KEPICIKAN ISLAM : Membantai 4000 Gay
Kefanatikan Islam: Pembantaian 4.000 Gay 
http://frontpagemagazine.com/Articles/Read.aspx?GUID=FBC2142D-4A38-4B4 
C-9C0B-4B0AA4CF3822
Oleh: Robert Spencer 
FrontPageMagazine.com 
2 Okt 2007 

Di Universitas Columbia hari senin kemarin, Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad 
mengumumkan: “Kami tidak punya homoseks seperti dinegara anda. Di negara kami 
tidak ada makhluk demikian. Kami tidak memiliki fenomena seperti ini; saya 
tidak tahu siapa yang bilang ada hal demikian dinegara kami.” 

Kalau memang benar “tidak ada” kaum homosex di Iran, itu karena rejim islam di 
Iran sudah membantai mereka semua, karena homoseks adalah kejahatan besar 
dinegara itu. 

 

 
Satu kasus terkenal yang muncul dibulan July 2005, ketika dua lelaki, Mahmoud 
Asgari, 14 th dan Ayaz Marhoni, 16 th, digantung secara brutal di Iran karena 
kegiatan homoseksual. 
http://direland.typepad.com/direland/2005/10/shocking_new_ph.html

Meski pejabat Iranberkeras bahwa hukuman mati tersebut adalah karena perkosaan 
terhadap anak lelaki lain, National Council of Resistance of Iran, mengatakan 
hal sebaliknya. 

Tapi Asgari dan Marhoni tidaklah sendiri. Menurut Kelompok Hak Asasi Gay dan 
Lesbian, Homan, pemerintah iran telah menghukum mati hampir 4 ribu homoseks 
sejak 1980. Menurut Scott Long, direktur Program Human Rights Watch Lesbian, 
Gay, Bisexual and Transgender, orang iran yang dituduh gay biasanya mendapat 
siksaan. 

Hossein Alizadeh dari International Gay and Lesbian Human Rights Commission 
berkata, gay iran hidup dalam “ketakutan akan hukuman mati dan siksaan dan juga 
stigma sosial yang dikaitkan dengan homoseksualitas.” 

Hal ini bukan terjadi hanya di Iran saja, tapi disemua negara islam dunia. 
Quran mengelompokkan orang yang “mempraktekkan hasrat birahi terhadap lelaki 
daripada thd wanita” sebagai “kaum yang melampaui batas.” 

[7.81] Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada 
mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. 

Sebuah hadismengatakan “kutukan Allah” bagi mereka yang melakukan tindakan 
homoseksual. 

Penulis muslim jaman itu, Sheikh Abdul Azis Al-Fauzan, menyebut Homoseksualitas 
sebagai “salah satu tindakan paling berdosa yang dikenal umat manusia” dan 
berkata bahwa itu adalah “bukti dari insting yang menyimpang, runtuh totalnya 
rasa malu dan harga diri, dan kekotoran paling ekstrim dari karakter dan 
jiwanya.” 

Pandangan Hukummengenai konsekwensinya berbeda-beda. Diantara sekolah hukum 
Sunni, mazhab Hanafi memerintahkan pemukulan berat bagi tindakan pertama kali, 
dan hukuman mati jika diulangi. Sekolah Shafi’I memerintahkan 100 cambukan bagi 
homoseksual yang belum menikah, mati dengan dirajam jika sudah menikah. Sekolah 
Hambali memerintahkan hukuman rajam. Muhammad, nabi Islam, mengarahkan para 
pengikutnya utk “membunuh mereka yang mensodomi dan mereka yang membiarkan 
perbuatan itu terjadi” (Umdat al-Salik, halaman 17. 3) 

Di banyak negara, hukuman ini masih dilaksanakan. Islamic Penal Law Against 
Homosexuals di Iran memerintahkan hukuman mati bagi sodomi dan 100 cambukan 
bagi lesbian, utk tiga tindakan pertama, hukuman mati bagi tindakan keempat 
kalinya. Homoseksualitasadalah pelanggaran berat bukan hanya di Iran saja, tapi 
juga di Saudi Arabia, Sudan, Yaman dan Mauritania. Di Malaysia, bisa diganjar 
hukuman 20 tahun penjara, dan juga dilarangdi Afghanistan, Algeria, Bahrain, 
Bangladesh, Bosnia, Egypt, Jordan, Kuwait, Lebanon, Libya, Malaysia, Morocco, 
Oman, Pakistan, Somalia, Sudan, Syria, Tunisia, Turkmenistan, United Arab 
Emirates, dan Uzbekistan, diantaranya. 

