Konflik dalam agama terjadi karena alasan politis. Itu sebabnya 
negara2 yg mau belajar dari sejarah selalu melepaskan urusan 
pemerintah dengan agama. Pancasila dibuat dengan niat baik tapi 
dengan cara yang salah. Negara tidak sepatutnya ikut campur urusan 
agama.

Kasus2 penutupan tempat ibdaha agama lain sampai pembubaran ahmadiyah 
bukti dari kampungannya Pancasila dengan sila 1 nya. Ini belum 
termasuk hak asasi kepercayaan2 diluar 5 agama resmi atau bahkan hak 
asasi orang2 yang tidak percaya adanya Tuhan.

Urusan Tuhan dengan manusia bersifat sangat pribadi. Sekarang saya 
tanya, apa kesalahan saya jika saya pengen masuk neraka? Apa hak 
orang lain yg maksa2 saya masuk surga?

Bukan Pancasila yg mencegah konflik dalam agama, tapi sekulerisme.


--- In zamanku@yahoogroups.com, "muk3_gil3" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Islam - Dari Arab abad 7 sampai Indonesia abad 21
> 
> Semua agama pernah mengalami "konflik internal", demikian pula 
dengan
> Islam. Salah satu idealisme dari usaha penggalian Pancasila dari 
bawah
> tanah kearifan lokal masyarakat Indonesia adalah untuk mencegah
> terulangnya kembali "konflik internal" tersebut."Konflik dalam 
sejarah
> Kristen, yg tentu sudah banyak diketahui, antara lain:
> 1. Revolusi Perancis,
> 2. Reformasi Gereja (konflik antara Kristen Katolik dan Kristen
> Protestan,
> 3. Semboyan 3G (Gold, Glory and Gospel) yg mempengaruhi imperialisme
> oleh Eropa,
> 4. Perlakuan terhadap Galileo dan atau ilmuwan lain.
> 
> 
> Di bawah ini adalah "konflik internal" Islam, atau lebih tepatnya 
adalah
> konflik orang Arab yang  mengatasnamakan Islam.  Demi kemudahan
> penyampaian, urutan kekhalifahan ditulis berdasar tradisi Islam 
Suni:
> 
> Nabi Muhammad wafat tahun 632M, jabatan sebagai pemimpin 
pemerintahan
> kemudian diganti:
> 
> Khalifah 1: Sayiddina Abu Bakar as Shadiq.
> Menjadi Khalifah selama 2 tahun. Setelah meninggal tahun 634 
jabatannya
> diganti oleh
> 
> Khalifah 2: Sayiddina Umar bin Khattab.
> Menjadi Khalifah selama 10 tahun. Setelah meninggal tahun 644 
jabatannya
> diganti oleh
> 
> Khalifah 3: Sayiddina Utsman bin Affan.
> Tidak lebih dari 25 tahun setelah Nabi wafat, terjadilah "konflik
> internal" pertama di tahun 656, yaitu Siege of Utsman.
> 
> Sayiddina Utsman bin Affan dikepung di rumahnya selama sekian hari 
tanpa
> suplai makanan dan minuman, lantas akhirnya diserbu. Setelah
> meninggalpun, jasad beliau sempat dilarang dimakamkan. Hal ini
> berlangsung berhari-hari hingga akhirnya dimakamkan juga setelah
> keluarga mendesak agar diijinkan.
> 
> Sedikit tentang Sayiddina Utsman bin Affan: Islam Ibadi berpandangan
> bahwa Utsman bin Affan telah melakukan bid'ah, yaitu 
penambahan/perubaha
> n pada ajaran Islam. Sekarang Islam Sunni maupun Islam Syiah 
memandang
> bahwa Ibadi termasuk Kawarij. Sedikit tentang Ibadi; Kaum Ibadi 
sekarang
> terbatas keberadaannya di Wilayah Timur Afrika (khususnya Zanzibar),
> Libya (daerah Jabal Nafusa), sedikit Algeria dan Djerba Island, 
Tunisia.
> Raja-raja awal Dinasti Rustamid yg berkuasa di abad pertengahan juga
> penganut Ibadi.
> 
> Khalifah 4: Sayiddina Ali bin Abi Thalib.
> Sayiddina Ali adalah sepupu Nabi Muhammad dari garis ayah, dgn 
kakek yg
> sama, yaitu Abd-al-Muttalib. Sayiddina Ali juga suami Fatimah,
> satu-satunya putri Nabi Muhammad. Itu berarti Sayiddina Ali juga 
adalah
> satu-satunya menantu Nabi.
> 
> Dlm masa kekhalifahan beliau, tahun 656 M terjadi "konflik internal"
> kedua,  yaitu Perang Onta antara beliau melawan Aisyah, nama lain 
perang
> ini adalah Battle of Jamal atau Battle of Bassorah. Aisyah merupakan
> puteri dari Sayiddina Abu Bakar as Shadiq (Khalifah 1). Aisyah juga
> merupakan isteri Nabi Muhammad selama hidup. Versi pendukung Aisyah
> menyatakan bahwa Perang Onta terjadi dgn sebab utama adalah komplain
> Aisyiah atas ketidakberesan penyelesaian kasus pembXXXhan Utsman bin
> Affan. Versi penentang Aisyah menyanggah alasan ini mengingat Aisyah
> mengetahui adanya pengepungan terhadap Sayiddina Utsman bin Affan 
tetapi
> justru pergi ke luar kota (Mekah). Perang ini cukup signifikan bagi 
Suni
> dan Syiah, krn dgn perang ini maka semua Hadist Nabi yg diriwayatkan
> lewat Aisyah tidak diakui oleh Syiah.
> 
> Tahun 657 M terjadi "konflik internal" ketiga, yaitu Perang Siffin
> antara Sayiddina Ali melawan Muawiyah yg saat itu merupakan Gubernur
> Syria. Setelah sekian puluh ribu orang meningal, akhirnya perang ini
> berakhir dgn proses negosiasi. Apa hasil negosiasinya sampai 
sekarang
> masih merupakan kontroversi, khususnya antara Sunni dan Syiah. Di
> kemudian hari, Muawiyah dikenal sebagai raja pertama Kekhalifahan
> Muawiyah.
> 
> Tahun 657 M, terjadi "konflik internal" keempat, yaitu Perang 
Nahrawan
> antara Sayiddina Ali dan mereka yg menolak dihentikannya Perang 
Siffin.
> 
> Sayiddina Ali bin Abi Thalib meninggal tahun 661 M karena pembXXXhan
> (assasination), Ini adalah "konflik internal" kelima.
> 
> Perang Karbala di tahun 680 menjadi "konflik internal" keenam. 
Perang
> ini kemudian menjadi garis penegas perpisahan antara (yg sekarang
> disebut sbg) Syiah dan Sunni. Perang yg dikenal sebagai perang untuk
> mendirikan Kekhalifahan Muawiyah ini berakhir dgn dibXXXhnya Hussein
> cucu Nabi dengan sadis oleh pasukan pendukung Kekhalifahan 
Muawiyah, dan
> kemudian jenasahnya diperlakukan tidak dengan hormat. Setiap tahun, 
di
> tanggal 10 Muharram, umat Islam Syiah memperingati Perang ini 
sebagai
> Hari Asyura.
> 
> Tahun 740, terjadi Pemberontakan Zayd bin Ali kepada Kekhalifahan
> Muawiyah.
> Zayd bin Ali adalah putera dari Imam ke 4 Islam Syiah, yaitu Ali bin
> Hussein. Berarti Zayd bin Ali adalah cucu dari cucu Nabi (Hussein 
bin
> Ali bin Abi Thalib). Berarti Zayd bin Ali adalah keturunan 4 tingkat
> Nabi Muhammad. Ini adalah "konflik internal" keenam.
> 
> Tahun 750, pasukan Kekhalifahan Muawiyah (KM) kalah dalam Perang Zab
> melawan pendukung berdirinya Kekhalifahan Abbasiyah (KA). Ini adalah
> "konflik internal" ketujuh. Raja terakhir KM, yaitu Marwan II lantas
> melarikan diri ke Afrika dan dapat bersembunyi selama beberapa bulan
> hingga akhirnya diketemukan dan dibXXXh. PembXXXhan Marwan II 
menandai
> runtuh totalnya KM dan berdirinya KA. Peristiwa ini adalah Ini 
adalah
> "konflik internal" kedelapan.
> 
> Adanya beberapa konflik baik berdarah maupun konflik politik di atas
> adalah tidak dapat dipungkiri mengingat kebenarannya. Bahkan sampai
> sekarangpun, Aisyah, istri Nabi semasa hidup, tidak dipandang dengan
> hormat oleh umat Islam Syiah, tetapi sebaliknya dipandang sangat 
hormat
> oleh Islam Sunni.
> 
> Sebelas abad setelah jaman awal Islam, terjadilah Perang Dunia I, 
dimana
> Kekhalifahan Ottoman Turki berpihak pada Jerman. Tahun 1915, 
terjadilah
> Armenian Genocide yg dilakukan pasukan Kekhalifahan Ottoman Turki. 
Tahun
> 1916 terjadilah Perang Mekah yang dipimpin salah seorang keturunan 
Nabi
> Muhammad, yaitu Grand Sharif of Mecca, Hussein bin Ali. Revolusi 
Arab
> ini kemudian meluas keluar dari Mekah, merembet ke hampir seluruh 
Timur
> Tengah, menjadi Revolusi Arab. Revolusi Arab yg berakhir 1918 
menjadi
> sebab utama runtuhnya Kekhalifahan Ottoman Turki pada 1922.
> 
> Latar belakang konflik di Arab atas nama Islam itulah yang muncul 
dalam
> wawasan seorang Sukarno. Bung  Karno adalah seorang Islam yang tidak
> ingin di Indonesia terjadi konflik atas nama agama, baik internal
> Kristen, internal Budha, maupun internal Hindu, apalagi internal 
Islam
> (sebagai umat mayoritas), dan juga antar agama. Ketidakinginan itu
> adalah salah satu hal yg memberi kekuatan kepada Bung Karno untuk
> menggali kearifan lokal masyarakat Indonesia. Dan kemudian, 
ditemukanlah
> Pancasila.
> 
> Sejarah telah membuktikan bahwa tidak lama setelah Nabi Muhammad 
wafat,
> para pengikutnya di Arab sudah saling serang. Berkaitan dengan itu,
> entah Pancasila berasal dari wahyu Tuhan ataupun tidak, salah satu
> idealisme Pancasila adalah untuk meredam konflik agama, baik 
internal
> agama Islam maupun internal agama apapun, juga konflik antar agama.
> 
> 
> 
> 
> [Bagi yang tidak yakin dgn sejarah di atas, dan menganggap penulis 
hanya
> sekedar mengarang cerita, lantas menginginkan kebenaran sejarah,
> silahkan membaca sendiri di perpustakaan setiap pesantren dan atau
> Universitas Islam Negeri dan atau searching internet. Tetapi bagi 
para
> ahli sejarah, catatan sejarah di atas adalah sangat diyakini
> kebenarannya. Yang diragukan adalah justru pendapat tak beralasan yg
> mengatakan bahwa sekian banyak konflik di atas adalah akibat hasutan
> umat agama lain.]
>


Kirim email ke