http://www.eramuslim.com/ustadz/pol/8610145227-ternyata-dasar-negara-indonesia-bukan-pancasila-tapi-allah.htm

 Ternyata Dasar Negara Indonesia Bukan Pancasila Tapi Allah

Rabu, 11 Jun 08 06:17 WIB

Kirim 
teman<http://www.eramuslim.com/ustadz/send/8610145227-ternyata-dasar-negara-indonesia-bukan-pancasila-tapi-allah.htm>

*Assalamualaikum Wr. Wb.*

*Ana tertarik dengan apayangdisampaikan Bapak Eggi Sudjana di salah satu
stasiun tv swasta, beliau menyampaikan bahwa dasar hukum negara indonesia
yang benar adalah hukum Allah SWT*

*Beliau berpijak dari sisi history dan sosiologi bahwa sesuai dengan
pembukaan UUD 1945 negara indonesia berdasarkan atas Ketuhanan YME, dan
hanya atas berkat rahmat Allah SWT Indonesia dapat merdeka.*

*Saya yakin kalau hukum yang bersumber dari Allah SWT ini dapat di terapkan,
kita akan bahagia dunia akhirat*

*Mohon tanggapan Pak Ustadz...!*

*Terima kasih*

*Wassalam*

*Abu Mufid
[EMAIL PROTECTED]
Jawaban

*Assalamu 'alaikum warahmatullah wabarakatuh,
*

*Memang cukup mengejutkan juga apa yang disampaikan oleh Dr Eggi Sudjana SH
MSi dalam talkshow di TV swasta malam itu. Beliau menyebutkan bahwa kalau
dicermati, ternyata justru negara Indonesia ini secara hukum bukanlah
berdasarkan Pancasila. Sebaliknya, di dalam UUD 45 malah ditegaskan bahwa
dasar negara kita adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.*

*Dan sesuai dengan Preambule atau Pembukaan UUD 1945, Tuhan yang dimaksud
tidak lain adalah Allah subhanahu wata'ala. Sehingga secara hukum jelas
sekali bahwa dasar negara kita ini adalah Islam atau hukum Allah SWT.*

*Pernyataan itu muncul saat berdebat dengan Abdul Muqsith yang mewakili
kalangan AKK-BB. Saat itu Abdul Muqsith menyatakan bahwa Indonesia bukan
negara Islam, bukan berdasarkan Al-Quran dan hadits, tetapi berdasarkan
Pancasila dan UUD 45.*

*Mungkin maunya Abdul Muqsith menegaskan bahwa Ahmadiyah boleh saja
melakukan kegiatan yang bertentangan dengan ajaran Islam, toh negara kita
kan bukan negara Islam, bukan berdasarkan Quran dan Sunnah.*

*Tetapi tiba-tiba Mas Eggi balik bertanya tentang siapa yang bilang bahwa
dasar negara kita ini Pancasila? Mana dasar hukumnya kita mengatakan itu?*

*Abdul Muqsith cukup kaget diserang seperti itu. Rupanya dia tidak siap
ketika diminta untuk menyebutkan dasar ungkapan bahwa negara kita ini
berdasarkan Pancasila dan UUD 45.*

*Saat itulah mas Eggi langsung menyebutkan bahwa yang ada justru UUD 45
menyebutkan tentang dasar negara kita adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan
Pancasila. Sebagaimana yang disebutkan dalam UUD 45 pasal 29 ayat 1.*

*Kalau dipikir-pikir, ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Eggi Sujana
itu. Iya ya, mana teks resmi yang menyebutkan bahwa dasar negara kita ini
Pancasila. Kita yang awam ini agak terperangah juga mendengar seruan itu.*

*Entahlah apa ada ahli hukum lain yang bisa menjawabnya. Yang jelas si Abdul
Muasith itu hanya bisa diam saja, tanpa bisa menjawab apa yang ditegaskan
leh Eggi Sujana.*

*Dan rasanya kita memang tidak atau belum menemukan teks resmi yang
menyebutkan bahwa dasar negara kita ini Pancasila.*

*Diskusi itu menjadi menarik, lantaran kita baru saja tersadar bahwa dasar
negara kita menurut UUD 45 ternyata bukan Pancasila sebagaimana yang sering
kita hafal selama ini sejak SD. Pasal 29 UUD 45 aya 1 memang menyebutkan
begini:*

*1. Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa*

*Lalu siapakah tuhan yang dimaksud dalam pasal ini, jawabannya menurut Eggi
adalah Allah SWT. Karena di pembukaan UUD 45 memang telah disebutkan secara
tegas tentang kemerdekaan Indonesia yang merupakan berkat rahmat Allah SWT.*

