Hafsah:
  SIDHARTA GAUTAMA SANG BUDDHA:
Orang ini agak beda dan masa kecilnya tidak banyak diceritakan. Namun
bisa diduga tentang masa kanak2nya karena dia adalah seorang raja yang
otomatis ayahnya juga dipastikan juga seorang raja. Sebagai keluarga
raja tentu wajar semuanya sudah tersedia tidak banyak menderita
seperti halnya Muhammad dan Yesus. Dan kalo mau dibandingkan malah
Yesus itulah yang paling berat melalui masa kanak2nya dan Sang Buddha
inilah yang justru paling bahagia dalam masa kanak2nya. Kemungkinan
besar, sang Buddha ini juga seorang Homoseksual seperti halnya Yesus.
Bedanya, Yesus bisa bebas mengumpulkan target seksualnya untuk
disamarkan menjadi 12 murid2nya yang saling bersaing ini. Sebaliknya
sang Buddha sebagai keluarga raja berusaha menutupi hal yang memalukan
ini dengan menikahi seorang wanita yang kemudian terkenal sebagai
permaisurinya. Sang Buddha mendapatkan tekanan jiwa yang berat dalam
menutupi homosexualitasnya ini. Pada puncaknya, akhirnya dia turun
tahta, mengorbankan kedudukannya sebagai raja untuk berkelana dengan
menyamar jadi rakyat jelata agar tidak ada yang mengenalnya, dan
dengan cara inilah dia menikmati kebahagiaannya tekanan sexualitasnya
bisa disalurkan pada saluran yang bebas dipilihnya yang tidak mungkin
bisa dinikmatinya sewaktu duduk disinggasana menjadi raja yang
dihormati rakyatnya. Demikianlah, dari penderitaan2 inilah sang
Buddha berusaha mencari kebenaran ataupun pembenaran atas segala yang
diderita maupun yang dilakukannya. Akhirnya dikabarkan dengan
seringnya dia bertapa dibawah pohon Boddhi, dia kemudian mampu
menghilangkan nafsu2 sex-nya sehingga tidak lagi menderita oleh
dorongan2 sex ini. Banyak ahli2 psiko analisa memperkirakan sang
Buddha akhirnya mengidap kencing manis yang menurunkan libidonya,
hilang nafsu sexnya akibat komplikasi kencing manis ini. Baru setelah
sang Buddha berhasil menguasai pikirannya tanpa ada nafsu2 keduniaan
lagi, dia kemudian kembali ke kerajaannya dan dikabarkan isterinya
kemudian diangkat menjadi muridnya dari sekian banyak murid2nya yang
sudah bertebaran diseluruh kerajaan. Sang Buddha merasa mendapatkan
keberhasilan setelah kehilangan nafsu sex-nya dalam umur sekitar
50-an. Keberhasilannya inilah yang kemudian dijadikan ajaran untuk
hidup menyepi, bertapa, dan mengosongkan pikiran sehingga nafsu2 bisa
dihilangkan. Namun dari percobaan2 kedokteran membuktikan bahwa orang
normal tidak akan bisa kehilangan libido atau dorongan sexnya dengan
cara bertapa ataupun meditasi cara apapun juga karena dorongan sex itu
tetap ada hanya sasarannya saja yang berubah. Dalam kasus sang Buddha
ini diduga besar sekali kemungkinannya akibat kencing manis. Namun
biar bagaimanapun juga, ajaran2nya sangat spektakuler terutama dalam
etika dan moral.
-----
   
  Menarik...
  Kelihatannya anda telah melakukan riset yang sangat komprehensif dan mendalam 
yang mendasari statement anda diatas. Untuk itu terdapat beberapa pertanyaan 
yang saya yakin anda mampu menjawabnya:
    
   Karena anda menyebut sidartha gautama adalah raja maka...Kapan dia naik 
tahta, kapan dia turun tahta dan siapa yang menggantikan siapa?  
   Karena anda menyebut dia homoseksual seperti yesus dari masa2 awal sampai 
akhir....adakah bukti2 dan saksi2 yang mendukung statement tersebut?  
   Karena anda menyatakan para ahli psiko-analisa menyatakan ia menderita 
komplikasi kencing manis...maka ahli2 psikoanalisa mana saja yang dimaksud? dan 
apa yang menyebabkannya?  
   umur 50 tahun merasa berhasil dan kehilangan nafsu seksnya diukur 
berdasarkan hasil riset dan bukti apa?  
   Karena anda menyatakan ada banyak percobaan kedokteran yang membuktikan 
bertapa tidak dapat menyebabkan kehilangan libido...maka percobaan2 tersebut 
dilakukan oleh lembaga apa, dokter siapa dan kapan...dan bagaimana bunyi 
analisisnya terhadap sidharta gautama.
  
