper tadi,
> sehingga Islam tidak leluasa menjadi kekuatan alternatif bagi peradaban
> dunia. Sosok-sosok seperti Syafii Maarif hingga Zuhairi Misrawi (sosok yang
> lebih muda dari Ulil) akan terus mendapat pasokan berarti hingga
> eksistensinya terjaga, sampai batas waktu yang tak tertentu.
>
> Penganut neo komunis dan sepilis itu kini bergabung ke dalam AKKBB (Aliansi
> Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan). AKKBB sesungguhnya
> hanyalah sampul yang bagus untuk isi yang buruk.
>
> Mereka menampilkan diri dengan bungkus kebangsaan/FONT>, padahal menjalankan
> agenda asing yang anti Islam. Mereka tampil dengan bungkus kebebasan
> beragama, namun yang mereka musuhi justru umat beragama (Islam) yang
> konsisten dengan penegakkan syari'ah Islam. Mereka tampil dengan bungkus
> yang seolah-olah santun, namun terus memprovokasi, memfitnah,
> menuding-nuding dengan sebutan-sebutan yang menghinakan melalui berbagai
> tulisan dan pernyataannya (lihat berbagai tulisan di Media Indonesia,
> Kompas, Jawa Pos, Pikiran Rakyat, dan berbagai situs seperti The Wahid
> Institute dan situs JIL).
>
> Bila dari sejumlah hampir 300 nama yang tercantum di dalam iklan AKKBB di
> berbagai media massa itu diklasifikasikan, setidaknya dapat dibuat
> penggolongan sebagai berkut:
>
> a. Ada yang tergolong sebagai pengikut dan pelaksana aktif perilaku seks
> bebas.
> b. Ada yang tergolong penganut sepilis (sekularisme, pluralisme dan
> liberalisme).
> c. Ada yang penganut neo komunisme dan anti agama.
> d. Ada yang tergolong sebagai pendukung kesesatan.
> e. Ada yang tergolong sebagai antek asing dengan berkedok kebangsaan dan hak
> asasi manusia.
>
> Ketika terjadi insiden Monas 01 Juni 2008, menurut pembuktian FPI dan TPM
> (Tim Pembela Muslim), AKKBB memulai insiden dengan memprovokasi FPI dan
> Laskar Islam pimpinan Munarman dengan meledeknya sebagai laskar kafir.
> Bahkan ada yang memuntahkan peluru dari pistol yang dibawanya, sehingga
> massa FPI dan Laskar Islam bukannya takut malah berang dan balas menyerang
> secara fisik.
>
> Dari tabiat AKKBB yang seperti itu, maka tak heran bila sebagian masyarakat
> mengartikan AKKBB sebagai Aliansi Keluarga Komunis Baru Bersenjata. Oleh
> karena itu, yang harus dibubarkan pemerintah adalah kelompok seperti ini,
> yang pura-pura santun namun terus memprovokasi dengan berbagai pernyataan
> dan tulisan, dalam rangka memancing pihak tertentu untuk melakukan
> kekerasan.
>
> Irfan S. Awwas
> Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin
>
> ________________________________
> Get the name you always wanted with the new y7mail email address.
>
> ________________________________
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG.
> Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.2.0/1495 - Release Date: 6/10/2008
> 5:11 PM
>
> 

------------------------------------

Ingin bergabung di zamanku? Kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Klik: http://zamanku.blogspot.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/zamanku/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/zamanku/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke