Ketika kekerasan telah dilegalkan ditambah lagi dengan menggunakan 
kedok agama, yang bisa kita lakukan hanyalah membangkitkan kembali 
suara nurani anak bangsa. Munarman hanyalah satu produk dari 
kelemahan negara dan tafsir yang sempit terhadap satu ayat. Barusan 
ada yang mengirim privat message kepada saya bahwa tahun 2009-2010 
pancasila akan diganti. Dan jawaban saya adalah : 

"Itu tidak akan pernah terjadi beloved. Pancasila bukan hanya sebuah 
falsafah atau dasar negara tapi juga sebuah mantra, sebuah doa. 
Mantra yang akan menghantarkan manusia Indonesia sebagai manusia 
yang berketuhanan. Manusia yang penuh dengan sifat ketuhanan yang 
welas asih dengan jubah nama-nama Jamal Sang Khalik bukan JalallNya. 
Mantra yang akan membuat manusia Indonesia menjadi manusia yang adil 
dan beradab bukan manusia biadab yang membunuh dan memukuli sesama 
manusia hanya karena beda tafsir terhadap ayat suci. Mantra yang 
akan menjaga persatuan Indonesia sehingga tidak satupun orang-orang 
usil yang ingin meraup kekayaan alam Indonesia untuk segelintir 
perut saja, tidak keluarga dari amerika, tidak raja saud, tidak juga 
keluarga dari cina.Mantra yang akan membuat manusia Indonesia bahwa 
sekarang bukan lagi jaman otot tapi jaman otak sehingga dia akan 
menempatkan musyawarah mufakat ketika menghadapi konflik bukan 
dengan cara bakar-bakaran rumah ibadah. Dan mantra yang akan 
menghantarkan rakyat Indonesia ke Gerbang Kesejahteraan bagi seluruh 
Rakyat Indonesia bukan kesejahteraan bagi pejabat dan konglomerat 
hitam !! saya rasa syariat islam yang selama ini didengungkan pun 
berharap yang sama. Apa perlu ganti kulit apabila esensi sama?? Coba 
kalau kita ganti nama PANCASILA dengan istilah KHOMSAH SYARIAH atau 
apapun juga agar terdengar islami, apakah ada bedanya?? Masalahnya 
selama ini kita terjebak pada sebutan pada nama. Yang kita anggap 
Islam itu yang bunyi bahasanya Arab.Ingat, Masih banyak orang yang 
sadar di Indonesia bahwa Islam bukanlah Arab !!

Love

Ninik

Kirim email ke