*Dalam argumentasi mas Eggi, yang namanya batang tubuh dengan pembukaan
tidak boleh terpisah-pisah atau berlawanan. Kalau di batang tubuh yaitu
pasal 29 ayat 1 disebutkan bahwa negara berdasarkan kepada Ketuhanan Yang
Maha Esa, maka Tuhan itu bukan sekedar Maha Esa, juga bukan berarti tuhannya
semua agama. Tetapi tuhannnya umat Islam, yaitu Allah SWT.*

*Hal itu lantaran secara tegas Pembukaan UUD 45 menyebutkan lafadz Allah
SWT. Dan hal itu tidak boleh ditafsirkan menjadi segala macam tuhan, bukan
asal tuhan dan bukan tuhan-tuhan buat agama lain. Tuhan Yang Maha Esa di
pasal 29 ayat 1 itu harus dipahami sebagai Allah SWT, bukan Yesus, bukan
Bunda Maria, bukan Sidharta Gautama, bukan dewa atau pun tuhan-tuhan yang
lain.*

*Lepas apakah nanti ada ahli hukum tata negara yang bisa menepis pandangan
Eggi Sujana itu, yang pasti Abdul Muqsith tidak bisa menjawabnya. Dan
pandangan bahwa negara kita ini bukan negara Islam serta tidak berdasarkan
Quran dan Sunnah, secara jujur harus kita akui harus dikoreksi kembali.*

*Sebab kalau kita lihat latar belakang semangat dan juga sejarah
terbentuknya UUD 45 oleh para pendiri negeri ini, nuansa Islam sangat
kental. Bahkan ada opsi yang cukup lama untuk menjadikan negara Indonesia
ini sebagai negara Islam yang formal.*

*Bahkan awalnya, sila pertama dari Pancasila itu masih ada tambahan 7 kata,
yaitu: dengan menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya.*

*Namun lewat tipu muslihat dan kebohongan yang nyata, dan tentunya
perdebatan panjang, 7 kata itu harus dihapuskan. Sekedar memperhatikan
kepentingan kalangan Kristen yang merasa keberatan dan main ancam mau
memisahkan diri dari NKRI.*

*Padahal 7 kata itu sama sekali tidak mengusik kepentingan agama dan ibadah
mereka. Toh Indonesia ini memang mayoritas muslim, tetapi betapa lucunya,
tatkala pihak mayoritas mau menetapkan hukum di dalam lingkungan mereka
sendiri lewat Pancasila, kok bisa-bisanya orang-orang di luar agama Islam
pakai acara protes segala. Padahal apa urusannya mereka dengan 7 kata itu.*

*Kalau dipikir-pikir, betapa tidak etisnya kalangan Kristen saat awal kita
mendirikan negara, di mana mereka sudah ikut campur urusan agama lain, yang
mayoritas pula. Sampai mereka berani nekat mau memisahkan diri sambil
berdusta bahwa Indoesia bagian timur akan segera memisahkan diri kalau 7
kata itu tidak dihapus.*

*Akhirnya dengan legowo para ulama dan pendiri negara ini menghapus 7 kata
itu, demi untuk persatuan dan kesatuan. Tapi apa lacur, air susu dibalas air
tuba. Alih-alih duduk rukun dan akur, kalangan Kristen yang didukung
kalangan sekuler itu tidak pernah berhenti ingin menyingkirkan Islam dari
negara ini.*

*Dan semangat penyingkiran Islam dari negara semakin menjadi-jadi dengan
adanya penekanan asas tunggal di zaman Soeharto. Semua ormas apalagi
orsospol wajib berasas Pancasila.*

*Sesuatu yang di dalam UUD 45 tidak pernah disebut-sebut. Malah yang disebut
justru negara ini berdarakan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan Tuhan yang
dimaksud itu adalah Allah SWT sesuai dengan yang tercantum di dalam
Pembukaan UUD 45.*

*Jadi sangat tepat kalau kalangan sekuler harus sibuk membuka-buka kembali
literatur untuk cari-cari argumen yang sekiranya bisa membuat Islam jauh
dari negara ini.*

*Namanya perjuangan, pasti mereka akan terus mencari dan mencari
argumen-argumen yang sekiranya bisa dijadikan bahan untuk dijadikan alibi
yang menjauhkan Islam dari negara. Sebab mereka memang alergi dengan Islam.
Seolah-olah Islam itu harus dimusuhi, atau merupakan bahaya laten yang harus
diwaspadai.*

*Kita harus akui bahwa kalangan sekuler anti Islam itu cukup banyak. Dalam
kepala mereka, mungkin lebih baik negara ini menajdi komunis dari pada jadi
negara Islam*. *Astaghfirullahaladzhim*.

*Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullah wabarakatuh, *

*Ahmad Sarwat, Lc*


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
************************************

Kirim email ke