DALAM ISLAM ada falsaafah AL TAQIYA - dusta demi kejayaan Islam. Ketika
orang Islam berdusta untuk dapat meraih kemenangan itu tidak dianggap
salah apalagi dosa.

Falsafah ini dimulai oleh Muhammad ketika dia memberi restu kpd
seseorang pengikutnya yg akan menyusup ke kubu orang2 yg tidak mau
menerima Aulloh dan Muhammad.  Si orang itu dijinkan berdusta spy bisa
dekat kpd pemimpin orang2 yg tidak sudi menerima Islam - untuk dapat
membunuhnya.

Ketika dia berhasil membunuh 'musuh' Muhammad dan lapor kpd boss-nya,
sang Boss bilang itu bukan dosa krn sekedar menjalankan perintah Aulloh.

Gabriela Rantau
--- In zamanku@yahoogroups.com, "frans suranto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Forwarded Message :
>
> Cagub Winasa mengatakan kepada masyarakat Bali bahwa ia beragama HIndu
> padahal seperti yang terlihat di akte-nya winasa beragama Islam. Ini
hanya
> untuk menarik simpati masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu.
> Bayangkan cagub membohongi publik sebelum menjadi gubernur. Apa
jadinya
> kalau ia sudah menjadi gubernur, apa motifnya selain duduk ditampuk
> kekuasaan untuk menarik kekayaan bagi kepentingan pribadi dan
kelompoknya.
> Dan seharusnya juga kita tidak mempermasalahkan agama seseorang,
tetapi
> ketidakjujuran seorang cagub sudah tidak bisa ditolerir lagi. Ini
membuka
> mata kita semua bahwa pemimpin bukan lahir dari rakyat, tetapi hanya
untuk
> memuaskan nafsu akan kekuasaan semata".
>
> Selengkapnya : http://www.youtube.com/watch?v=QC4dx8_Lno8
>


Kirim email ke