--- On Wed, 6/18/08, wisanggeni kusuma
<[EMAIL PROTECTED]<wisanggeni.kusuma%40yahoo.com>>

wrote:

Subject: [nisem] masihkah pingin study ke jazirah arab ??
Date: Wednesday, June 18, 2008, 1:44 PM

Catatan seorang Teman, Baca dan renungkan

Sekitar tiga minggu yang lalu dalam kesempatan Umroh bersama dengan
temen2 TKI dan pejabat RI, banyak informasi kejadian h gunung es yang
terungkap dalam obrolan kami:

Saat saya diminta berangkat ke Arab untuk memperoleh beasiswa
Research Assistant & S3, seorang staff KBRI disini (yang saya
hormati) memberi pesan singkat yang memberikan banyak
pertanyaan. Mudah2an kedatangan segera teman2 S2 & S3 ini nanti akan
dapat MEMPERBAIKI CITRA Indonesia di sini . Apa nih artinya? Waktu
itu saya bertanya2.

Satu minggu kedatangan kami di KSU-Riyadh, saya sudah mulai akrab
dengan beberapa staf disana (meski saya nggak bisa bhs Arab). Salah
satunya adalah Vice Dean college saya. Dengan bersemangat beliau -
pejabat Arab di Uni kami menyatakan, "Do you know, there are
1.000.000 Indonesian in Arab and most of them are drivers and
house keepper! "

Kemudian beliau menambahkan, "We invites muslem countries to come
here to receive our scholarships, because they will come here not
just because study; because they also want to Umroh & Hajj (bener
juga sih ya h .

Nah komentarnya yang sedikit "mencubit " hati saya adalah: "I am sure..your
father is difficult to come here for hajj.."

Emang semua orang Indonesia miskin .I hope you can increase
Indonesian imange here.. "

Wuaduuuh c. Belum lagi masalah gaji saya saat itu beliau merasa gaji
saya sudah gedhe (karena dibandingkan standar TKW/driver disini
sudah 4x-nya)..dan saya pasti sangat seneng sekali, yakin beliau .

Ya Alloh, padahal kami kesini bukan untuk uang! kami ke sini untuk ilmu
dulu.

Pengalaman lain, kalo temen2 jalan2 di Arab maka pedagang/orang2
akan menilai kita warga kelas 2 (meski ada kelas 3 yakni
Bangladesh.. karena dibayar 200 reyal/bulan mau), sehingga
seringkali kita tidak begitu diperhatikan/ dihormati.

Seringkali kita mesti menyombongkan diri: we are student here PhD!..baru
perlakuan birokrasi atau pelayanannya jadi sangat jauh lebih mudah.

Pengalaman itupun saya rasakan waktu masuk di Bandara/Imigrasi
pertama kali, sejak di Dubai dan di Riyadh antrian panjaaaaang buruh
migrant wanita kita mengular .

Banyak beberapa diantara mereka yang bahasa Arab nggak bisa, Englishpun
nggak bisa, sehingga pernah dijumpai seorang TKW yang kebingungansalah
terminal keberangkatan transit di Dubai gara2 nggak ngerti pengumuman dalam
bahasa Arab/English (wuaduh!).

Kita bisa bayangkan antrian panjang (mungkin 100-an orang) TKW/TKI kita di
Dubai dan Arab tersebut terjadi setiap hari.

Nah, yang sering nggak disadari TKW kita, begitu sampe di Arab
mereka sudah lega, padahal setelah masuk imigrasi dan lolos mereka
TIDAK BISA keluar Arab lagi kecuali mengurus Visa Exit Permit
(sangat beda dengan negara2 non-Arab) yang mesti butuh persetujuan
instansi penanggung jawab dia Nah jadinya, masuklah TKW/TKI kita ke
sistem sarang di mana kunci nya yang pegang majikan/instansinya.

Keluar dari Bandara, beruntung kalo TKW kita langsung dijemput
majikannya, kalo tidak akan banyak supir2 taxi yang langsung merebut
tas dan meminta no telepon majikannya. Beruntung kalo sopir taxinya
baik yakni mengantar ke rumah majikan. Setelah majikan TKW/TKI
tersebut sanggup membayar. Kalo tidak beruntung, sangat berbahaya
(baca: tidak aman) bagi TKW kita bepergian sendiri di Arab.

Sampe di rumah majikan, mulailah babak sulit berikutnya. Pengakuan
seorang TKI saat itu waktu ngobrol dengan saya: setelah di rumah
majikan negosiasi gajipun berlangsung. Sebenarnya lebih tepat
bukan enegosiasi f karena TKI apalagi TKW kita sudah tidak punya
pilihan lain (mau tidur/pergi/ hidup dimana?)..gaji standar 800
reyal (hanya Rp 2jt/bulan) akan diturunkan menjadi 500-600 reyal
(Rp 1.300.000/ bln)

(beruntung TKI laki2 yg jadi sopir, karena mereka
bisa kabur cari bos baru..jadi standar mereka 800 reyal
(makan & keperluan lain tanggung sendiri: rata2 300-400 reyal/bulan).

Coba kita bayangin penghasilan bersih Rp 300rb-700rb perbulan
untuk membeli kebebasan rekan2 TKW kita. yach kebebasan mereka
terbeli, karena saat TKW (khususnya TKW/buruh wanita kita) masuk ke
rumah majikan mereka di rumah itulah apapun bisa terjadi tanpa
siapapun mengetahui.