-----------------------------------------------------------------------------------------
  Hafsah Salim [EMAIL PROTECTED] wrote
   
  Perbedaan2 Antara Sang Buddha, Yesus, dan Muhammad

Ketiga orang ini banyak penganutnya yang saling bersaing membanggakan
apa yang dianutnya. Kalo dinilai dari masing2 kualitas pengikutnya
maka tidak bisa disangkal bahwa penganut Muhammad ini paling rendah
kualitasnya dalam segala bidang, namun paling biadab dalam
mempropagandakan dengan paksaan hal2 yang salah yang dianutnya benar.

Bagi orang modern yang berpendidikan, tentu tidak akan menganut hanya
satu pemikiran dari ketiganya, mereka pasti membandingkan pemikiran2
itu untuk hanya berpihak kepada hanya pola2 tertentu saja yang tidak
mungkin bisa membenarkan keseluruhannya.

Bagaimana ketiga orang diatas ini bisa mempunyai banyak pengikut
kiranya perlu kita kaji latar belakang mereka satu persatu.

MUHAMMAD:
Nama yang sebenarnya tidak jelas diketahui, sedangkan nama Muhammad
ini bukanlah nama melainkan hanyalah gelar untuk memuliakan dirinya
saja seperti halnya gelar Khan di India, juga gelar Paduka Yang Mulia
di Indonesia, atau Sri Baginda di Malaysia. Demikianlah orang ini
mendapatkan gelar Muhammad, namun aliran Islam Ahmadiah dan beberapa
aliran Islam lainnya meyakini bahwa nama kecilnya adalah "Ahmad",
namun banyak yang menentangnya. Bapak dan paman2nya bekerja pada
seorang keluarga kaya raya di Mekah yang bernama Khadijah, kabarnya
sang majikan ini adalah seorang janda menurut aliran Islam Sunni,
namun disangkal oleh aliran Islam Shiah yang memastikan bahwa Khadijah
itu adalah 100% perawan. Namun dari hasil psiko anlysis terbukti
memang Khadijah ini perawan yang berumur sekitar 36 tahun sewaktu
menikahi Muhammad. Dia belum punya anak, dan dengan umur setua itu
tidak memungkinkan punya anak. Namun pihak Sunni menyatakan bahwa
anaknya bernama Fatimah. Namun setelah dikonfirmasi melalui study
comparative terbukti bahwa Fatimah ini bukanlah anaknya, melainkan
keponakannya. Demikianlah, Muhammad berasal dari pegawai Khadijah yang
kemudian berambisi besar menjadi pemimpin bangsanya dan dia berhasil
menduduki posisi menjadi yang dijunjung bangsanya ditempat tertinggi.
Meskipun untuk posisi ini beliau mengorbankan banyak harta benda dan
jiwa bangsanya sendiri. Namun akhir kekuasaannya dia terbunuh yang
oleh pembunuhnya dirahasiakan dan ternyata konspirasi pembunuhnya itu
adalah sahabat dekatnya sendiri yaitu Abu Bakar yang juga berambisi
untuk mengambil alih kekuasaan ini.