Tentu saja, Afghanistan dibawah rejim Taliban menarik perhatian internasional 
karena membunuh gay dengan menjatuhkan tembok keatas mereka. Hukum Pakistan 
memerintahkan dua tahun penjara utk tindakan homo, tapi hukuman tradisional 
islam, yaitu cambukan dan rajam masih tetap lebih populer. 

Ketika pihak berwenang di United Arab Emirat menangkap 26 lelaki yang dituduh 
berpartisipasi dalam perkawinan gay besar2an 
(http://www.msnbc.msn.com/id/10218234/), 23 orang berpakaian sebagai pengantin 
perempuan dan 12 lagi sebagai pengantin lelaki, plus seorang disc jockey dan 
seorang yang memimpin upacara perkawinan, dibulan november 2005, mereka 
mengumumkan rencana utk menghukum para gay bukan hanya dengan cambukan dan 
penjara, tapi juga perawatan hormon. 

MUNAFIKNYA GAY BARAT 

OLEH KARENA ITU, sikap diam kelompok2 hak gay dan mereka yang menyebut diri 
orang2 kiri progresif di Barat --yg sangat pro Islam dan pro jihadi--sangat 
mencengangkan. 

 
http://americansfortruth.com/news/more-san-francisco-nuttiness-catholi 
c-archbishop-gives-communion-to-sisters-of-perpetual-indulgence.html

 
Kaum gay meledek upacara 'Jamuan Akhir' Kristus (The Last Supper) 
http://www.sodahead.com/poll/17395/

Sementara mereka tidak habis2nya menyerang dan mencemoohkan agama Kristen yang 
tidak menyerukan hukuman bagi para gay dalam situasi apapun, mereka bungkam 
seribu bahasa tentang ancaman sejati atas keselamatan mereka. Malah mereka 
menyerang israel, negara yang tidak memusuhi gay, sementara mereka diam saja 
tentang pembunuhan para gay di negara islam Iran. 

GLENN BECK on CNN ttg munafiknya suasana 'political correctness' di Barat ! 
http://rightfusion.wordpress.com/category/christian-vilification/

Kolumnis Cathy Seipp menceritakan sebuah insidendi bulan maret 2006, ketika 
seorang teman dia pergi kesebuah toko buku di San Fransisco dan meminta sebuah 
buku dari almarhum Oriana Fallaci “The Force of Reason”. Kata penjaga toko buku 
itu “Kami tidak punya buku yang dikarang oleh Fasis,” ini membuat heran Cathy: 
“Yang paling aneh dari kejadian ini adalah bahwa si penjaga toko buku yg homo 
tsb tidak menyukai seorang penulis yang membela peradaban Barat terhadap Islam 
radikal – padahal hal pertama yang akan dilakukan para islamis itu, jika mereka 
sampai (amit2) berkuasa di Amerika, adalah menghancurkan orang2 yang dituduh 
homo seperti dia.” 
_________________
Para Muslim tidaklah bodoh. Mereka bisa melihat bahwa Islam adalah salah. 
Mereka tahu ayat2 Quran bertentangan satu sama lain. Mereka tahu Islam 
bertentangan dengan kecerdasan manusia dan tidak masuk akal, tapi mereka begitu 
terjebak di dalamnya sehingga mereka tidak bisa meninggalkannya. Mereka memaksa 
diri mereka untuk percaya, karena tanpa itu, mereka bagaikan tersesat. 
- Ali Sina 
 
Dasar kepercayaan iman muslim dibangun diatas dusta,kebohongan dan teror 
pembunuhan yang biadab dimana saat zaman dan waktu sudah berubah kebenaran yang 
ada diungkapkan dan tidak bisa dihalangi ataupun dibendung serta kejahatan 
pembunuhan sudah dapat diantisipasi dan diminimalkan maka saat itu juga ambang 
kehancuran islam akan terjadi dan pada saatnya islam akan lenyap dan ini pasti 
terwujud. 
Feifei_fairy


      Get the latest celebrity gossip - Yahoo! Singapore Search.
http://sg.search.yahoo.com/search?p=celebrity+gossip&cs=bz&fr=fp-top

Kirim email ke