Atas pertanyaan seorang  rekan di milis tetangga tentang Alquran dan 
ayat bacalah saya memberi jawaban di bawah ini. Mungkin ada baiknya 
jawaban tersebut juga dibaca dan dikomentari oleh anggota millis ini.

Di toko buku dijual Alquran yang ada terjemahan bahasa
Indonesianya versi Departemen Agama, saya kira Alquran itu cukup
repsentatif karena dikeluarkan oleh Departeman Agama.

Kalau Anda coba baca Alquran, walaupun dalam bahasa Indonesia, mulai
dari halaman pertama hingga halaman terakhir Anda akan mabok karena
tidak ada alur cerita, tidak ada sistimatika, walaupun dalam satu
surat tidak ada pesan tunggal yang dapat ditangkap, banyak yang
berulang sehingga sangat menjemukan. Contoh ada surat berjudul
Ibrahim tetapi isinya bukan hanya tentang Ibrahim (dari 52 ayat
hanya 7 ayat tentang Ibrahim), ada tetang Musa padahal dalam Alkitab
yang disusun orang Yahudi, Musa lahir jauh sesudah Ibrahim. Karena
itu kebanyakan orang hanya mencomot bagian yang disukainya lalu
menafsirkan kira-kira baiknya gimana dengan ayat itu.

Alquran terdiri dari 112 surat disusun mulai dari surat terpanjang
hingga surat terpendek, bukan berdasarkan kronologis surat itu
pertama dibacakan Muhammad sehingga sulit menganalisa situasi ketika
ayat itu pertama kali dibacakan.

Diyakini bahwa surat yang pertama adalah surat Al-Alaq teteapi di
dalam Alquran ditempatkan sebagai surat ke 96, isinya, "Bacalah, dan
Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan
perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak
diketahuinya."

Banyak orang menafsirkan bahwa Tuhan mengajarkan agar manusia
belajar, yaitu mampu membaca untuk kemajuan. Tetapi kita dapat
mencoba merekonstruksi dan membayangkan apa yang sebenarnya terjadi.
Muhammad buta huruf, ia tahu bahwa orang Kristen dan Yahudi
mempunyai kitab tetapi ia tidak bisa membaca kitab itu karena buta
huruf tetapi ingin menjadi tokoh agama. Dalam kebingungannya ia
pergi ke gua lalu mendengar suara hatinya, kira-kira "kamu harus
bisa membaca kalau kamu mau menjadi tokoh agama"

Di dalam Aquran juga ada ayat "Dan sesungguhnya Alquran ini benar-
benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dan dibawa turun oleh al-
Ruhul Amin (Jibril), ke dalam hati (Muhammad) agar kamu menjadi
salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan
bahasa Arab yang jelas." (26:192-195)

Muhammad mengakui bahwa ayat Alquran yang diajarkannya bukan
didengar tetapi bersumber dari hatinya sendiri. Pengkuan itu
menguatkan dugaan bahwa ia bergelut dengan dirinya sendiri yang yang
buta huruf tetapi ingin membuat kitab suci dalam bahasa Arab untuk
orang Arab. Karena tetap tidak bisa membaca, Muhammad sakit lalu
dihibur oleh istrinya, Muhammad menggigil dan berselimut.
Setelah ia dapat mengatasi dirinya dan dibacakan lagi ayat, "Hai
orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah
peringatan.."

Tampaknya masalah buta huruf sudah dapat diatas oleh dirinya sendiri
dan kemudian lebih banyak ayat-ayat dibacakan sesuai dengan situasi
yang dihadapi tetapi hingga akhir hayatnya Muhammad tetap buta huruf
dan bangga bahwa sorang buta huruf telah membuat kitab sehingga
sebelum meninggal sempat dibacakan ayat, "Dialah yang mengutus
kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang
membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, dan
mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (as Sunnah).(62:2)
Yang dimaksud Kitab adalah Alquran yang dibuat setara dengan Kitab
Taurat Yahudi yang berisi perintah-perintah Tuhan sedangkan Hikmah
adalah hadis yang belum ditulis sewaktu Muhammad masih hidup tetapi
Muhammad sudah mengatakan akan ada Hikmah seperti Injil yang berisi
riwayat Yesus.

Ayat-ayat alquran dibacakan Muhammad sesuai situasi yang dihadapi.
Ketika Muhammad menginginkan istri anak angkatnya untuk menambah
jumlah istrinya, juga dibacakan ayat Alquran dan setelah anak
angkatnya menceraikan istrinya lalu perempuan itu resmi menjadi
istri Muahmmad juga dibacakan ayat yang menyatakan bahwa mengawini
bekas istri anak angkat dibenarkan oleh Tuhan.

Muhammad terus menambahkan ayat-ayat Alquran selama sekita 20 tahun
dan setelah meninggal, sahabat-sahabatnya yang juga buta huruf terus
menghafal dan pada jaman Kalifah keemapat baru disusun dalam bentuk
buku yang susunannya mulai dari surat terpanjang hingga surat
terpendek. Tidak dapat dijamin bahwa isi Alquran yang dalam bentuk
buku tersebut betul-betul yang pernah dibacakan oleh Muhammad karena
jarak waktu antara Muhammad meninggal sampai buku Alquran
diterbitkan sekitar 20 tahun.

Mudah-mudahan dapat membantu.
Terima kasih.
Salam



Kirim email ke