Tawang,

Silahkan catat bahwa perang-perang dulu di Hindia Belanda bukan karena agama 
Islam, tetapi perlakuan  kolonial yang tidak senonoh dengan kepentingan 
penguasa setempat, contohnya perang di  Ponegoro, karena Belanda mengambil 
tanahnya bukan karena kepentingan rakyat.  Sama halnya dengan perang di Maluku 
misalnya Sultan Nuku juga mirip dengan masalah Ponegoro, bedanyanya ialah 
sebahagian besar dari anak buah Sultan Nuku beragama Kristen.




  ----- Original Message ----- 
  From: tawangalun 
  To: zamanku@yahoogroups.com ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Sunday, July 13, 2008 11:14 PM
  Subject: [zamanku] Re: Kafir, Murtad, Musrik, Yahudi Adalah Sahabat Sama 
Derajat


  Lo Nabi itu dulu juga melakukan muamalah dg wong Yahudi,bahkan baju 
  besi nabi pernah digadaikan ditempat wong Yahudi.Makane wong Islam 
  boleh bekerja diperusahaan asing milik kafir.Atau saudi banyak wong 
  bule nyari minyak disana.
  Yang dipancung itu hanya yang pernah memusuhi kayak Bani Quraisyah 
  yang tadinya melanggar piagam Madinah yang sudah 
  ditandatangani.Ketika wong Makah sedang menyerang Madinah.Si bani 
  Quraisyah tadi menikam pisau dari belakang.

  Jadi ayat2 perang masih tetep perlu sebab tanpa itu RI gak punya 
  pahlawan,baca sejarah:
  1.Perang diponegoro,ada Kyainya kan Kyai Mojo.
  2.Perang Paderi,nah santri kan yang berani nglawan Londo.
  3.Perang Makassar (Hasanudin).
  4.Perang Banten,Sultan Agung Tirtayasa.
  5.Perang banjar.
  6.Bahkan perang maluku nglawan Portugispun sido wong Islam lagi.
  7.Perang Aceh.
  Mereka2 itulah yang maju perang karena SOP agamanya ada perintah 
  perang asal syarat2 sudah terpenuhi,dan punya JIHAD.Makane kurikulum 
  tsb jangan dihilangkan,kalau hilang RI dulu gak duwe pahlawan.

  Shalom,
  Tawangalun. 

  Shalom,

  Tawangalun.

  - In [EMAIL PROTECTED], Achmad Zaenal Abidin 
  <zaenal_aza@> wrote:
  >
  > Betapa munafiknya Ny. Muslim binti Muskitawati, berubah ubah nama 
  > menjadi Hafsah Salim dan sebagainya.
  > Saya sudah tahu arah penulis ini akan memurtadkan dan menjungkir 
  > balikkan pikiran pikiran dan norma serta aturan islam yang baku, 
  yang 
  > bagi muslim yang dangkal akan pusing dan mesti banyak waktu untuk 
  > menanggapinya, sedangkan jika tidak ditanggapi, maka akan dianggap 
  > mengiyakan :-(



   

Kirim email ke