Gung... anda muslim yaa ??
lha iya lah... kalo referensinya di ambil dari media2 muslim... FPI jelas 
dibela-in

itu mah sama aja... anda pengin bubarin kawasan pelacuran tapi anda buka polling
ke germo2... ya jelas pelacur2 itu di belain

debatnya agak berbobot dikit ah... masa gaya pesantren lo bawa2 ke milis
itu mah sama aja anda mempermalukan diri sendiri

murtad nich !!!

--- On Wed, 18/6/08, Ahmadi Agung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Ahmadi Agung <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Polling...
To: "Gabriella Rantau" <[EMAIL PROTECTED]>, "anggun wibowo" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Purwanto PDC" <[EMAIL PROTECTED]>, "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Andik Yudiarto" <[EMAIL PROTECTED]>, zamanku@yahoogroups.com, "riri cute" 
<[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED],
 [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED],
 [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "Roslina Podico" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, 18 June, 2008, 4:53 PM



 
#yiv2017753773 DIV {
MARGIN:0px;}



Polling 4 Media: 
Jangan Bubarkan FPI !!

Katagori : Focus
Oleh 
: Redaksi 13 Jun 2008 - 7:00 
pm 


Polling FPI di Liputan6 “Raib”Tanpa ada 
pemberitahuan yang jelas, polling pembubaran FPI di Liputan6.com tiba-tiba 
“raib”. Sebagaimana diketahui sebelumnya situs ini menyediakan polling terbuka 
untuk menjaring sikap masyarakat tentang keberadaan Front Pembela Islam (FPI) 
terkait kasus Monas.

“Catatan aksi kekerasan Front Pembela Islam (FPI) 
cukup panjang. Terakhir, para anggotanya terlibat penyerangan Aliansi 
Kebangsaan 
Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Beberapa pihak meminta FPI 
dibubarkan. Setujukah Anda jika FPI dibubarkan?” Begitu Liputan6.com 
mengawali polling. 

Pasca kasus Monas, 1 Juni 2008 lalu, setidaknya ada 
empat media online membuat polling serupa. Selain Liputan6.com, ada situs 
detik.com, situs milik PBNU, nu.or.id dan Republika online. 

Yang 
mengagetkan, umumnya hasil polling keempat media itu menunjukkan ketiksetujuan 
responden membubarkan FPI.

Pantauan hidayatullah.com Selasa pagi, 10 Juni 
2008 hasil polling Liputan6.com menunjukkan, 59% (atau 89.126 pembaca tak 
menginginkan FPI dibubarkan). Hanya 41%, atau 62.093 pembaca meminta FPI 
dibubarkan. Sisanya 272 (0%), menyatakan abstain. 

Setiap hari, jumlah 
peserta polling yang memilih opsi menolak pembubaran FPI justu semakin 
meningkat, sehingga menjelang pukul 3:00, mereka yang menolak pembubaran FPI 
merangkak menjadi 60%, sedangkan yang menolak 40%. Namun kemudian, 
esoknya, tampilan polling itu “raib” entah ke mana. Tidak ada pengumuman 
mengapa polling ditutup. 

Sedangkan polling di detik.com hasilnya 
menunjukkan pihak yang enggan FPI dibubarkan masih tetap unggul. Sekitar 56, 
76 % dengan pemilih sebanyak 26022 orang. Sedangkan pihak yang menginginkan 
FPI bubar meraih 43,24% dengan pemilih sebanyak 19826 orang.

Adapun 
Polling di republika.co.id mereka yang menginginkan FPI tidak dibubarkan 
melejit menjadi 85,5%. Di nu.or.id dukungan agar FPI tidak 
dibubarkan juga meningkat dari 59 % menjadi 62%. Yang tak menginginkan 
FPI dibubarkan beralasan, "keberadaannya harus tetap dipertahankan guna 
menghapus kemaksiatan dan melawan kelompok liberal." 
[thoriq/www.hidayatullah.com]





Polling 4 Media: Jangan Bubarkan 
FPI!
10 Juni 2008 : Pasca kejadian bentrok antara LPI (Laskar 
Pembela Islam) dan AKK-BB (Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan 
Berkeyakinan) di Monas. Media-media masa membuat polling bagi pembaca, isinya, 
apalagi jika tidak pembubaran FPI (Front pembela Islam). Ajaibnya, hasil 
polling 
sampai saat ini (10/6) menunjukkan bahwa mayoritas pembaca tak menginginkan FPI 
dibubarkan.

Simak saja hasil polling yang dilakukan Detik.com. “Massa 
Front Pembela Islam (FPI) menyerbu massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan 
Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) di Monas. Tindakan anarkis FPI sangat 
disesalkan. Tuntutan agar FPI dibubarkan pun meluas. Setuju kah Anda FPI 
dibubarkan?” Begitu, Detik.com memberi keterangan, bahwa tindakan FPI anarkis, 
dan patut disesalkan, serta tuntutan pembubaran FPI meluas. Tapi apa hasilnya? 
Ternyata 56,01% atau sebanyak 21.221 peserta jajak polling menyatakan tidak 
setuju pembubaran FPI, yang menginginkan FPI dibubarkan hanya 43.99%, atau 
sebanyak 16.667 pembaca. Dari total 37888 peserta polling.

Hasil 
sementara polling juga terlihat dalam situs Liputan6.com. Mayoritas peserta 
polling menginginkan agar FPI tidak dibubarkan. “Catatan aksi kekerasan Front 
Pembela Islam (FPI) cukup panjang. Terakhir, para anggotanya terlibat 
penyerangan Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan 
(AKKBB). Beberapa pihak meminta FPI dibubarkan. Setujukah Anda jika FPI 
dibubarkan?” Begitu Liputan6.com mengawali. Akan tetapi, apa jawaban pembaca? 
Ternyata 59% atau 89.126 pembaca tak menginginkan FPI dibubarkan. Hanya 41%, 
atau 62.093 pembaca meminta FPI dibubarkan. Sisanya 272 (0%), menyatakan 
abstain.

Di Republika Online lain lagi. 85,3% peserta menyatakan ketidak 
setujuannya jika FPI dibubarkan. Sedangkan mereka yang menginginkan pembubaran 
hanya 12,8%, sisanya 1,8 %menyatakan tidak perduli.

Yang menarik adalah 
di situs milik Nahdlatul Ulama (NU). Di situs NU Online mayoritas pembaca, 
menginkan FPI tetap ada. Nah, menariknya, sebesar 59% memilih opsi 
“Keberadaannya (FPI) dipertahankan untuk menghapus kemaksiatan dan melawan 
kelompok liberal”. 

Hanya 21% tak menginginkan FPI dengan alasan layak 
dibubarkan karena merusak citra Islam. Sisanya, 1 %, menyatakan tidak 
tahu.

Dari hasil ini, maka bisa diketahui bahwa mayoritas para peserta 
jajak pendapat di 4 media (Detik.com, Liputan6.com, Republika Online dam NU 
Online) hingga saat ini (10/6), menginginkan agar FPI tidak dibubarkan. 
“Dibenci 
tapi dirindu”, itulah FPI! [thoriq/www.hidayatullah.com] 


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke