Allah Tidak Butuh Tanggung Jawab Manusia !!!

Kenapa Allah harus meminta tanggung jawab manusia ???
Apanya dari manusia yang harus dipertanggung jawabkan ???
Kalopun anda percaya bahwa ada badan kasar dan ada roh, tetap tidak
mungkin Allah meminta tanggung jawab dari perbuatan oleh badan kasar
kepada rohnya.

Roh itu tidak bisa diminta pertanggungan jawabnya atas perbuatan badan
kasar.  Kalo badan kasarnya berdosa, maka setelah mati bagaimana
mungkin roh halusnya bisa diminta pertanggungan jawaban ??? goblok
bukan ???

Semua perbuatan salah ataupun benar dari seorang manusia datangnya
dari otak manusia bukan dari rohnya.  Otak manusia adalah bagian dari
badan kasar bukan bagian badan halusnya.  Lagipula, setiap perbuatan
salah oleh manusia selalu disebabkan oleh dorongan nafsu atau dorongan
kebutuhan mempertahankan kehidupan itu sendiri seperti makanan,
pakaian, uang, baju, dll, padahal kalo mati semua kebutuhan itu tidak
dibutuhkan sehingga tak mungkin roh ini punya dorongan berbuat jahat
ataupun berbuat baik, dan apalagi bisa diminta pertanggung jawaban.

Demikianlah, kalo anda keracunan agama Islam cara berpikir anda benar2
rusak dihancurkan oleh kepercayaan yang tentu merugikan diri sendiri
dalam kemampuan merebut pekerjaan yang bisa memberi nafkah selayaknya.

Ingatlah, persaingan hidup ini ditentukan dalam persaingan kemampuan
perorangan dalam merebut pekerjaan.  Keimanan sama sekali tidak
meningkatkan kemampuan anda bahkan merusak kemampuan yang seharusnya
menjadi bakat lahiriah seorang manusia.


> On Sun, 7/6/08, M. Irwan Hrp <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Pada saat manusia meninggal dunia, mereka
> mempertanggungjawabkan
> perbuatannya kpd Allah SWT, bukan kepada makhluk lain
> apalagi kepada
> pencipta HAM.
> Pencipta HAM adalah seorang manusia yg tentu saja jg akan
> dimintai
> pertanggungjawabannya.
> 


Sorry, saya enggak punya tanggung jawab apapun kepada Allah, kalo anda
merasa punya tanggung jawab tentunya itu bukan urusan saya.

Tanggung jawab saya adalah didunia ini dalam menegakkan HAM karena HAM
itu melindungi seluruh umat manusia tanpa membeda bedakan agamanya,
dan lagi pula HAM itu bukan diciptakan manusia melainkan kodrat
alamiah yang tidak bisa dipungkiri sudah ada sejak setiap mahluk
dilahirkan kealam semesta ini dimana kita sebagai manusia hanyalah
bertanggung jawab untuk memeliharanya.

Kalo Syariah Islam itulah yang buatan manusia, jelas dibuat oleh
penjajah bukan oleh suatu penguasa yang menyayangi umatnya.  Apalagi
Syariah ini hanya melindungi mereka yang menyembah Allah, yang sangat
berbeda dengan HAM yang betul2 wajib melindungi setiap mahluk dengan
derajat dan kemuliaan yang sama tanpa membedakan agama atau gendernya.

Untuk hal2 seperti ini tidak perlu anda berdebat kusir lagi karena
sudah menjadi ketentuan yang Universal diterima seluruh umat manusia
didunia tidak seperti halnya Syariah Islam yang justru telah ditolak
diseluruh dunia dan diperangi dalam "War on Terror".  Silahkan anda
cari referensinya, apakah ada di lembaga HAM menggunakan Syariah Islam
dalam melindungi umat manusia ???  Silahkan jawab sendiri.

Mohon jangan japri, silahkan saja di Millist karena semua kiriman
lewat japri masuk ke thrash, email saya bukan disetting untuk menerima
japri.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








Kirim email ke