Rekan2, yang sangat menyedihkan setiap hari . setiap hari hanya untuk
di Riyadh saja pasti ada TKW/TKI kita yang kabur ke Sekolah
Indonesia Riyadh (SIR). Mengapa tidak kabur ke KBRI, karena lebih
sulit harus melewati pos penjagaan tentara Arab. Sering terjadi Bos
laki2 memperkosa TKW2 kita . Mengapa? karena TKW kita terkenal
tidak segalak TKW Philipines di sini, budaya kita yang takut,
manut dan menerima apa adanya sangat klop dengan image mereka
dengan budak mereka di masa lalu

Seorang teman disini pernah bercerita, disini paling ringan diliatin Bos
laki-lakinya telanjang itu udah biasa, paling2 saya cuman ngancam mau
teriak. Belum lagi kisah TKW2 kita yang dilaporkan polisi dan disiksa
majikan2nya hanya gara2 ditemukan azimat2 bawaan orangtuanya dari Indonesia.
Disini setiap TKW/TKI yang bawa azimat/rajah sering dianggap mau
MENYIHIR/SANTET majikannya dan bisa dilaporkan/masuk penjara meski tanpa
bukti. Kalo seorang TKW aman dari Bos laki2nya, masih ada anak2nya.
rata-rata ada 7-10 anak dalam keluarga..bisakah kita menjamin dari 10 laki2
gbersih pikirannya h semua melihat TKW2 kita yang manut diperlakukan apa
saja. Bos wanita beda lagi, kata-kata
umpatan adalah hal yang jamak. Marah, bahkan mukul/menyiksa bukan
hal yang aneh.

Tapi mau lari kemana TKW kita? kalo TKI (driver) mereka bilang
mudah, cukup mobil Bosnya ditinggal mereka cari bos lain. Kalo TKW
kita kabur, mau kemana??? saat lari keluar rumah, mereka di jalan
terlihat sendiri cmereka dapat ditangkap Polisi Syariah, kmd
dimasukkan penjara..dikembalik an lagi kemajikannya (nambah lagi
dendam & kemaksiatan yang ada). Jika beruntung mereka lari ke rekan2
TKI mereka. Beruntung? TIDAK JUGA!!! Banyak diantara TKW kita yang
lolos dari Mulut Buaya Masuk ke Mulut Harimau. Sudah banyak/jamak
terjadi, meski dengan bangsanya sendiri banyak TKI2 kita
yang gmemperkosa h (memaksa zina) TKW yang lari dan minta
perlindungan padanya (Nau fdzu billaaa Seorang driver TKI kita
pernah komentar kepada saya saat mau umroh (saat mau umroh!): glha
gimana Mas c.mereka juga mau..lha sama2 eLAPAR f h (Ya Alloooh).
Tidakkah terlintas dibenak mereka, rekan2 kita ini melakukan Dosa
yang sangat besaar. Jadi mereka bukan hanya menjual kebebasan
mereka, namun tanpa sadar saudara2 kita ini juga sudah membuang
agama mereka. Yang lebih menyedihkan, TKW yang ditampung oleh
driver2 TKI kita ini bukannya diantar ke KBRI, tapi malah gDIJUAL h
lagi ke Baba (Bos) lain dengan imbalan 100-200 reyal (250rb-500rb) .
Meski mereka tahu Bos baru ini juga kejam/pemerkosa mereka tidak
perduli. gMas disini mah biasa cdriver punya peliharaan TKW nyampe 20
orang h kata kenalan saya ini. Ya Allooh apa bedanya driver penjual
TKW ini dengan mucikari kalo mengetahui calon Bos TKWnya seorang
pemerkosa?

Entahlah, nasib TKW/TKI kita inipun tidak berhenti sampai disini:
sejak keberangkatan harus bayar uang banyak, medical check up
dibentak2 (saya ikut dibentak2 dokter wanita karena dikira TKI c
disuruh telanjang hanya CD c), di penampungan sudah di hpenjara h,
berangkat masuk Arab, masuh rumah Bos (2kali terpenjara lagi) clari
ke TKI lain minta bantuan (resiko diperkosa dan dijual lagi) clari
dijalan resiko tertangkap Polisi Syariah c..saat pulang, masuk ke
Terminal khusus TKI (untuk apa? untuk dpt dikenali mana yang bisa
diperas cdiperas nilai tukar uangnya, maupun diperas biaya
transportasinya) .

Apakah pemerintah kita tidak tahu semua ini. Bahkan TKI/TKW kitapun
pernah berkeluh kesah kepada SBY langsung saat disini. Sangat pasti
mereka tahu, hanya kemiskinan kita dan kelemahan harkat martabat
yang menjadikan kita sangat lemah dalam diplomasi
Koment

Pemerintah tidak memiliki Posisi tawar dan penekanan yang semestinya
dilakukan. Jadi ya beginilah.. Pandangan masyarakat awam kita
terhadap Arab dgn mendewakan mereka yang berlebihan. Opini ini
membuat pemerintah sulit karena tidak ada pressure yang mumpuni..
Kalau ada 1 orang arab dihina, maka kesetananlah bangsa ini, kalau
ada TKI yang diperlakukan semena-mena. .. siapa yang peduli...
Waduh.....Padahal mereka menganggap kita budak belian..Ya Alloooh).

http://arabksustory.wordpress.com/category/nasib-tki/


Kirim email ke