Oke lah jilbab hanya penutup aurat ... tapi kalo sudah di kaitkan dgn kehidupan 
zaman sekarang terutama dari dunia Olah Raga ... jilbab malah merepotkan.

untunglah Yayuk Basuki, Susi Susanti dan temen2 nya pada nggak pakai jilbab 
kayak yg dipakai Bunda Maria itu... seumpama mereka pada ber-jilbab, negara ini 
nggak pernah menaikan bendera merah-putih di Olympiade
Yayuk Basuki nggak akan pernah masuk rating ke-20 di tenis international

Janganlah bangga dulu dengan jilbab... cewe berjilbab MATI-TOTAL di dunia Olah 
Raga
sekali-kali kita melihat wanita jangan hanya dari sudut AURAT nya saja... tapi 
dari sudut aktivitas Olah Raganya juga perlu.
Olah Raga yang bisa diikuti wanita berjilbab hanya senam poco-poco... 
selebihnya No Thing !!
Jadi berjilbab membuat kita bangga  ato  prihatin ???

murtad nich !!!
 

--- On Sun, 15/6/08, tawangalun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: tawangalun <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [zamanku] Re: Jilbab itu BUKAN islami... tapi ngeress
To: zamanku@yahoogroups.com
Date: Sunday, 15 June, 2008, 7:50 PM










    
            Betul jilbab adalah penutup aurat bukan baju padang pasir sebab 

wanita kafir Makah dulu bajunya seksi seksi.

Penutup aurat itu dilakukan juga oleh Bunda maria yang bajunya brukut 

dan tutup kepala kan Dia bukan biarawati kan? jadi kata Gabriel itu 

uniform biarawati dan baju padang pasir jadi gugur.Tapi kelihatannya 

karena Allahnya Bunda maria podo dg Allahnya Muhammad.Nah biarawati 

Kristen do pengin suci kaya Bunda maria makanya do pakai baju brukut 

dan kepala ditutup.Masak di sandiwara TV Amerika Latin baju biarawati 

disana kok persis dg muslimah ki piye?

Mother Theresa di calcutta juga non padang pasir juga podo dg 

muslimah.

Jadi itu baju wanita yang kepengin suci.

memang bukan jaminan bahwa baju brukut tadi tdk bakal dipakai oleh 

pelacur kan semua berhak kok pakai baju.Tapi kalau pelacur tadi gelem 

berbaju tsb terus2-an dia bakal gak laku.Jadi suatu saat harus 

dipamerkan auratnya.



Shalom,

tawangalun.



- In [EMAIL PROTECTED] .com, "Darmawan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>

> Jilab tidak tepat dikatakan sebagai budaya Arab, karena perintah 

> mengenakan jilbab ada di dalam Alquran dan baru diberlakukan 

setelah 

> Muhammad menjadi pemimpin Islam dan setelah Khadijah meninggal.

> Sebelum Khadijah meninggal wanita punya kedudukan terhormat dalam 

> budaya Arab. Khadijah adalah seorang saudagar kaya yang mandiri 

> berani menjanda karena punya penghasilan sendiri, mampu 

mepekerjakan 

> laki-laki yang salah satunya kemudian diambilnya menjadi suaminya. 

> Selama masih menjadi suami Khadijah, Muhammad sangat hormat kepada 

> wanita (wong ia dapat makan dari istrinya kok), tidak pernah main 

> perempuan apa lagi berani-beraninya memerintahkan wanita pakai 

> jilbab.

> Kedudukan wanita setelah Khadijah meninggal dan Muhammad menjadi 

> penguasa Islam, sangat mengenaskan yaitu menjadi pemuas sek laki-

> laki dan perintiah jilbab itu sejalan dengan budaya yang berkembang 

> seiring dengan tampilnya Muhammad sebagai pemimpin Islam dan 

> jatuhnya martabat wanita hingga menjadi pemuas sek laki-laki. 

> Pelecehan seksual terhadap perempuan dicontohkan oleh Muhammad 

> sendiri yang pernah mempunyai istri hingga 11 orang.

> Bagaimana Muhammad menggauli istrinya yang 11 orang diceritakan 

> dalam Hadis Sahih al-Bukhari Volume 1, Buku ke-5, Nomor 168, 

ditulis 

> bahwa Anas bin Malik berkata, "Nabi biasanya pergi mengunjungi 

semua 

> istrinya secara bergilir, selama siang dan malam, dan mereka 

> jumlahnya ada sebelas." Karena wanita mendapatkan datang bulan 

> secara berkala, kesebelas istri Muhammad tidak dapat setiap hari 

> disetubuhi, tetapi Muhammad tidak membiarkan istrinya yang sedang 

> mendapat datang bulan tidak dijamahnya. Bagaimana Muhammad 

> memperlakukan istrinya yang sedang datang bulang diceritakan oleh 

> Aisyah, "Setiap kali rasul Allah ingin meraba-raba siapa di antara 

> kami ketika sedang haid, dia akan menyuruhnya memakai Izar (baju 

> dari pinggang ke bawah) dan mulai meraba-raba dia." Cerita itu 

> ditulis di dalam Bukhori Volume 1, Buku ke-6, Nomor 299. 

> Wanita memakai jilbab secara tidak sadar menyampaikan pesan moral 

> menerima nasib sebagai pemuas seks laki-laki.

> Salam 




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke