Nimbrung :
Sekedar hasil liat siaran tv
1. Menurut pakar telematika Roy Suryo; kejadian pria berpistol mengacungkan 
senjata adalah beberapa saat 
setelah kerusuhan terjadi. Jadi maksud si pria itu mau menakut-nakuti FPI cs 
atau untuk pertahanan diri.
Penelitian dilihat dari waktu yg terekam di video, kamera wartawan.
Sayangnya belum diteliti apakah itu pistol betulan atau pistol mainan.

2. Menurut FPI cs, kerusuhan terjadi karena provokasi pria berpistol sehingga 
mereka tersulut merasa terancam.
Yg sebagian lagi bilang kerusuhan terjadfi karena mereka marah dikatakan 
sebagai laskar setan dsb.
[lm: mustinya sih sabar ya dikatain apa saja :-)]

Salam, 
l.meilany


  ----- Original Message ----- 
  From: Ahmad Badrudduja 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; Islam Liberal ; Hidayatullahcom ; Wanita Muslimah ; 
Zamanku ; Para Pemikir ; Islamic I 
  Sent: Wednesday, June 25, 2008 8:16 PM
  Subject: [zamanku] Pria Berpistol di Insiden Monas Terkuak


        KEBATILAN DAN KEBOHONGAN FPI TERKUAK PELAN-PELAN...ALLAH MAHA ADIL


        GATRA

        Pria Berpistol di Insiden Monas Terkuak

        Jakarta, 25 Juni 2008 07:12

        Provos Polda Metro Jaya menangkap seorang anggota polisi yang diyakini 
        sebagai orang yang mengacungkan pistol saat insiden Monas pada 1 Juni 
2008.

        Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Abubakar Nataprawira di Jakarta, 
        Selasa (24/6) malam, menyatakan polisi itu bernama Bripka Iskandar 
        Saleh, anggota unit Wakalantas satuan lalu lintas Polres Metro 
        Tangerang. "Dia ditangkap oleh Provos Polres Metro Tangerang, lalu 
        diserahkan ke Provos Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut," 
        kata Abubakar.

        Dalam pemeriksaan, Bripka Iskandar mengaku bahwa ia berada di Monas 
pada 
        1 Juni 2008 karena mendampingi ibu mertua, istri dan kedua anaknya yang 
        mendapat undangan dari Pengurus Ahmadiyah Kota Tangerang guna 
menghadiri 
        aksi damai peringatan Hari lahir Pancasila yang diorganisir oleh 
Aliansi 
        Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).

        "Keluarga anggota polisi itu adalah pengikut aliran Ahmadiyah," jelas 
        Abubakar.

        Menurut Abubakar, Iskandar datang ke acara itu atas inisiatif sendiri 
        karena sedang lepas dinas. Iskandar juga mengaku bahwa ia mengacungkan 
        senjata untuk melindungi mertua, istri, dan anaknya. "Tetapi, ia 
mengaku 
        bahwa senjata yang diacungkan saat itu adalah senjata mainan. Tetapi, 
        keberadaan senjata itu belum diketahui sampai sekarang karena katanya 
        hilang di sekitar Monas saat ia melarikan diri bersama keluarganya, " 
        katanya.

        Abubakar menyatakan, meskipun Iskandar mengaku senjata itu hanya 
mainan, 
        namun Polda Metro Jaya akan terus membuktikan apakah yang diacungkan 
itu 
        senjata mainan atau bukan, senjata dinas atau senjata api namun ilegal.

        Dalam pemeriksaan administrasi di Polres Tangerang, terungkap bahwa 
        hanya 74 anggota satuan lalu lintas Polres Tangerang yang memegang 
        senjata api dan nama Iskadar tidak termasuk di dalamnya.

        Terkait dengan status Iskandar sebagai pengikut Ahmadiyah, Polda Metro 
        Jaya juga akan melakukan klarifikasi kepada Pengurus Ahmadiyah di 
Tangerang.

        Abubakar menegaskan, kehadiran Iskandar di Monas pada 1 Juni 2008, 
        sebenarnya telah melanggar disiplin karena saat itu Polda Metro Jaya 
        sedang dalam kondisi siaga satu.

        Artinya, personel polisi dilarang keluar dari wilayah kerjanya dan 
        dilarang cuti.

        Kasus orang mengacungkan pistol itu terungkap dari satu foto yang 
        diterima oleh Front Pembela Islam (FPI). FPI mengklaim, foto itu 
menjadi 
        pemicu terjadinya tindak kekerasan masa FPI terhadap AKKBB.

        Tetapi, pakar telematika Roy Suryo menyatakan bahwa aksi mengacungkan 
        pistol itu justru terjadi setelah aksi penganiayaan dan perusakan, 
        sehingga tidak benar bahwa tindakan FPI dipicu oleh pistol itu. "Saya 
        telah analisa video yang menggambarkan kronologis terjadinya peristiwa 
        dan di situ terlihat bahwa kekerasan akibat adanya orang yang 
        menggerakkan dan bukan karena acungan senjata api," tuturnya. *[EL, 
Ant]* 



   

Kirim email ke