Rekan Hafsah,

anda bilang:
> Anda cuma prejudice, saya sudah katakan berulang kali, saya bukan
> pembenci agama apalagi Islam.  Saya sendiri adalah keluarga Islam
> sejati.  Saya bukan atheist, saya justru anti-atheist.

Saya sekarang bertanya: Mengapa anda anti-atheist? 

mungkin karena anda berpendapat begini:
> Atheist, sesuai dengan namanya, artinya, ANTI-AGAMA.  Saya bukan
> anti-agama melainkan pelindung semua agama, saya melestarikan semua
> agama sebagai peninggalan sejarah nenek moyang kita yang perlu
> dipelihara untuk dijadikan pelajaran dimana yang salah dimasa lalu
> kita perbaiki dan bukan justru dilestarikan untuk mempertahankan 
yang
> salah dulu untuk diulangi dizaman sekarang sehingga budaya kita 
tidak
> akan pernah maju karena mengikatkan diri kemasa lalu.

Mengapa anda menyimpulkan atheist sebagai ANTI-AGAMA ?
Apakah benar atheist adalah anti-agama? Bukankah atheist berarti 
"tidak ber-theos" atau "tidak ber-tuhan". BUKAN anti agama!.

Anda menambahkanlagi:

> Itulah sebabnya saya bukanlah seorang atheist yang anti-agama yang 
berusaha
> memusnahkan semua agama.  SAYA ADALAH PELINDUNG AGAMA, KARENA SAYA
> ADALAH SEORANG HUMANIS PENEGAK HAM yang dideklarasikan oleh lembaga
> HAM United Nation.

Anda menyatakan diri sebagai "pelindung semua agama", mengapa hanya 
dibatasi hanya pada "agama"? Bukankah yang tidak beragamapun juga 
perlu dilindungi?

Ada yang tidak konsisten bila anda menyatakan diri ANTI ATHEIST hanya 
karena atheist anda simpulkan sebagai "anti agama", sementara anda 
sendiri membela HAM termasuk hak untuk berkeyakinan, keyakinan 
seorang atheist sekalipun.

Ketika Anda mencaci maki agama dengan rasionalitas yang tinggi dan 
argumentasi yang sah, orang tidak banyak bisa menyanggah meskipun 
saya tahu, banyak yang geram. Tapi ketika Anda SENDIRI tidak 
konsisten dengan komitmen anda membela HAM tapi sambil sekaligus 
menyatakan diri "anti atheist"... maka terbukalah titik lemah anda.

Silakan mulai dengan penjelasan, mengapa anda anti-atheist.

Salam,


Ferry Wardiman









--- In zamanku@yahoogroups.com, "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> > "unix74id" <unix74id@> wrote:
> > tebakan saya satu: Anda Marxist atau atheis.
> > State dulu clearly secara jantan, baru kita adu argumentasi.
> > I'm challenging you, karena anda ini pikirannya sesat dan 
> > menyesatkan orang lain..
> > 
> 
> Anda cuma prejudice, saya sudah katakan berulang kali, saya bukan
> pembenci agama apalagi Islam.  Saya sendiri adalah keluarga Islam
> sejati.  Saya bukan atheist, saya justru anti-atheist.
> 
> Semua tulisan2 saya sama sekali bukan monopoli pandangan saya
> melainkan merupakan pandangan konsistent dari dunia ilmiah yang saya
> ungkapkan disini.
> 
> Saya seorang scientist sejati yang mengungkapkan fakta hanya yang
> berdasarkan kebenaran yang realitas, bukan berdasarkan dugaan2, 
bukan
> berdasarkan kepercayaan, bukan berdasarkan angan2, dan sama sekali
> bebas dari prejudice.
> 
> Sekali lagi, saya TIDAK MUNGKIN berpihak kepada apa yang saya 
percaya,
> melainkan hanya berpegang kepada fakta2 realitas yang tidak perlu 
saya
> mempercayainya.
> 
> Semua yang saya tulis memiliki fondasi ilmiah, tidak satupun yang
> bersifat keimanan, atau bersifat kepercayaan, atau bersifat angan2.
> 
> Lalu bagaimana mungkin anda mau debat menyanggah semua yang saya 
tulis
> ini untuk dibandingkan dengan angan2 anda, dibandingkan dengan
> kepercayaan anda ???
> 
> Atheist, sesuai dengan namanya, artinya, ANTI-AGAMA.  Saya bukan
> anti-agama melainkan pelindung semua agama, saya melestarikan semua
> agama sebagai peninggalan sejarah nenek moyang kita yang perlu
> dipelihara untuk dijadikan pelajaran dimana yang salah dimasa lalu
> kita perbaiki dan bukan justru dilestarikan untuk mempertahankan 
yang
> salah dulu untuk diulangi dizaman sekarang sehingga budaya kita 
tidak
> akan pernah maju karena mengikatkan diri kemasa lalu.
> 
> Saya memandang agama sebagai alat yang mengharmoniskan hubungan 
sosial
> antar manusia tanpa membedakan apa agamanya.  Kita semua bisa 
beragama
> lebih dari satu, dan bebas untuk berpindah dari agama yang satu ke
> agama lain untuk ikut merasakan bagaimana peranan agama yang ber-
beda2
> itu membenihkan perasaan maupun nurani umatnya.  Agama sebagai
> entertainment atau hiburan seperti halnya filem yang tidak perlu 
cuma
> satu cerita, tidak perlu benar, dan tidak perlu menimbulkan bencana
> kepada mereka y ang tidak menontonnya.  Agama merupakan sarana
> komersial yang bisa membangun dan mengembangkan ekonomi.  Itulah
> sebabnya saya bukanlah seorang atheist yang anti-agama yang berusaha
> memusnahkan semua agama.  SAYA ADALAH PELINDUNG AGAMA, KARENA SAYA
> ADALAH SEORANG HUMANIS PENEGAK HAM yang dideklarasikan oleh lembaga
> HAM United Nation.
> 
> Semoga lebih jelas kaca mata anda untuk memandang dunia ini lebih 
luas
> terutama dalam cakupan science yang tidak mungkin bisa anda 
bayangkan
> bila keracunan dogma agama terutama agama Islam.
> 
> Sebenarnya jiwa anda yang diracuni dogma Islam lebih dipenuhi dengan
> kebencian katimbang pikiran waras yang humanis, penuh prejudice yang
> menghacurkan moral anda sendiri.  Saya bebas dari prejudice, dan 
saya
> berdiri diatas semua agama.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>


Kirim email ke