Lo Nabi itu dulu juga melakukan muamalah dg wong Yahudi,bahkan baju
besi nabi pernah digadaikan ditempat wong Yahudi.Makane wong Islam
boleh bekerja diperusahaan asing milik kafir.Atau saudi banyak wong
bule nyari minyak disana.
Yang dipancung itu hanya yang pernah memusuhi kayak Bani Quraisyah
yang tadinya melanggar piagam Madinah yang sudah
ditandatangani.Ketika wong Makah sedang menyerang Madinah.Si bani
Quraisyah tadi menikam pisau dari belakang.

Jadi ayat2 perang masih tetep perlu sebab tanpa itu RI gak punya
pahlawan,baca sejarah:
1.Perang diponegoro,ada Kyainya kan Kyai Mojo.
2.Perang Paderi,nah santri kan yang berani nglawan Londo.
3.Perang Makassar (Hasanudin).
4.Perang Banten,Sultan Agung Tirtayasa.
5.Perang banjar.
6.Bahkan perang maluku nglawan Portugispun sido wong Islam lagi.
7.Perang Aceh.
Mereka2 itulah yang maju perang karena SOP agamanya ada perintah
perang asal syarat2 sudah terpenuhi,dan punya JIHAD.Makane kurikulum
tsb jangan dihilangkan,kalau hilang RI dulu gak duwe pahlawan.

Shalom,
Tawangalun.

Shalom,


Tawangalun.


- In [EMAIL PROTECTED], Achmad Zaenal Abidin
<zaenal_aza@> wrote:
>
> Betapa munafiknya Ny. Muslim binti Muskitawati, berubah ubah nama
> menjadi Hafsah Salim dan sebagainya.
> Saya sudah tahu arah penulis ini akan memurtadkan dan menjungkir
> balikkan pikiran pikiran dan norma serta aturan islam yang baku,
yang
> bagi muslim yang dangkal akan pusing dan mesti banyak waktu untuk
> menanggapinya, sedangkan jika tidak ditanggapi, maka akan dianggap
> mengiyakan :-(


Kirim email ke