Islam Ahmadiah Korban Pelanggaran HAM Bukan Urusan Akidah !!!

Penjarahan, perusakan, pemukulan, bahkan juga pembakaran mesjid
Ahmadiah merupakan pelanggaran HAM.  Sudah waktunya pemerintah
mewajibkan kurikulum HAM dan Pancasila sebagai pengganti agama
di-sekolah2.

Tindakan kekerasan tidak ada kaitannya dengan akidah.  Karena adanya
perbedaan akidah bukan berarti harus diselesaikan dengan kekerasan. 
Contoh yang sederhana yang pasti adalah akidah agama Kristen,
Hindu/Buddha, juga sama2 tidak sama bahkan bertentangan dan ada
kalanya saling mencemohkan, namun kekerasan2 yang terjadi tidak seluas
apa yang dialami umat Ahmadiah.

Berbeda akida cukup dipisah bukan harus dibubarkan, bukan harus
dilarang, apalagi dihalalkan untuk dibunuh, diusir, bahkan dipukuli,
jelas hal ini merupakan pelanggaran HAM, kriminal yang harusnya
ditindak aparat keamanan.

Kalo memang anda tidak setuju dengan akidah Ahmadiah, maka tidak perlu
menerimanya dan tidak perlu beribadah diMesjid Ahmadiah, carilah
mesjid yang akidahnya anda setujui bukan malah melarang mesjid yang
anda anggap akidahnya bertentangan dengan anda.

Gus Dur juga Islam, dia tidak percaya akidah Ahmadiah, tapi dia
mengutuk tindakan2 menjarah, memukul, membakar, bahkan ancaman2 teror2
pembunuhan.  Gus Dur bukan membela akidah Ahmadiah melainkan membela
HAM siapapun pelanggarnya harus ditentang.

Umat Kristen, Hindu/Buddha, dll kepercayaan juga tidak ada yang
percaya akidah Islam Ahmadiah, tetapi mereka justru mengutuk
pelanggaran HAM terhadap umat Ahmadiah.  Demikianlah, tidak bisa umat
diluar Islam dilarang ikut campur dalam membela HAM, karena mereka
tidak akan mencampuri urusan2 akidahnya.

Kemanapun anda pergi keseluruh muka bumi ini, paham tentang HAM itu
sama dan mereka akan mengutuk tindakan2 pelanggaran2 HAM seperti yang
dilakukan terhadap umat Islam Ahmadiah bukan karena mempercayai akidah
Islam Ahmadiah.  Pelanggaran HAM terhadap umat Ahmadiah ini berakibat
semua umat beragama merasa terancam keamanannya akan mengalami hal2
yang sama seperti yang telah lama berlangsung diwaktu sebelumnya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke