Hafsah:
    Padahal kalo kita membaca sejarah yang sebenarnya, lokasi Kabaah ini
    dulunya adalah sebuah tempat pemujaan dewa2 dimana berbagai sajen
    diletakkan disana sehingga bentuknya memang sejak semula merupakan
    batu datar atau ALTAR, yaitu altar pemujaan dewa-dewi agama Hindu
    maupun agama2 lainnya yang banyak di jazirah Arab waktu itu.
  ----
  
  Hindu tidak mempersembahkan Sesaji diletakan di altar..
  Ia mempersembahkan sesaji kepada Agni/Indra/baruna..dengan  menyucikannya di 
Api atau ke Sungai di larung...itu dilakukan terhadap  pemujaan terhadap Dewa 
manapun di Hindu
  
  Siwa yang dipuja oleh PemelukNya bentuknya seperti burung lelaki dan  
dibawahnya adalah tatakan seperti vagina, yang artinya pertemuan antara  
pemberi kehidupan dan kesuburan seperti perkawinan dewa langit dan dewa  bumi 
(ouranos dan Gaia)
  
  Ka bah merupakan kompilasi pemujaan terhadap kepercayaan asli Arab dan 
pendatang2 termasuk didalammya Hindu dan Yunani.
  
  Sebelum melakukan ibadah haji..kaabah di cuci..ritual itu berasal dari Adat 
Hindu
  Meminum Air Zam-zam..merupakan ritual Hindu untuk mensucikan diri..
  memotong rambut merupakan riutal hindu India
  Ritual memutar kabah merupakan tradisi Hindu dalam menghormati yang di 
hormat..
  
  Mencium batu hitam ada kemungkinan merupakan bentuk pemujaan terhadap Siwa
  
  Kreteria menyembah dalam hindu India ada 4...
  1 dengan mencakupkan tangan dan membungkuk(berdiri maupun sila)
  2 dengan mencium kaki dengan tangan
  3. dengan posisi seperti shalat menungging mencium kaki(seperti Shalat)
  4. dengan posisi tiarap sehingga seluruh anggota badan dan muka  menghadap 
tanah dan tangan terjulur di kedepan tercakup (ini adalah  bentuk penghormatan 
tertinggi dalam tradisi Hindu)
  
  Tradisi Hindu dipakai oleh semua bangsa dan agama di dunia, termasuk kristen 
dan yahudi.

Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                         
 Kabah Itu Berasal dari Hindu, Kemudian Direnovasi Arsitek Spanyol !!!
  
  Sebagai umat Islam kita tak perlu bohong, dan juga tidak perlu
  membohongi umat sendiri terutama mengenai Kaabah.  Disatu pihak umat
  Islam mengatakan bahwa yang disembah itu Allah bukan Kabah, namun
  disaat yang sama mereka mensucikan Kabah sama seperti mensucikan
  Allahnya sehingga menyamakan kabah dan Allahnya itu sendiri.  Bahkan
  kabah itu diyakininya sebagai rumah Allah.
  
  Padahal kalo kita membaca sejarah yang sebenarnya, lokasi Kabaah ini
  dulunya adalah sebuah tempat pemujaan dewa2 dimana berbagai sajen
  diletakkan disana sehingga bentuknya memang sejak semula merupakan
  batu datar atau ALTAR, yaitu altar pemujaan dewa-dewi agama Hindu
  maupun agama2 lainnya yang banyak di jazirah Arab waktu itu.
  
  Muhammad sendiri tidak pernah menyembah ke Kabah, bahkan melarang
  umatnya waktu itu untuk berkunjung kesana.  Kewajiban untuk naik haji
  ke Kabah sudah ada sejak masa sebelum nabi Muhammad dilahirkan dan
  kemudian dilarang dizaman hidupnya nabi Muhammad, barulah setelah nabi
  Muhammad wafat, maka kebiasaan ini dihidupkan kembali oleh para caliph
  yang kemudian dicatatkan kedalam AlQuran oleh para pendeta Vatican.
  
  Barulah pada abad ke 10, penguasa kota Mekah mengundang arsitek bangsa
  Spanyol Alfonso Patruzo untuk membuat bangunan Kabah yang hampir mirip
  dengan yang ada sekarang ini namun jauh lebih kecil.  Kalo pada
  mulanya dizaman Muhammad batu Kabah itu hanya setinggi bahu orang
  biasa yang kira2 tingginya sekitar 1.50 meter, maka pada abad ke 10
  batu Kabah itu ditinggikan sehingga setinggi orang biasa yaitu kira2
  1.70 meter dengan permukaan yang diperluas untuk memberi kesempatan
  para pengunjung meletakan sedekah atau sumbangannya diatas batu Kabah tsb.
  
  Berubahnya batu kabah menjadi seperti sekarang ini sebenarnya
  dilakukan oleh penguasa Mekah dengan bantuan para ahli2 dari Inggris.
  
  Dizaman modern sekarang ini, memang berulang kali terjadi kerusakan
  parah yang fatal pada Kaabah akibat dilanda banjir.  Batu2 dan semen
  buatan Inggris dizaman dulu tidak tahan terhadap bakteri2, jamur2,
  maupun hawa panas yang menyebabkan mudahnya hancur batu2an tsb.  Oleh
  karena itulah, Raja Arab Saudia membuat kontrak maintenance untuk
  merawat keawetan bangunan Kaabah ini dengan sebuah perusahaan
  kontraktor bangunan termahal di Los Angeles.
  
  Jadi banyak yang tidak tahu bahwa Kabaah itu sebetulnya dirawat dan
  dibuat bukan oleh orang2 Arab, bukan oleh umat Islam, melainkan oleh
  orang2 kafir.
  
  Banyak sekali Hadist yang menceritakan sewaktu sang caliph ingin
  merobah Kabah dengan menghancurkan yang lama dan membangunnya yang
  baru, maka tidak ada satupun orang2 Arab yang mau bekerja jadi
  kuli2nya, sehingga sang arsitek dari Spanyol terpaksa membawa kuli2nya
  dari eropah dan dari Afrika.  Sudah mendarah daging bagi penduduk
  Mekah dari zaman dulu bahwa bangunan Kabah itu sangat keramat sehingga
  siapapun yang berani meng-utak utiknya akan mati dalam waktu satu minggu.
  
  Kepercayaan keramatnya bangunan kabaah ini masih banyak menghinggapi
  umat Islam Arab disekitar Mekah sehingga untuk me maintenance
  sekarangpun masih juga dibutuhkan kuli2 dari luar kota Mekah.
  
  Ny. Muslim binti Muskitawati.
  
  
      
                                                            

       

Kirim email ke