YESUS:
Dia dianggap Tuhan oleh pengikutnya, dan kalo dibandingkan dengan
Muhammad maka pengikutnya jauh lebih banyak, jauh lebih berkualitas,
dan jauh lebih berpendidikan dan berpengetahuan yang tidak mungkin
terjangkau oleh para pengikut Muhammad. Menurut kabar dia dilahirkan
oleh pasangan yang masih bertunangan yang belum menikah. Namun bukti2
berhasil membuktikan bahwa keduanya tidak jadi menikah karena mendadak
Maria hamil yang diyakini umatnya sebagai hasil benih dari Tuhan. 
Menurut versi pengikutnya, dia benar2 anak Tuhan, namun bukti2 dari
pengikut2nya yang lain menyatakan bahwa dia sebenarnya anak haram
sehingga calon suaminya Yosef membatalkan mengawini wanita ini
sehingga kabarnya wanita ini diasingkan karena memalukan. Yesus
akhirnya hidup ter-lunta2 kemanapun dia pergi pasti dihina sebagai
anak haram, masa kanak2 yang keras seperti ini membuat Yesus juga
hidup dalam kekerasan. Berkelahi selalu menang, banyak yang takut
kepadanya, dia jadi pandai bicara, dan apabila adu argument dengan
rabbi2 Yahudi dia selalu berhasil unggul. Meskipun dia dibenci
di-mana2 namun semua takut kepadanya. Keberaniannya menentang
pendeta2 dan kekuasaan menyebabkan banyak yang suka menjadi
pengikutnya dan mengharapkan perlindungan kepadanya. Meskipun masa
kecilnya sebagai anak haram yang selalu dihina, namun dia berhasil
tumbuh dengan gemilang penuh kewibawaan, kebanggaan, dan cita2 tinggi.
Keberhasilannya dalam mengumpulkan orang menjadikan ambisinya makin
hebat, dia bermimpi menjadi raja dunia, menjadi raja orang Yahudi,
karena dia mengira dunia ini hanya ada orang Yahudi saja. Sayang,
Yesus tidak mendapatkan bimbingan seperti halnya Muhammad yang banyak
dibimbing orang2 yang pandai berpengalaman, dan dimodali juga dengan
dana kekayaan yang luar biasa banyaknya dalam mencapai cita2nya. 
Sebaliknya Yesus tidak mendapatkan bimbingan siapa2, dia tumbuh secara
alamiah, dan pengetahuannya hanya sebatas yang didapatkannya sewaktu
adu argumentasi dengan para rabbi2 Yahudi. Semakin banyak
pengikutnya, semakin kuat semangatnya menjadi raja dunia, dia mulai
merantau keluar wilayahnya, dan celaka lah dia, dia memasuki wilayah
bukan Yahudi yaitu Romawi yang dia sendiri sedikit sekali
pengetahuannya mengenai aturan dan urusan2 kerajaan. Akhirnya dia
terjebak oleh satu muridnya yang berjumlah 12 orang laki2 muda yang
gagah perkasa. Persaingan antar murid inilah yang menyebabkan dirinya
celaka. Kabarnya dia dijual oleh muridnya yang ternyata adalah
pengikut pemberontak yang terkenal yang bernama Barabas. Dengan
menyogok hakim Romawi akhirnya Barabas dibebaskan dan gantinya adalah
Yesus ini. Yesus dibunuh atas nama Barabas, perbuatan ini adalah
bentuk korupsi dari sang hakim yang berkewajiban menjatuhkan hukuman
mati kepada Barabas, namun disaat terakhir sewaktu Barabas dalam
proses eksekusi, diam2 Barabas ditukar dengan yesus yang bentuk
tubuhnya hampir sama dengan Barabas. Sang Hakim melaporkan kepada
rajanya bahwa Barabas sudah mati dieksekusi, padahal yang dieksekusi
itu bukan Barabas melainkan Yesus. Setelah eksekusi di kayu salib
inilah kemudian pengikut Barabas dikabarkan membuat huru hara dan
dengan diam2 sang hakim memerintahkan untuk menyingkirkan mayat yesus
dan menghilangkan mayat itu kesuatu tempat untuk menghilangkan bukti2
terjadinya sogok menyogok dalam pengadilan ini. Hal ini bisa
dibuktikan, ternyata dalam buku log orang2 hukuman dibawah hakim
pontius pilatus, ternyata tidak tertera nama Yesus sebagai orang yang
dihukum salib. Namun ternyata ada nama Barabas si pemberontak yang
dihukum mati. Mana yang harus dipercaya? Kalo di Bible dikatakan
Barabas dibebaskan dari hukuman mati, tapi dalam buku log orang
hukuman mati kerajaan Romawi tercatat Barabas sudah menjalankan
eksekusinya hukuman mati. Kedua tulisan ini se-olah2 bertentangan
tapi setelah dianalisis ternyata keduanya benar, Barabas bisa
dibebaskan dengan uang sogokan dan digantikan oleh Yesus yang mati
dieksekusi atas nama Barabas. Demikianlah, se-olah2 Barabas benar2
mati dihukum padahal lolos karena diganti oleh Yesus, akibat inilah
yang bisa menjelaskan MENGAPA TIDAK ADA NAMA YESUS DALAM BUKU LOG
ORANG YANG DIHUKUM MATI ITU. Namun ada versi lain yang menyatakan
bahwa Yesus itu tidak pernah exist, cerita2 tentang Yesus berasal dari
dongeng2 Yunani kuno tentang dewa penyelamat yang bernama Zeus. Jadi
untuk hal2 seperti inipun versinya didukung kuat oleh bukti2 sejarah.
Akhirnya semuanya terserah para pengikutnya yang percaya, namun satu
hal yang perlu dicermati adalah, Yesus adalah seorang petualang yang
penuh dengan cita2 tinggi untuk menjadi penguasa dunia seperti juga
Muhammad.

SIDHARTA GAUTAMA SANG BUDDHA:
Orang ini agak beda dan masa kecilnya tidak banyak diceritakan. Namun
bisa diduga tentang masa kanak2nya karena dia adalah seorang raja yang
otomatis ayahnya juga dipastikan juga seorang raja. Sebagai keluarga
raja tentu wajar semuanya sudah tersedia tidak banyak menderita
seperti halnya Muhammad dan Yesus. Dan kalo mau dibandingkan malah
Yesus itulah yang paling berat melalui masa kanak2nya dan Sang Buddha
inilah yang justru paling bahagia dalam masa kanak2nya. Kemungkinan
besar, sang Buddha ini juga seorang Homoseksual seperti halnya Yesus.
Bedanya, Yesus bisa bebas mengumpulkan target seksualnya untuk
disamarkan menjadi 12 murid2nya yang saling bersaing ini. Sebaliknya
sang Buddha sebagai keluarga raja berusaha menutupi hal yang memalukan
ini dengan menikahi seorang wanita yang kemudian terkenal sebagai
permaisurinya. Sang Buddha mendapatkan tekanan jiwa yang berat dalam
menutupi homosexualitasnya ini. Pada puncaknya, akhirnya dia turun
tahta, mengorbankan kedudukannya sebagai raja untuk berkelana dengan
menyamar jadi rakyat jelata agar tidak ada yang mengenalnya, dan
dengan cara inilah dia menikmati kebahagiaannya tekanan sexualitasnya
bisa disalurkan pada saluran yang bebas dipilihnya yang tidak mungkin
bisa dinikmatinya sewaktu duduk disinggasana menjadi raja yang
dihormati rakyatnya. Demikianlah, dari penderitaan2 inilah sang
Buddha berusaha mencari kebenaran ataupun pembenaran atas segala yang
diderita maupun yang dilakukannya. Akhirnya dikabarkan dengan
seringnya dia bertapa dibawah pohon Boddhi, dia kemudian mampu
menghilangkan nafsu2 sex-nya sehingga tidak lagi menderita oleh
dorongan2 sex ini. Banyak ahli2 psiko analisa memperkirakan sang
Buddha akhirnya mengidap kencing manis yang menurunkan libidonya,
hilang nafsu sexnya akibat komplikasi kencing manis ini. Baru setelah
sang Buddha berhasil menguasai pikirannya tanpa ada nafsu2 keduniaan
lagi, dia kemudian kembali ke kerajaannya dan dikabarkan isterinya
kemudian diangkat menjadi muridnya dari sekian banyak murid2nya yang
sudah bertebaran diseluruh kerajaan. Sang Buddha merasa mendapatkan
keberhasilan setelah kehilangan nafsu sex-nya dalam umur sekitar
50-an. Keberhasilannya inilah yang kemudian dijadikan ajaran untuk
hidup menyepi, bertapa, dan mengosongkan pikiran sehingga nafsu2 bisa
dihilangkan. Namun dari percobaan2 kedokteran membuktikan bahwa orang
normal tidak akan bisa kehilangan libido atau dorongan sexnya dengan
cara bertapa ataupun meditasi cara apapun juga karena dorongan sex itu
tetap ada hanya sasarannya saja yang berubah. Dalam kasus sang Buddha
ini diduga besar sekali kemungkinannya akibat kencing manis. Namun
biar bagaimanapun juga, ajaran2nya sangat spektakuler terutama dalam
etika dan moral.

