riri cute <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Kali ini, Koran tempo melempar provokasi opini
dengan menampilkan Foto [pada  
  penjelasan foto dinyatakan bahwa Munarman .... bla bla bla..

bukti 'Foto'  lebih berarti  daripada 1000 kata-kata....
sepertinya penjelasan riri jadi SIA-SIA...


--- On Thu, 12/6/08, riri cute <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: riri cute <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Koran Tempo dan Tragedi "Preman Berdasi"
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
zamanku@yahoogroups.com, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED],
 [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Thursday, 12 June, 2008, 2:14 AM

  Koran Tempo dan Tragedi "Preman Berdasi"   Oleh : Redaksi 11 Jun 2008 - 2:30 
am   
Oleh: Ahmad Hamzah*  
Belum lama tuduhan Majalah Tempo terhadap MUI yang berusaha menggalang opini 
publik bahwa akar masalah
 kekerasan terhadap Ahmadiyah adalah Fatwa MUI sebagaimana dalam Majalah Tempo 
edisi 5 - 11 Mei 2008.      Majalah tersebut menulis antara lain, 
"Kecemasan di mana-mana. Ketakutan merajalela. Majelis Ulama Indonesia harus 
bertanggung jawab atas semua ini".

Kali ini, Koran tempo melempar provokasi opini dengan menampilkan Foto [pada 
penjelasan foto dinyatakan bahwa Munarman eks ketua YLBHI sedang mencekik salah 
satu anggota aliansi kebangsaan di kawasan Monas]. Dengan arogannya, 
digiringnya opini bahwa tindakan anarkhis tersebut dan lainnya merupakan 
justifikasi untuk membubarkan FPI.

Tampilan foto pada headline Koran Tempo yang provokatif disikapi Munarman pada 
dengan melakukan jumpa pers di markas FPI Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, 
Selasa (3/6/2008). 

Dia mengatakan bahwa
 seorang pria dalam foto tersebut adalah anggota FPI yang bernama Ucok 
Nasrullah [detik.com]. Dengan demikian, tuduhan keji Koran Tempo tanpa 
melakukan tabayyun [konfirmasi] jelas-jelas merupakan tindakan pers yang tidak 
bertanggungjawab dan berjiwa "preman berdasi".

Lha, wong beliau bermaksud mencegah anggota agar tidak anarkis, kok Tempo 
menyebarkan berita bohong bahwa Munarman mencekik anggota AKKBB. Dengan 
pemberitaan semacam itu, sudah jelas Tempo hendak melakukan "serangan" 
pembunuhan karakter dan memprovokasi kemarahan publik.

Gegabah tanpa Tabayyun [konfirmasi] dan Malu karena Kecele
Begitu gegabahnya, koran Tempo langsung menempatkan foto tersebut pada halaman 
utama koran tempo dengan memberikan penjelasan gambar bahwa disitu
 dinyatakan Munarman sedang mencekik anggota AKKBB. Menanggapi pemberitaan yang 
mengarah pada character assasination, tidak terima difitnah Munarman 
mengklarifikasi pemberitaan Tempo yang menyudutkan tersebut.

Di tempat terpisah, mengomentari pernyataan Munarman bahwa dia bermaksud 
mencegah anak buahnya agar tidak bertindak anarkis, LBH Jakarta Asfinawati, 
yang notabene pendukung AKKBB terlanjur malu, dan mencari-cari pembenaran lain 
dengan mengatakan bahwa ada seseorang lain yang mengaku dicekik Munarman yang 
tidak ada dalam foto tersebut.      Pernyataan Asfinawati ini dinilai 
sebagai upaya mengalihkan rasa malu karena terlanjur kecele atas bukti dokumen 
berupa foto yang disebarkan kubu AKKBB dalam jumpa pers sebelumnya dan dikutip
 mentah-mentah oleh beberapa harian Nasional.

Di sini parahnya, redaksi Tempo tidak mengindahkan kaidah pemberitaan terkait 
dengan kebenaran informasi dan fakta yang disampaikan. Sebagaimana tertera 
dalam Kode Etik Jurnalistik Pasal 1 yang berbunyi "Wartawan Indonesia bersikap 
independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad 
buruk".

Sebagaimana pula dalam penafsiran atas Pasal 1 point b disampaikan sebagai 
berikut: "Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika 
peristiwa terjadi" dan point d "Tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat 
secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain".

Namun dengan arogan bak "preman berdasi" harian Tempo memberitakan pada porsi 
yang tidak tepat agar publik tersesatkan sehingga
 publik pada benaknya muncul kesan oh, inilah aksi brutal FPI yang sedang 
melakukan tindakan anarkis luas biasa.

      
Fitnahan yang Maha Dahsyat yg dilakukan oleh koran Tempo dan media pro 
"Liberal" lainnya  

Koran Tempo, Kredibilitasnya Diragukan ?
Informasi yang dipampang di halaman utama surat kabar nasional sekelas tempo 
memang layak diacungi "jempol", tapi jempolnya menghadap ke bawah bukan keatas. 
     Kenapa? Lha begitu mudahnya Koran Tempo melempar informasi ke publik 
tanpa mengikuti kaidah pemberitaan yang benar [tanpa dikonfirmasi 
kebenarannya]. Bukankah hal ini sangat membahayakan publik [andai saja koran 
tempo tidak meralat informasinya pada harian tempo edisi 4/6/2008].

Andai saja Munarman tidak mampu menghadirkan saksi pemuda yang ada di foto 
dalam konferensi pers, publik akan mendapatkan informasi yang keliru [fitnah]. 
Dan hal ini bisa berpotensi pada kekeliruan dalam pengambilan keputusan dan 
pengambilan kebijakan yang penting.

