> Nasional 
Jumat , 13 Juni 2008 , 16:27:18.00
Pengunjuk Rasa Ultimatum JAI Sulsel

Tribun Timur/Jumadi Mappanganro

MAKASSAR, TRIBUN - Puluhan pengunjuk rasa baru saja 
meninggalkan Sekretariat Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Provinsi 
Sulawesi Selatan di Jl Anuang No 112, Kecamatan Mamajang, Kota 
Makassar, Jumat (13/6) sore. 

Mereka yang menamakan dirinya sebagai Barisan Pemuda Islam 
Sulawesi Selatan mengancam akan datang dalam jumlah lebih banyak 
lagi jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Mereka menuntut papan nama organisasi JAI yang ada di pajang 
di depan sekretariat Pimpinan Wilayah JAI Sulsel diturunkan paling 
lama satu kali 24 jam.

Mereka juga meminta agar sekretariat mereka dijadikan rumah 
biasa saja, bukan sekretariat dan tidak digunakan sebagai masjid 
JAI. Tuntutan ini menurut pengunjuk rasa telah sesuai surat 
keputusan bersama (SKB) tiga menteri yang melarang kegiatan ibadah, 
dakwah, dan penyiaran ajaran Ahmadiyah.

"Jika tuntutan kami tidak dipenuhi satu kali 24 jam, kami akan 
datang dalam jumlah lebih banyak lagi," tegas Ismail Hamzah dalam 
orasinya di depan sekretariat JAI. Ismail adalah Ketua Barisan 
Pemuda Islam Sulsel.

Kendati didatangi massa yang mengecam keberadaan JAI, sejumlah 
pimpinan dan anggota JAI Sulsel terlihat bertahan di sekretariat 
mereka yang berada di bawah Masjid An Nushrat.
Sebagian anggota JAI lainnya berada di luar berbaur dengan 
aparat polisi dan wartawan yang berkerumun di dekat sekretariat JAI.

Beberapa pengunjuk rasa itu membawa bendera organisasi 
Muhammadiyah. Mereka juga membawa sejumlah poster berisi kecamannya 
terhadap ajaran Ahmadiyah. Salah satu isi posternya bertuliskan 
bahwa Islam tak sama dengan Ahmadiyah.

Kendati para pengunjuk rasa sudah pulang, hingga saat ini 
puluhan polisi berseragam dinas maupun pakaian sipil serta sejumlah 
intelijen dari TNI terlihat di lokasi aksi. Mereka berjaga-jaga agar 
tidak terjadi tindakan anarkis. (*)

Tribun Jabar - Jumat , 13 Juni 2008 , 16:27:18 wib 

Kirim email ke