SECARA SINGKAT BISA DIRINGKAS
Muhammad dan Yesus berasal dari bawah yang ber-ambisi jadi raja yang
paling berkuasa didunia. Muhammad boleh dikatakan berhasil meskipun
ujung2nya dia mati terbunuh oleh sebuah konspirasi yang menyatakan dia
mati sakit karena diracun orang Yahudi. Sebaliknya, Sang Buddha
Gautama berasal dari atas yang merasa menderita sehingga turun
tahtanya untuk bisa menghilangkan penderitaannya sendiri dan juga
penderitaan orang2 lainnya dikalangan bawah.

Bedanya, Yesus inilah yang paling menderita dimasa kanak2nya karena
dia memang terlahir secara hina namun dia menjadi besar terhormat
bahkan dihormati sebagai Tuhan justru setelah dia mati sehingga dia
tidak sempat menikmati kebahagiaan dari kebesaran yang dijunjung oleh
para pengikutnya.

Tidak bisa disangkal, baik Muhammad maupun sang Buddha Gautama
keduanya memiliki banyak pengikut, namun secara kualitas maka pengikut
Muhammad paling rusak, paling rendah segalanya baik etika moral,
pengetahuan, maupun rendah dalam kualitas fisik dan bakat2 memajukan
kelompoknya.

Pengikut sang Buddha Gautama termasuk lebih baik dari pengikut
Muhammad, namun pengikut Buddha Gautama ini bisa dikatakan terbanyak
dibandingkan dari pengikut Yesus dan Muhammad. Mungkin akibat
kebahagiaan masa kanak2nya inilah akhirnya ajaran2 Sang Buddha Gautama
terbukti sangat halus, sangat berperasaan, dan sangat ber etika moral
yang paling tinggi dibandingkan pengikut kedua Yesus dan Muhammad ini.

Kalo dibandingkan penderitaan Yesus yang demikian berat dalam melalui
masa kanak2nya, bisa dianggap wajar kalo pengikut2nya merupakan
pengikut yang paling aggressive, berbakat, pandai, berakal baik
sehingga pengikut2nya mampu menjadi penjajah dunia nomor satu tak
terkalahkan sepanjang sejarah dunia kita ini.

Jadi kalo kita membandingkan ketiga tokoh ini, maka sikap perilaku
pengikut2 Yesus dan Sang Buddha kompatibel yaitu cocok dengan
perjalanan penderitaan masa kanak2nya. Masa kanak2 Yesus akan
menyebabkan seorang anak berkembang menjadi agressive tak gampang
menyerah tapi ada sifat2 sportifitasnya yang sangat tinggi.

Sebaliknya perjalanan masa kanak2 Sang Buddah tidak banyak menderita
sehingga juga tingkah laku pengikutnya tidak terlalu aggresive malah
bisa dikatakan passive, malu2, tidak mau menyombongkan diri, dan
selalu merasa rendah diri meskipun berasal dari kerajaan yang
tertinggi berkuasa diwilayahnya.

Yang paling tidak kompatibel adalah pengikut2 Muhammad, karena kalo
dilihat sejarah berkembangnya dari masa kanak2 hingga dewasa,
seharusnya para pengikut Muhammad sama halusnya dengan para pengikut
sang Buddha Gautama. Namun ternyata tidak demikian. Apalagi kalo
diyakini bahwa Muhammad adalah seorang pedagang, maka cerita2 tentang
tingkah lakunya menjadi perampok yang kejam itu sangatlah tidak cocok.
Namun apa mau dikata, Quran itu yang menjadi patokan namun apakah
begitu kenyataannya tidak ada yang tahu. Namun dizaman modern ini,
dengan cara study banding yang disebut COMPARATIVE STUDY maupun
melalui behavioural psiko analysis, para ahli kemudian memastikan
bahwa semua cerita tentang Muhammad sama sekali tidak benar karena
sama sekali tidak sesuai dengan ciri2 atau personality yang dihadirkan
sebelumnya. Apalagi terbukti nama Muhammad itu bukan cuma satu, dan
setiap penguasa bergelar juga Muhammad. Sehingga kemungkinan besar
antara Muhammad nabi dan Muhammad perampok adalah dua penguasa yang
berbeda. Baik Abu Bakar dan juga Umat, keduanya bergelar Muhammad. 
Bisa dipastikan, yang menikahi Aisyah itu bukan Muhammad nabi, tetapi
Muhammad Umat yang akhirnya menceraikan Aisyah setelah berhasil
menjagal keluarga Muhammad nabi di padang Karbala. Dendam Aisyah
inilah yang kemudian memberondong menjadi pembunuhan para Caliph turun
menurun.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


       

Kirim email ke