Dengan ketidakakuratan dan kesembronoan Tempo dalam pemberitaan tersebut, 
apalagi berita tersebut masuk pada area berita utama, yang notabene rubrik 
utama yang berpotensi
 menjadi opini publik, maka mau tidak mau, suka tidak suka, masyarakat akan 
menaruh rasa tidak simpati dan kehilangan kepercayaan terhadap pemberitaan 
Tempo pada rubrik-rubrik berita yang lain. Karena dengan tragedi tersebut akan 
menjadikan masyarakat mengambil kesimpulan bahwa Tempo tidak akurat, tidak 
dapat dipercaya, tidak kredible dan terkesan memojokkan, dll.

Ingat Kasus Koran Tempo, Ingat Kisah Rasulullah SAW  
Ingat tragedi Tempo jadi ingat peristiwa besar pernah terjadi yang menimpa 
Baginda Rasulullah SAW. Suatu fitnah yang melibatkan Ibunda Aisyah ra. sempat 
mengguncang rumah tangga Rasulullah SAW. Ibunda Aisyah difitnah berbuat keji 
dengan salah seorang sahabat Rasul SAW bernama Sofwan bin Mu'attal. Nabi SAW 
pada waktu itu sempat merasakan
 perihnya fitnah.      Fitnah itu bermula dari tertinggalnya Aisyah dari 
rombongan Nabi SAW, seusai berperang dengan Bani Musthaliq, pada Syaban 5 H. 
Istri Nabi SAW tertinggal rombongan dan sendirian di gurun yang lengang. 
Sahabat Shafwan ibnu Mu'aththal yang melewati tempat itu menemukan Aisyah 
sendirian. Ia pun menyuruh ibu kaum Muslim ini menaiki unta dan menuntunnya ke 
Madinah.

Apa lacur? Tanpa mengetahui duduk perkara, orang-orang yang menyaksikannya, 
menggunjingkan Aisyah dan Shafwan. Seperti Hadis Nabi tadi, gunjingan itu 
sempat menggoncangkan, di kalangan kaum Muslim.

Para shahabat yang telah teruji keimanannya ketika ditanya tidak ada yang mau 
memberikan komentar, hingga akhirnya Allah swt menjelaskan persoalan itu yang 
sebenarnya. Dan dengan berhati-hatinya terhadap berita ini menjadikan kaum 
mukminin terhindar dari penyesalan, karena memfitnah orang, apalagi dia Ummul
 Mukminin.

Kemudian Allah menyesalkan kaum Muslim yang tak bersangka baik, bahkan, 
menganggap perkara yang tak diketahui duduk perkara itu, sebagai hal ringan. 
Padahal dia pada sisi Allah adalah besar (QS 24:15). Bahkan, menjanjikan azab 
yang pedih di dunia dan akhirat, bagi penyulut fitnah tersebut (QS 24:19).

Tabayyun Mencegah Fitnah yang Keji

íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíäó ÂóãóäõæÇ Åöäú ÌóÇÁóßõãú ÝóÇÓöÞñ ÈöäóÈóÅò ÝóÊóÈóíøóäõæÇ 
Ãóäú ÊõÕöíÈõæÇ ÞóæúãðÇ ÈöÌóåóÇáóÉò ÝóÊõÕúÈöÍõæÇ Úóáóì ãóÇ ÝóÚóáúÊõãú äóÇÏöãöíäó 
(ÇáÍÌÑÇÊ:6)

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu 
berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah 
kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal 
atas perbuatanmu itu.[TQS Al-Hujuraat: 6]

Ayat ini turun dengan mengajarkan kepada kaum muslimin agar selalu berhati-hati 
dalam menerima berita dan informasi. Sebab informasi sangat menentukan 
mekanisme pengambilan keputusan, dan bahkan entitas keputusan itu sendiri. 
Keputusan yang salah akan menyebabkan semua pihak merasa menyesal. Pihak 
pembuat keputusan merasa menyesal karena keputusannya itu menyebabkan dirinya 
melakukan tindakan dhalim terhadap orang lain. Pihak yang menjadi korban pun 
tak kalah sengsaranya mendapatkan perlakuan yang dhalim. Maka jika ada 
informasi yang berasal dari seseorang yang integritas kepribadiannya diragukan 
harus diperiksa terlebih dahulu.

Perintah memeriksa ini diungkapkan oleh al-Qur'an dalam kata (ÝóÊóÈóíøóäõæÇ). 
Makna kata tersebut akan semakin mantap kita fahami dengan memperhatikan bacaan 
al-Kisa'i dan Hamzah, yang membaca kata tersebut dengan
 (ÝóÊóËóÈøóÊõæúÇ). Kedua kata tersebut memiliki makna yang mirip.      
Asy-Syaukani di dalam Kitab Fath al-Qadir menjelaskan, tabayyun maknanya adalah 
memeriksa dengan teliti, sedangkan tatsabbut artinya tidak terburu-buru 
mengambil kesimpulan seraya melihat berita dan realitas yang ada sehingga jelas 
apa yang sesungguhnya terjadi. Atau dalam bahasa lain, berita itu harus 
dikonfirmasi, sehingga merasa yakin akan kebenaran informasi tersebut untuk 
dijadikan sebuah fakta.

æóáóÇ ÊóÞúÝõ ãóÇ áóíúÓó áóßó Èöåö Úöáúãñ Åöäøó ÇáÓøóãúÚó æóÇáúÈóÕóÑó 
æóÇáúÝõÄóÇÏó ßõáøõ ÃõæáóÆößó ßóÇäó Úóäúåõ ãóÓúÆõæáðÇ
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan 
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan 
diminta pertanggungjawaban". (TQS. al-Isra':36)
  Islam
 Memang Indah. Subhanallah! 



      
Get the name you always wanted with the new y7mail email address.

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke