Wajah-Wajah 

Pada jaman Sidharta Gautama hidup, belum ada alat foto, sehingga
orang yang mau menggambarkan wajah Buddha membuat patung. Karena
wajah yang ditampilkan pada sebuah patung adalah wajah tunggal, maka
dicari wajah Buddha yang dapat menggambarkan siapa Buddha dan apa
yang dilakukannya di dunia ini yang penting untuk dikenang orang 
lain.
Maka lahirlah patung Buddha yang sedang semadi. Dengan melihat
patung itu orang mudah membayangkan Buddha sedang berusaha mencapai
penerangan sempurna dan jalan menuju penerangan sempurna itulah yang
penting diajarkan dan diingat oleh manusia-manusia dari dulu hingga
ke ahir jaman.

Selain gambar wajah, juga ada simbol-simbol keagamaan yang digunakan
untuk mengingatkan orang agar berbuat baik atau dapat digunakan oleh 
orang yang mengharapkan sesuatu yang baik bagi dirinya. 

Ketika bangsa Israel banyak yang mati digigit ular berbisa, Musa 
mendapat firman Tuhan agar membuat patung ular dari tembaga, lalu 
meletakkan patung ular tersebut di
tempat yang agak tinggi agar dilihat oleh orang Israel yang kena
gigit ulat. Ternyata dengan memandang patung ular tersebut orang
yang kena gigit ular menjadi sembuh. Patung ular tersebut hingga
sekarang di seluruh dunia digunakan sebagai lambang dalam dunia 
kedokteran dan
farmasi termasuk di Indonesia. 

Kemudian datang Yesus, sebelum disalibkan Yesus sudah berpesan kepada
murid-muridnya bahwa nanti mereka harus membuat petung Yesus disalib
dan digantungkan di tempat yang agak tinggi (menggantikan patung
ular yang berbau berhala) agar umat yang mencari keselamatan
(rohaniah) dapat memandang patung itu. Mereka yang memandang patung
Yesus disalib akan diingatkan apa yang dilakukan Yesus di dunia, 
yaitu 
berani mati di kayu salib untuk mempertahankan kebenaran. Pesan
yang disampaikan kepada semua yang mau menjadi murid Yesus, agar
mereka menjadi manusia yang baik dan jika upaya menjadi manusia yang
baik itu dihalang-halangi orang, jangan takut dan harus terus maju
walaupun harus mati di kayu salib (tapi banyak orang nyatanya takut
mati dan mereka lebih baik ikut korupsi dari pada dimusihi teman-
teman,
baru. Dimusuhi teman saja sudah takut apa lagi harus mati di kayu
salib, sebagian beranggapan biar Yesus saja yang mati di kayu salib, 
dan kita-kita ikut
diselamatkan saja)

Muhammad melarang wajahnya dilukis. Banyak orang Islam juga tidak 
memahami apa yang menjadi alasan. Tetapi kalau kita mau melukis 
wajah Muhammad memang agak
sulit. Dalam penampilan seperti apa Muhammad akan digambarkan? 
Apakah Muhammad akan digambar ketika memimpin perampokan terhadap 
kafilah Mekah untuk memberi makan kepada pengikutnya di Madinah? 
Gambar seperti itu akan menjadi legitamasi bagi pengikutnya untuk 
melakukan perampokan pada waktu terdesak. Apakah Muhammad akan 
digambar ketika sedang berada di atas Qaswa (unta kesayangannya) 
menghunus pedang dalam persiapan perang, melakukan kudeta terhadap 
penguasa Mekah? Tentu gambar itu akan mengerikan dan dengan mudah 
akan menjadi tampak dan terbuka bahwa Islam memang agama perang dan 
gambar itu akan dijadikan legitmasi bagi pengukutnya untuk melakukan 
kudeta terhadap kekuasaan yang tidak sesuai dengan aspirasi Islam. 
Atau Muhammad digambar dalam pelukan
11 istri-istrinya? Jika itu dilakukan, gambar itu tampaknya akan 
jadi gambar porno. Atau Muhammad digambar bersama Aisyah yang baru 
berusia 9 tahun? Gambar itu bisa menjadi gambar pelecehan seksual 
laki-laki berusia 50 tahun terhadap anak di bawah umur.

Gambar Muhammad mencium Hazar Aswad juga tidak menguntungkan bagi 
Islam karena dengan mudah orang melihat bahwa Islam menyembah 
berhala. Memang kalangan Islam mudah menuduh orang Hinddu, Buddha, 
Katolik menyembah berhala karena di Vihara, di Gereja ada patung dan 
banyak orang Kristen membawa patung kecil Yesus disalib. Tetapi 
seperti diuraikan di atas bagi agama Hindu, Buddha, dan Katolik 
patung-patung itu hanya hiasan dan alat untuk membangun kesadaran 
bukan benda keramat, walaupun ada juga umat Hindu, Buddha, Katolik 
yang salah melihat patung-patung tersebut. Tetapi jika patung-patung 
itu rusak, dengan mudah diganti dengan yang baru. Tetapi sebaliknya 
Islam menghormati Hazar Awad lebih sebagai benda keramat. Jika Hazar 
Aswad hilang bisa dibayangkan kesulitan yang dihadapi Islam. Karena 
itu Hazar Aswad ditutup dengan logam agar tidak mudah rusak dan Anda 
perhatikan bentuk penutup logam tersebut (bandingkan dengan bentuk 
kemaluan wanita) dan Anda akan melihat berhala apa  sebenarnya yang 
diimpikan dan dipunya laki-laki Arab (Islam).
Salam


--- In zamanku@yahoogroups.com, W <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ini jawaban yang gak cerdas juga ...
> 
> Btw, mengenai salib ..., apakah sejak awal kaum nasrani menggunakan
> simbol salib ?
> Kalau ndak .., sejak kapan salib dijadikan simbol ?
> 
> 2008/7/21 tawangalun <[EMAIL PROTECTED]>:
> > Biar seluruh wong Islam seddunia sejak jaman nabi s/d yang 
terakhir
> > podo2 mencium titik yang sama.Itu simbul solidarity kami.
> > kalau menyium salib Yesus kan lama2 dipangan rayap.la nabi saya 
pinter
> > yang dipilih benda batu jadi awet.
> >
> > Shalom,
> > tawangalun.
> >
> > - In zamanku@yahoogroups.com, "methos z" <methosz@> wrote:
> >>
> 
> 
> 
> 
> -- 
> ---
> >> 08568585961
> Y! : hawking_123
>


Kirim email ke