Agama-agama di luar Islam pada dasarnya pro-seni. Hanya Islam saja
agama yang anti-seni. Kalau toh ada secuil, terlalu dipaksakan dan
hasilnya kering kerontang selayaknya gurun pasir.

Bayangkan kalau tinggal di sebuah negeri dengan seni budaya yang tandus?


salam,

rd





--- In zamanku@yahoogroups.com, "Darmawan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Wajah-Wajah 
> 
> Pada jaman Sidharta Gautama hidup, belum ada alat foto, sehingga
> orang yang mau menggambarkan wajah Buddha membuat patung. Karena
> wajah yang ditampilkan pada sebuah patung adalah wajah tunggal, maka
> dicari wajah Buddha yang dapat menggambarkan siapa Buddha dan apa
> yang dilakukannya di dunia ini yang penting untuk dikenang orang 
> lain.
> Maka lahirlah patung Buddha yang sedang semadi. Dengan melihat
> patung itu orang mudah membayangkan Buddha sedang berusaha mencapai
> penerangan sempurna dan jalan menuju penerangan sempurna itulah yang
> penting diajarkan dan diingat oleh manusia-manusia dari dulu hingga
> ke ahir jaman.
> 
> Selain gambar wajah, juga ada simbol-simbol keagamaan yang digunakan
> untuk mengingatkan orang agar berbuat baik atau dapat digunakan oleh 
> orang yang mengharapkan sesuatu yang baik bagi dirinya. 
> 
> Ketika bangsa Israel banyak yang mati digigit ular berbisa, Musa 
> mendapat firman Tuhan agar membuat patung ular dari tembaga, lalu 
> meletakkan patung ular tersebut di
> tempat yang agak tinggi agar dilihat oleh orang Israel yang kena
> gigit ulat. Ternyata dengan memandang patung ular tersebut orang
> yang kena gigit ular menjadi sembuh. Patung ular tersebut hingga
> sekarang di seluruh dunia digunakan sebagai lambang dalam dunia 
> kedokteran dan
> farmasi termasuk di Indonesia. 
> 
> Kemudian datang Yesus, sebelum disalibkan Yesus sudah berpesan kepada
> murid-muridnya bahwa nanti mereka harus membuat petung Yesus disalib
> dan digantungkan di tempat yang agak tinggi (menggantikan patung
> ular yang berbau berhala) agar umat yang mencari keselamatan
> (rohaniah) dapat memandang patung itu. Mereka yang memandang patung
> Yesus disalib akan diingatkan apa yang dilakukan Yesus di dunia, 
> yaitu 
> berani mati di kayu salib untuk mempertahankan kebenaran. Pesan
> yang disampaikan kepada semua yang mau menjadi murid Yesus, agar
> mereka menjadi manusia yang baik dan jika upaya menjadi manusia yang
> baik itu dihalang-halangi orang, jangan takut dan harus terus maju
> walaupun harus mati di kayu salib (tapi banyak orang nyatanya takut
> mati dan mereka lebih baik ikut korupsi dari pada dimusihi teman-
> teman,
> baru. Dimusuhi teman saja sudah takut apa lagi harus mati di kayu
> salib, sebagian beranggapan biar Yesus saja yang mati di kayu salib, 
> dan kita-kita ikut
> diselamatkan saja)
> 
> Muhammad melarang wajahnya dilukis. Banyak orang Islam juga tidak 
> memahami apa yang menjadi alasan. Tetapi kalau kita mau melukis 
> wajah Muhammad memang agak
> sulit. Dalam penampilan seperti apa Muhammad akan digambarkan? 
> Apakah Muhammad akan digambar ketika memimpin perampokan terhadap 
> kafilah Mekah untuk memberi makan kepada pengikutnya di Madinah? 
> Gambar seperti itu akan menjadi legitamasi bagi pengikutnya untuk 
> melakukan perampokan pada waktu terdesak. Apakah Muhammad akan 
> digambar ketika sedang berada di atas Qaswa (unta kesayangannya) 
> menghunus pedang dalam persiapan perang, melakukan kudeta terhadap 
> penguasa Mekah? Tentu gambar itu akan mengerikan dan dengan mudah 
> akan menjadi tampak dan terbuka bahwa Islam memang agama perang dan 
> gambar itu akan dijadikan legitmasi bagi pengukutnya untuk melakukan 
> kudeta terhadap kekuasaan yang tidak sesuai dengan aspirasi Islam. 
> Atau Muhammad digambar dalam pelukan
> 11 istri-istrinya? Jika itu dilakukan, gambar itu tampaknya akan 
> jadi gambar porno. Atau Muhammad digambar bersama Aisyah yang baru 
> berusia 9 tahun? Gambar itu bisa menjadi gambar pelecehan seksual 
> laki-laki berusia 50 tahun terhadap anak di bawah umur.
> 
> Gambar Muhammad mencium Hazar Aswad juga tidak menguntungkan bagi 
> Islam karena dengan mudah orang melihat bahwa Islam menyembah 
> berhala. Memang kalangan Islam mudah menuduh orang Hinddu, Buddha, 
> Katolik menyembah berhala karena di Vihara, di Gereja ada patung dan 
> banyak orang Kristen membawa patung kecil Yesus disalib. Tetapi 
> seperti diuraikan di atas bagi agama Hindu, Buddha, dan Katolik 
> patung-patung itu hanya hiasan dan alat untuk membangun kesadaran 
> bukan benda keramat, walaupun ada juga umat Hindu, Buddha, Katolik 
> yang salah melihat patung-patung tersebut. Tetapi jika patung-patung 
> itu rusak, dengan mudah diganti dengan yang baru. Tetapi sebaliknya 
> Islam menghormati Hazar Awad lebih sebagai benda keramat. Jika Hazar 
> Aswad hilang bisa dibayangkan kesulitan yang dihadapi Islam. Karena 
> itu Hazar Aswad ditutup dengan logam agar tidak mudah rusak dan Anda 
> perhatikan bentuk penutup logam tersebut (bandingkan dengan bentuk 
> kemaluan wanita) dan Anda akan melihat berhala apa  sebenarnya yang 
> diimpikan dan dipunya laki-laki Arab (Islam).
> Salam
> 
> 
> --- In zamanku@yahoogroups.com, W <wildan.m@> wrote:
> >
> > Ini jawaban yang gak cerdas juga ...
> > 
> > Btw, mengenai salib ..., apakah sejak awal kaum nasrani menggunakan
> > simbol salib ?
> > Kalau ndak .., sejak kapan salib dijadikan simbol ?
> > 
> > 2008/7/21 tawangalun <tawangalun@>:
> > > Biar seluruh wong Islam seddunia sejak jaman nabi s/d yang 
> terakhir
> > > podo2 mencium titik yang sama.Itu simbul solidarity kami.
> > > kalau menyium salib Yesus kan lama2 dipangan rayap.la nabi saya 
> pinter
> > > yang dipilih benda batu jadi awet.
> > >
> > > Shalom,
> > > tawangalun.

Kirim email ke