Lo piye kamu ini,yang tergurat diepek epekmu itu yang kanan  I/\
adalah angka 18 yang kiri tergurat /\I = angka 81 tapi angka arabic
lo.Saya juga gak ngerti kenapa kok yang ndisain epek epekmu itu seneng
angka 1881.Jebul karena 19 x 99 = 1881.Asma allah itu ada 99,dan
bilangan interlocknya Quran = 19.
Lanjutkan hitungen tulang epek epekmu itu sampai batas wrist kok
ndelalah ada 19 buah tulang,so do yang kiri.Bahkan telapak kakimu kiri
kanan yo 19 kabeh.Walhasil total ada 76 buah tulang.Anngota itulah
yang jare Allah bakal jadi saksi kunci nanti ketika judment day.
Kenapa sampeyan gak boleh cebok pakai epek epek kanan?
Eee jangan kalau punggung jarimu itu dibalik pas tertulis 4UUI,Alip
dapat jari kelingking ,Lam Trisula berimpit dg 3 buah jarimu yang
tengah,la yang paling kiri jempolmu itu pas huruf Ha.Jadi jangan untuk
cebok karena ada stempel ALLAH disitu.Itu saya namai GOD STAMP.

Shalom,
Tawangalun. 

N.B. Tunggu kan surat no.76 adalah Al-Insan(uwong),soalnya tulang kaki
dan epek2 ada 76 tadi.
- In [EMAIL PROTECTED], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tawang,
> 
> Angka itu ada dari 0 (nol) sampai tak terhingga. Koq hanya yang
dikuasai angka 19 saja? Anak kecil yang belum sekolah pun bisa hitung
sampai 100. 
> 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: tawangalun 
>   To: zamanku@yahoogroups.com ; [EMAIL PROTECTED] ;
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
>   Sent: Saturday, July 19, 2008 12:28 AM
>   Subject: [zamanku] Solatpun mengandung angka 19,tdk lewat Jibril.
> 
> 
> 
>   Quran lewat Jibril mengandung angka 19.Solat tanpa lewat Jibril,bahkan
>   Jibril gak boleh ikut waktu ada perintah solat kok juga ada angka
>   19.Coba Item Abu2 mbok direnungkan.
> 
>   Gerakan Salat Mengandung Ilmu Matematika
>   23 Desember 2005 11:21:05
>   Mahasiswa ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) kemarin menerima
>   pengetahuan baru. Yakni, materi tentang Matematika Alquran.
> 
>  
http://search.jawapos.com/index.php?act=detail_s&f_search=institut%20teknologi%20sepuluh&id=203294
>   - Mahasiswa ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) kemarin menerima
>   pengetahuan baru. Yakni, materi tentang Matematika Alquran.
> 
>   Materi ini diberikan langsung oleh KH Fahmi Basya, dosen Matematika
>   dari Universitas Islam Negeri Sjarif Hidayatullah Jakarta, yang
>   terkenal lewat bukunya Matematika Islam. Dalam acara yang digelar di
>   gedung rektorat kemarin, Fahmi menyampaikan, huruf-huruf dalam Alquran
>   maupun bacaan salat, ternyata mengandung ilmu matematika.
> 
>   Fahmi memulai dengan merujuk bacaan Basmallah yang jumlah hurufnya 19.
>   "Ternyata kita selalu disuguhi angka 19. Allah memang begitu teliti
>   dalam menyusun dan meletakkan surat-surat di dalam Alquran," kata
Fahmi.
> 
>   Ketelitian tersebut, katanya, juga bisa dilihat dalam Surat At-Taubah.
>   Bacaan Basmallah tidak dimulai dari surat ini, tapi dipindahkan pada
>   surat ke-27 yaitu Surat An-Naml. Dalam surat An-Naml ini, berisi dua
>   Basmallah yaitu pada pembukaan ayat dan pada ayat ke-30. "Jadi,
>   seolah-olah bacaan Basmallah pindah dari surat 9 ke surat 27.
>   Pemindahan itu memenuhi bilangan 19, dimana dari 9 sampai 27 ada 19
>   bilangan. Ini artinya, Allah tidak sembarangan menempatkan surat dan
>   ayat-ayatnya di dalam Alquran," papar pria kelahiran Padang ini.
> 
>   Selain itu, juga dijelaskan mengenai transformasi salat. Bila salat
>   gerhana berhubungan dengan gerhana, maka salat lima waktu berhubungan
>   dengan siang dan malam. "Artinya, siang dan malam merupakan waktu yang
>   digunakan bumi untuk berputar," ujarnya.
> 
>   Apabila salat lima waktu tersebut ditransformasikan dalam bentuk roda
>   gigi, maka gigi tersedikit untuk bumi adalah 12. "Angka ini diperoleh
>   dari kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari 12 yaitu 2, 3, dan 4,"
>   paparnya.
> 
>   Lalu jika dijabarkan satu persatu, maka salat Subuh punya roda gigi
>   berjumlah 6 (dari 12 dibagi 2), salat Zuhur 3 (dari 12 dibagi 4), Asar
>   3, Magrib 4 (dari 12 dibagi 3) dan Isya 3. "Menariknya, gigi salat itu
>   ada 6-3-3-4-3 bila dijumlahkan hasilnya 19. Itu sama dengan bacaan
>   Basmallah," katanya.
> 
>   Fahmi juga menjelaskan mengenai putaran atau sudut yang dibuat ketika
>   manusia melakukan salat. Setiap kali melakukan ruku', sudut yang
>   dibentuk sebesar 90 derajat. Maka dalam sekali salat, sudut yang
>   dibentuk sebesar 360 derajat, sebagaimana bumi berputar, menandakan
>   adanya proses kehidupan. "Begitu juga dengan orang hidup, perlu
>   melakukan salat yang berputar 360 derajat," pungkasnya. (rth/fid)
> 
>   Shalom,
>   Tawangalun.


Kirim email ke