Kenapa Gus Dur dan Amien Rais selalu memberi pernyataan2 
politik yang merugikan FPI ??? 
Padahal keduanya ini dibelakang layar juga
merupakan tokoh yang memberi dorongan kepada FPI,



Hehehhe,emang udah berkali kali,

daku menyataken,bahuwa dari Tantehku,

daku mendapetken PENCERAHAN,pigihmana

ULER IJOH ITUH BERAKSIH,ataopun

pigihmana permaenan kontornyah,

di antara merekah..sakhingga

daku dapet memahamin,betapa licik licinnyah

tabeat uler ijoh,

YANG SAKLALUH MENEKEN,LAWANNYAH YG LEMAH,

Tatapi jugak..adanyah pertentangan Siah dan Suni,

YANG SALING BUNUH..KERNA PERBEDAAN,

cuman sialnyah..AHMADIAH SEMPET DI JADIKEN

KURBAN KEMAKSIATAN PINGKIRAN ULER2 IJOH.

sakhingga ahmadiah..di gorok tampa bisak melangwan,

GEROMBOLAN ULER IJOH..

sementara tokoh2 laennyah..menjadi DALANG,

DI PANGGUNG SANDIWARAHNYAH!!

saluut buat tanteh moslim yang mencelekken

mata kita, untuk mengliat kebusukan..uler ijoh.


Lihatlah Gus Dur, biar bagaimanapun juga dia adalah ulama besar,
tetapi ambisi politiknya juga besar, dan hal ini sama dengan ulama2
lainnya seperti Amien Rais yang juga sama2 berusaha menarik 
keuntungan
politik dari ketidak sukaan masyarakat kepada kekerasan semodel FPI 
ini.

Kenapa Gus Dur dan Amien Rais selalu memberi pernyataan2 politik yang
merugikan FPI ??? Padahal keduanya ini dibelakang layar juga
merupakan tokoh yang memberi dorongan kepada FPI, tetapi dipodium
malah mencaci makinya !!! Hal itu membuktikan bahwa kedua tokoh ulama
besar ini menyadari, masyarakat Islam yang mayoritas di Indonesia ini
sangat menentang model2 Islam FPI ini.

Namun dengan adanya FPI ini, maka ulama2 lain takut muncul untuk
menentangnya, hanya tokoh2 yang biasa jadi dalang saja yang berani
menentangnya seperti Gus Dur dan Amien Rais ini karena dunia Islam
memang ruang nafkah utama mereka berdua.

Kalo saja anda mempelajari politik raja2 Yunani dulu, memang dikenal
cara2 membuat opposisi. Dengan adanya satu kekuatan opposisi, maka
kekuatan utama bisa menang maju dalam pemilu nantinya dimana opposisi
memang sengaja diciptakan untuk jadi pihak yang kalah nantinya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke