Saya juga binun baca email dibawah ini, apakah maksudnya :
Orang Islam derajatnya lebih rendah dari babi...??
 
sukur alhamdullilah deh ...


--- On Fri, 20/6/08, wirajhana eka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

 







From: nurafni setyorini <[EMAIL PROTECTED] com>

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh


Bapak/Ibu Yth
Saya cuma seorang muslim biasa saja, yg tidak terlalu tahusecara mendalam ttg 
Ilmu2 Alqur'an dan Hadis.


Nah waktu kemarin tgl 16, khan ada acara di TV-one, 
   -saya tidak begitu memperhatikan acara tsb- 
tapi kakak saya menonton acara tsb dan duduk di samping saya, dia sambil 
ketawa-tawa, berkata :


Mbak:
   "kamu tahu gak, babi-babi di Indonesia tuh nasib nya lebih baik dari pada 
Ahmadiyah"
(Sy bingung, gak ngerti maksud dia apa, terus saya tanya ke mbak)


Saya:
   "Maksud mbak, Babi - binatang? Kok bisa lebih bagus nasibnya sih ?"
   "Mana bisa ?"
(Terus sambil terus cengengesan, mbak ku bilang gini :)



Mbak:
   "Kamu tahu khan, bahwa Babi tuh haram? di haramkan di Qur-an?"


Saya: (sambil tambah bingung)
   "Iya aku tahu - terus hubungan nya apa?" tanya saya,


Mbak:
   "Babi aja yg jelas-jelas haram, masih boleh 'hidup' dgn tenang disini"
   "Gak Pernah khan, kamu denger Babi, di kejar2 sama orang Islam, 
    di aniaya, atau diancam mau di bunuh ?"
   "Gak pernah khan ? Padahal 'Babi-Babi' jelas-jelas hukumnya haram lho"


Saya:
   "Maksud Mbak gimana sih ?"


Mbak:
   "Gini, di Qur'an atau Hadist tuh - untuk orang2 yg mengaku aku sbg Nabi 
sekalipun, tidak ada anjuran untuk di pukuli atau di aniaya apa lagi di bunuh"


Saya:
   (melongo aja)


Mbak:
   "Bahkan di zaman Nabi SAW sekalipun, yg namanya Musailamah pun 
    tidak pernah di aniaya oleh Nabi SAW"


Saya:
   "Musailamah tuh siapa Mbak?"

Mbak:
   "Musailamah tuh orang yg mengaku sbg Rasul, pada zaman 
    Nabi Muhammad SAW masih hidup"


Saya:
   "Ok - terus ?"

Mbak:
   "Harusnya kita sebagai manusia tuh malu, masa' kita lebih menghargai Babi
    dari orang2 Ahmadiyah"
   "Babi aja yg jelas-jelas haram di Qur'an, kita  biarkan hidup dgn tenang
    dan damai, eeehhh ini Ahmadiyah yg jelas-jelas manusia - dan derajat nya
    jauh lebih tinggi dari pada babi, kita kejar-kejar, gebukkin, bahkan kita 
ancam
    untuk di bunuh"
(mbak ku makin semangat - lihat aku tambah bengong)
 
Mbak:
   "Paling gak, kita khan bisa memperlakukan Ahmadiyah dgn lebih baik dr yg
    sekarang - lebih baik dari pada kita memperlakukan Babi"
   "Khan cukup misalnya MUI, men-cap mereka sebagai "melenceng" dari Islam
    dan men-sosialisaikan ke masyarakat ttg hal ini"
   "Kalau misalnya ada orang Islam, yg nekat makan Babi, khan dosanya di
    tanggung dia sendiri?  Begitu juga, kalau sudah di "cap" sebagai
    melenceng, terus masih ada yg mau join sama ke Ahmadiyah, khan dosanya di
    tanggung sama orang itu sendiri"
(sambil pergi ke kamar, mbak masih ngomel...)



Mbak:
    "Aku malu menjadi bagian umat Islam di indonesia, yg lebih menghormati Babi
     daripada menghormati orang-orang Ahmadiyah"       
(saya cuma bisa diam saja, sambil mikir)
Kayaknya mbak ku (walaupun menurutku agak ngaco), ada bener nya juga nih.
Apa memang kita lebih menghormati Babi daripada manusia ?
Separah itukah kita ?
Mohon input dari Bapak/Ibu sekalian.


Wass



 













Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke