> Lanang Anom <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> nimbrung buat bung tawang
> muhammad memerintahkan anak buahnya dan bahkan memimpn
> sendiri perampokan pada pedagang mekkah hanya untuk
> kebutuhan perut. kayaknya itu juga fakta
> 


Sebenarnya hal ini bukan sekedar fakta saja, melainkan lebih parah
dari fakta sebenarnya.  Kalo mau pakai akal sehat, seharusnya kita
malu nabi yang kita percaya ini menjadi perampok padahal beliau ini
adalah warga terhormat dikota Mekah, seorang suami yang isterinya kaya
raya.  Ternyata umat yang diracuninya itu bukanlah malu mempunyai
junjungan nabi yang jadi perampok, malah bangga dan di-bangga2kannya.

Sebagai peneliti, meskipun semua itu cuma cerita dan cuma dongeng,
bisa dengan analysis comparative saya membuktikan bahwa tidak mungkin
secara psikologis seorang yang lebih dari separoh hidupnya biasa
berdagang dan menjadi kaya raya akibat keberhasilan usahanya ternyata
bisa mendadak berubah menjadi perampok.  Dan yang dirampoknya itu juga
bukanlah sembarangan orang yaitu pedagang2 Yahudi yang sudah pasti
merupakan teman sesama usaha sang perampok sendiri sebelumnya.

Itulah, setelah sekian lama meneliti dan mengumpulkan bukti2
peninggalan sejarah, saya berhasil membuktikan bahwa, Khadijah itu
keturunan Yahudi-Arab, dan mempunyai budaya matrimonial yang berbeda
dari umumnya Islam dizaman sekarang.  Kalo anda teliti ajaran Islam
sekarang, sangatlah kuat patrimonialnya, bahkan terjadi penekanan
kepada wanita, tidak menghargai wanita, menyingkirkan peranan wanita
dari aktivitas politik, mengurungnya dirumah tidak boleh keluar dlsb,
dlsb, yang kesemuanya sama sekali berbeda dari gambaran Khadijah
isteri Muhammad.

Yang paling menyolok, Khadijah melamar Muhammad, padahal dalam Islam
berlaku patrimonial dimana laki2 yang melamar wanita lewat walinya
atau ayahnya dengan pemberian mahar.  Disini terjadi kebalikan atau
pembalikan kenyataan yang sangat menyolok tapi diabaikan umat Islam.

Jadi kalo anda jadi peneliti sejarah dan anthropoligi, maka istilah
matrimonial dan patrimonial ini menjadi kunci utama membuka latar
belakang asal usul suku bangsa yang menjadi object penelitian.  Nabi
Muhammad boleh kita katakan sebagai aseli Arab dengan latar belakang
keluarga yang patrimonial seperti umumnya umat Islam sekarang.  Namun
dalam tata cara menikah dengan Khadijah, kesemuanya diatur oleh
khadijah hingga juga mas kawinnya.  Muhammad dalam hal ini berada
dalam kekuasaan dominasi isterinya yang kita sebut sebagai keluarga
matrinomial.  Untuk jelasnya, sebaiknya anda mempelajari budaya padang
yang matrinomial yang sekarang sudah punah akibat budaya ini
dihancurkan oleh Islam yang datang dari Arab melalui perang Padrri.

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, bahwa terjadi pembunuhan
besar2an terhadap pengikut2 nabi Muhammad dan keluarganya.  Namun ada
keluarga dan orang2 dekat nabi yang berhasil lari menyelamatkan diri
ke Asia Tenggara di Vietnam-Kamboja yang kemudian bersatu dengan
penduduk setempat membangun kerajaan Champa yang sebelumnya
dihancurkan China.  Sebelum kedatangan keluarga Muhammad ini, kerajaan
Champa yang beragama animisme sudah boleh dikatakan punah, namun
dengan kedatangan keturunan Muhammad dan pengikut2nya, maka kerajaan
Champa berhasil dikuasai mereka dan membangun generasi kerajaan Champa
yang beragama Islam.  Namun agama Islam kerajaan Champa ini sama
sekali 180 derajat berbeda dari Islam yang kita kenal di Indonesia
sekarang ini, karena kerajaan Champa ini menganut Matrimonial persis
seperti yang dianut nabi Muhammad dan Khadijah.

