Jum'at, 27 Juni 2008
Internasional Jenderal Perempuan Pertama Amerika

Tidak lama lagi Amerika Serikat bakal memiliki jenderal perempuan pertama
yang menyandang empat bintang di pundaknya. Tiga hari lalu, Presiden Amerika
Serikat George Walker Bush mencalonkan Letnan Jenderal Ann E. Dunwoody untuk
menjadi Panglima Komando Perbekalan Angkatan Darat setelah pensiunnya
Jenderal William Mortensen.

Andai saja Senat Amerika Serikat menyetujui pencalonan itu, Nyonya Dunwoody
akan menjadi perwira perempuan dengan pangkat paling tinggi di negeri itu
dalam sejarah Amerika Serikat. "Ini hal yang langka dan kami amat bangga
bisa mempromosikan Letnan Jenderal Ann Dunwoody," kata Menteri Pertahanan
Robert Gates.

Dunwoody, yang telah mengabdi di militer selama 33 tahun, mengaku merasa
terhormat. "Saya merasa tersanjung," katanya sebagaimana dikutip harian The
Guardian. "Saya ini terlahir dari keluarga sederhana," tutur perempuan yang
terlahir dari keluarga militer ini— kakek, ayah, suami, saudara lelaki dan
perempuannya menjadi tentara.

Sejak bergabung dengan Angkatan Darat pada 1975, alumnus Universitas Negeri
New York ini telah memangku sejumlah jabatan komando, termasuk bergabung
dalam Divisi Airborne ke-82 dan bertugas di Arab Saudi saat Perang Teluk
pada 1991.

Dunwoody merupakan satu dari lima perempuan perwira dengan tiga bintang
—letnan jenderal dan marsekal madya. Catatan statistik Pentagon menyebutkan
saat ini ada sekitar 57 perempuan dinas aktif dan 47 perempuan di dinas
cadangan dengan bintang di pundak.

Dalam sejarah Amerika Serikat, perempuan pertama yang meraih bintang adalah
Brigadir Jenderal Anna Mae Hays, Kepala Korps Perawat Angkatan Darat. Dia
menjadi jenderal pada 1970 dan pensiun setahun kemudian.

The Guardian menyebutkan secara umum jarang ada perempuan mendapat promosi
jenderal. Promosi hanya diberikan bagi mereka yang bertugas di medan tempur,
sedangkan perempuan dilarang bertugas di sana.

Tapi, sejak serangan 11 September 2001, terdapat lebih dari 193.400
perempuan yang ditempatkan untuk mendukung berbagai operasi Amerika di Irak
dan Afganistan. *AP | AFP | GUARDIAN | WASHINGTON POST |ANDREE PRIYANTO*

sumber : koran tempo


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
************************************

Kirim email ke