Anda pernah baca sejarah kota Pompey?
Yang dulu pernah tertimbun gunung Vesuvius yang njeblug.
Dilihat dari visual ah itu kan biasa gunung api njeblug.
Tapi kok mbah Marijan malah naik kearah puncak kendati ada warning 
semua orang harus meninggalkan.Ternyata rumah mbah marijan bisa 
disingkiri dari bencana Merapi.Ketika galunggung meletus juga ada 
orang kaya mbah Marijannya,jadi piye kesimpulannya.
Karena perintah Allah selalu tdk ditaati maka Allah perintah kpd 
gunung,dan taatlah gunung tsb menimpakan hukuman dari Allah.
La kota Pompey tsb Allah marah lantaran disana Gladiator sering diadu 
sampai mati dg gladiator,atau dg singa.

Tsunami? kok wong Islam juga dimarahi allah?
Karena GAM (Islam) mbunuhi transmigran Jowo (yang Islam juga).
TNI (Islam) mbunuhi GAM (yang Islam juga).Itu padahal larangan keras.
Jadi setiap alam sedang tdk ramah biasanya pasti ada kesalahan 
manusia.
Tapi sebaliknya ladangnya sahabat dulu yang sangat patuh thd perintah 
Allah,bisa mendapat hujan pada ladang dia sendiri,kalau malem ada 
suara kricik2 sementara tetangganya yang kurang taat gak dapet 
hujan.Makane di Islam sampai ada solat Istiqa'(itu untuk minta hujan)
kalau sudah lama kemarau panjang.Sebab sing gawe hujan itu Allah.
Juga Dokter gur nyuntik sing menyembuhkan Allah.
Kalian hanya ngesex tapi yang bikin hamil bini anda adalah 
allah.Nyatanya ada yang gak punya anak.Aisyah istri Nabi lo gak punya 
anak juga.
Kuncinya :hamba harus patuh pada tuannya nanti Allah akan ngurus 
kebutuhan hamba yang sudah patuh.

Shalom,
Tawangalun.

- In zamanku@yahoogroups.com, "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bencana dan kemunafikan di antara kita
> 
> Oleh
> Tom S Saptaatmaja
> 
> 
> ENTAH kenapa, tiba-tiba negeri kita menjadi negeri yang terus-
menerus dilanda bencana. Litani gempa, tsunami, dan banjir bandang 
kian panjang deretnya, entah sampai kapan akan berakhir. 
> 
> Menurut Charles E Fritz, bencana alam memang menimbulkan banyak 
kesan mental. Tidak heran jika setiap orang bisa punya beragam 
respons, reaksi, atau pandangan terhadap bencana ini. Tapi jika 
diadakan survei, khususnya dari para korban bencana maupun "para 
pemerhati bencana" rata-rata ada beberapa respons, reaksi, atau 
pandangan yang nyaris sama, yakni mengaitkan bencana alam dengan 
Tuhan.
> 
> Pertama-tama Tuhan ditempatkan sebagai penyebab dari semua bencana 
itu. Bencana adalah cobaan, hukuman atau azab dari Tuhan atas 
berbagai kesalahan manusia. Kita tentu sering mendengar ucapan dari 
tokoh masyarakat atau bahkan korban bencana sekalipun yang 
mengatakan:"Itu (Bencana) sudah kehendak Allah! Kita manusia tinggal 
menjalani". 
> 
> Jadi ada sikap pasrah, meskipun agak fatalistis. Dalam kisah air 
bah Nabi Nuh, Tuhan memang dikesankan sebagai penyebab dari air bah 
itu. Rata-rata mayoritas warga kita memang punya pandangan seperti 
ini.
> Kedua, melihat dahsyatnya bencana, orang kadang justru bertanya-
tanya "Mengapa Tuhan Maha Kuasa dan Maha Pengasih dan Penyayang harus 
mendatangkan gempa dan tsunami yang menimbulkan banyak korban jiwa 
dan kerusakan yang tiada terkira? 
> 
> Tuhan sebenarnya mau apa? Jangan-jangan Tuhan sebenarnya tidak 
sepenyayang dan sepengasih seperti yang selama ini kita yakini?" 
> 
> Terkait ini, pertanyaan-pertanyaan yang lebih menusuk pernah 
dilontarkan oleh Epikuros, pemikir Yunani kuno (342-270 SM). Adapun 
pertanyaan Epikuros adalah,"Apakah Allah ingin mencegah penderitaan 
(akibat bencana) tapi Ia tak mampu? Kalau demikian, Ia tak berdaya 
dan tak layak disebut sebagai Yang Mahakuasa. Atau Allah mampu 
mencegah penderitaan tapi tidak melakukannya? Kalau demikian, Dia 
Mahajahat dan bukan Mahabaik. Atau juga Allah tidak mampu dan tidak 
mau mencegah penderitaan? Jika begitu, apa gunanya disebut Allah?" 
(Bandingkan dengan Kenneth Surin, The Turning of Darkness and Light: 
Essay in Philosophical and Systematic Theology, 1989, halaman 73). 
> 
> Menolak SBY-JK 
> 
> Akibat dari pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab seperti itu, 
biasanya orang lalu memilih tidak percaya pada Tuhan dan memilih 
menjadi atheis. Atau di ekstrem lain, orang lebih percaya pada tahyul 
dan klenik. 
> Tahyul terbesar saat ini adalah bahwa alam Indonesia menolak 
kepemimpinan SBY-JK. Bagi orang-orang yang percaya klenik itu, SBY-JK 
merupakan kepanjangan dari Semakin Banyak Yang Jadi Korban. Entah 
benar entah salah, yang jelas menurut berbagai survei, legitimasi, 

Kirim email ke