Namun kerajaan Champa ini juga tidak berhasil bertahan, dia dihantam
oleh kerajaan2 sekelilingnya hingga akhirnya seluruh keturunan nabi
Muhammad menyelamatkan diri ke Indonesia dan ada yang menikah dengan
raja Hayam Wuruk yang kemudian diangkat jadi patih di Padang dan sang
patih ini mengangkat ibunya menjadi ratu yang terkenal dengan nama
Bundo Kanduong.

Namun musuh2 Muhammad terus mengejar keturunan2 nabi, akhirnya
berdatanganlah padri2 dari Arab yang menemukan jejak keturunan nabi
Muhammad berhasil mendirikan kerajaan Pajajaran.  Dengan kekuatan
Islam yang anti nabi Muhammad ini akhirnya keturunan Muhammad yang
terakhir di kerajaan Pejajaran berhasil lengkap dimusnahkan.  Padahal
kalo saja masih ada keturunan bundo kanduong sekarang ini, bisa saya
pastikan bahwa mereka memungkinkan dijadikan bahan penelitian dimana
dibandingkan code genetikanya sehingga bisa dipastikan sebagai
keturunan nabi Muhammad yang aseli.

Kalo anda meneliti Quran dan Hadis dari berbagai aliran2 Islam yang
berbeda, anda akan menemukan banyak hal yang berbeda dalam ajaran
Islam masing2, namun ada satu hal yang sama sehingga perlu menjadi
perhatian kita disini, yaitu, bahwa tubuh fisik nabi Muhammad
digambarkan oleh semua Quran dan hadisnya sebagai tidak terlalu
tinggi.  Fisik Muhammad jauh lebih pendek dari rata2 orang Arab. 
Inilah ciri khusus yang menyebabkan kemungkinan besar orang2 dari
Champa ini sangan sesuai dengan profile nabi Muhammad.  Dan juga,
wajah nabi Muhammad itu halus juga tutur katanya yang sama sekali
berbeda dari kebanyakan orang2 Arab.  Dan yang paling mengejutkan
kesemuanya menggambarkan bahwa hidung Muhammad tidak sebesar seperti
kebanyakan hidung orang2 Arab.  Dengan kata lain, nabi Muhammad
berwajah agak ke-Cina2an yang sangat kompatibel dengan profil orang2
Padang dan orang2 dari kerajaan Champa.  Inilah hal yang luar biasa
yang tidak pernah diteropong oleh ulama2 besar yang kemungkinan
sengaja menutupinya agar jangan rahasia besar ini terungkapkan.

Aisah yang katanya dikawinkan dengan Muhammad waktu umur 6 tahun
memang menjadi kenyataan, namun bukanlah Muhammad yang nabi, tetapi
Muhammad Umar bin Khatab.  Dizaman itu para khalip tidak pernah
disebut namanya, hanya gelarnya.  Semuanya bernama Muhammad, namun
sangatlah berbeda, Muhammad yang nabi dan Muhammad yang khalif. 
Muhammad nabi hanya punya satu isteri, sebaliknya Muhammad yang khalif
memiliki belasan isteri dan rajin merampok Yahudi.

Jangan dilupakan, keanehan lainnya adalah adanya sekte Syiah yang
keturunan Ali ternyata membentuk sekte sendiri yang bernama Islam
aliran Fatimid yang ternyata penganut matrimonial persis seperti nabi
Muhammad dan Khadijah.  Penganut Fatimid ini juga memuja Fatimah
seperti halnya Catolik yang memuja bunda Maria.  Apakah ada ulama
Islam yang bisa menerangkan kesemuanya ini secara terbukan dan jujur ?????

Terus terang, ceritanya terlalu banyak dan terlalu panjang dan saya
tidak mungkin bisa mengungkapkan kesemuanya dengan mengetiknya disini,
waktu sayapun terbatas, saya sekedar memberi pertanda yang seharusnya
menjadi tugas anda untuk meneliti selanjutnya kalo memang masih mau
mempertahankan keIslamannya dengan kaitan nabi Muhammad yang aseli. 
Namun meskipun tulisan2 saya ini cuma se-potong2 mungkin kalo saja
anda berhasil mengumpulkan tulisan2 saya ini anda bisa mendapatkan
gambaran yang lebih jelas lagi.  Yang pasti professi saya bukan lagi
disini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.














Kirim email ke