KIDUNG AGUNG itu juga dikenal dg nama SONGS OF SOLOMON - yaitu kumpulan lagu2 
dan syair2 yg ditulis oleh Raja Solomon. Umat Yahudi menganggapnya sbg gambaran 
antara Yahweh dan umat Yahaudi. Sedangkan umat Kristiani menganggap kumpulan 
ini menggambarkan hubungan antara Kristus dan Gerejanya.

Perlu disadari bhw ayat2nya tidak sepantasnya dimengerti secara harafiah. 
Selain dari itu - cara penyampaian tsb. adalah gaya bahasa yg dpake para 
penyair di zaman itu.

Anehnya, Islam menganggap Solomon / Suleiman sbg nabi Islam, sayangnya krn 
cuman mengadopsi dan tidak pernah menjabarkan apa saja yg ditulis dan 
dipercayai oleh Solomon-Suleiman maka umat Islam selamanya seperti 
jamur-mushroom: Kept in the dark and in poo!

Gabriela Rantau



----- Original Message ----
From: tawangalun <[EMAIL PROTECTED]>
To: zamanku@yahoogroups.com; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]
Sent: Monday, July 7, 2008 10:10:31 AM
Subject: [religion&spirituality] Pak Pendeta yakin gak berani baca ayat Kidung 
Agung/kidung Tekdung.




Opo Pak Pendeta berani membacakan ayat suci kidung Agung didepan 
murid2 SD,bunyi ayatnya begini:

Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku.
"... ketika saya menemuinya ... Kupegang dan tak kulepaskan dia, 
sampai kubawa dia kerumah ibuku, ke kamar di mana aku lahir." (Kidung 
Agung 3: 1-4) 

"Lihatlah, cantik engkau, manisku bibirmu bagaikan seutas pita 
kirmizi ...
buah dadamu seperti anak rusa ...
Lingkar pahamu seperti permata ...
.... Saya berkata, 'Saya akan memanjat pohon palem ... 
Oh, buah dadamu seperti sekelompok anggur'. "(Kidung Agung 4: 1-7).

"Dan Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan 
sundal (seorang Wanita Tuna Susila), dan dia menghampirinya 
(melakukan hubungan seksual dengan-nya). "(Hakim-hakim 16: 1). 

Pasti anak2 SD tsb nanyanya lucu lucu:hubungan sexual itu opo to pak?
makanya Bijbel itu jane bukan untuk segala umur,jauhkanlah buku tsb 
dari anak kecil.Beda dg Quran yang bahasanya tdk vulgar.Ketika Maryam 
didatangi malaikat Jibril dia nanya:bagaimana mungkin aku akan 
memiliki anak,sedangkan aku belum pernah DISENTUH oleh laki 
laki.kalau Kitab sucinya Gabriel pasti redaksinya bukan DISENTUH tapi 
DIENTOT.Makanya Pak Kyai berani baca Quran dg tafsirnya didepan anak 
SD untuk surat yang mana saja.

Shalom,
tawangalun.

    


      

Kirim email ke