Gabriella,
Biarkan Agung, dengan memaki Yesus dia tidak berurusan dengan kamu maupun umat 
Kristen, tapi dengan Yesus sendiri.
Tunjukkan bedanya kita dengan mereka. Kalau mereka, ketika Muhammad disindir 
orang Denmark, mereka meradang dan haus balas dendam. Dan melakukan balas 
dendam sekuat yang mereka bisa.
Gabriella, itulah watak para muslim yang kita kenal diseluruh dunia.
Biarkan saja dia, itu sudah urusan Tuhan dengan dia. Urusan kita hanya 
mendoakan dia saja.
Kita memang boleh ber apologia, namun janganlah memaki-maki sehingga kita jadi 
sama dengan mereka. Terus terang saya menyesalkan sesama Kristen yang 
terpancing ikut memaki mereka.
Kita boleh balas dengan keras, namun jangan sekali-kali keluar ucapan dan 
hujatan seperti Agung itu.
LET HIM ALONE. His sentences are Christ's judgement. Stay away from him,
sister 

--- On Fri, 7/4/08, Gabriella Rantau <[EMAIL PROTECTED]> wrote:







ALASAN APAPUN yg dipake oleh Islamic apologists tidak merubah kenyataan bhw 
Aulloh membatalkan ayat2 dan menggantikannya dg ayat2 laen. Ini artinya Aulloh 
tidak maha tau, tidak infallible. Contoh baek, yaitu perubahan kiblat. 

Kalo memang maha tau tentunya Aulloh dari permulaan sudah tau bhw kiblat yg 
baik itu ke arah Ka'abah (tempat pemujaan berhala). Muhammad suruhan 
pengikutnya menghadap ke Yerusalem krn dia cuman ikut2 kebiasaan umat Yahudi. 
Dan ketika dia sadar bhw umat Yahudi tidak akan sudi meninggalkan 
agama-kepercayaannya, Muhammad ngambek dan ingat "Eh, kenafa tidak suruh mereka 
menghadap ke Ka'abah yg beratus2 taon sudah disembah oleh bangsa Arab?"

Gabriela Rantau


 


      

Kirim email ke