HAM Melindungi Semua Yang Diharamkan Syariah !!!

Tinggal pilih:
Menegakkan Syariah = Melanggar HAM.
Menegakkan HAM = Melarang Praktek Syariah.

Makanan haram, barang haram, bayi haram, perbuatan haram, dan juga
ajaran haram, kesemuanya yang haram itu dilarang dalam Syariah Islam
yang halal.

Contohnya, babi adalah makanan haram, kokain aalah barang haram, bayi
adalah sama dengan barang haram bukan dianggap manusia, perbuatan
haram adalah perbuatan yang dilarang, dan ajaran haram adalah ajaran
yang tidak boleh diajarkan dan disebarkan seperti ajaran islam Ahmadiah.

Dalam hidup ini kita enggak bisa berpihak kepada dua hal yang saling
bertentangan, artinya tidak bisa kita menegakkan Syariah ber-sama2
dengan juga menegakkan HAM.  Karena Syariah itu justru menghancurkan
HAM, dan HAM itu tidak sejalan dengan Syariah.


> IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> See, Neng Ivonne jangan mau kemakan 'bullsh*t'-nya si mus..
> Lihatlah tudingan dia soal anak haram yang seolah" benar itu..
> Soal dirajam dsb, harus dilihat secara utuh.. bagaimana konteksnya..
> dsb.. bukan menelan bulat" ocehan si mus yang kaya gitu..


Berbohong itu perlu banyak kata2, namun kebenaran tak perlu banyak
kata2 !!!

Kalo mau membantah tak perlu banyak kata2, tunjukkan bahwa Syariah
Islam melarang hukum rajam.  Tunjukkan ayat Syariah yang menghalalkan
bagi muslimin untuk memelihara anak2 haram ???

Dalam HAM sudah sangat jelas, dilarang mengharamkan "anak haram".  Dan
dizaman sekarang hanya agama Islam saja yang masih membedakan anak
haram dan anak halal.

Dulu khan ada TKI yang bernama "Kartika" yang dihukum mati pancung
karena berzinah dan mengandung bayi haram, namun RI berhasil
menyelamatkannya dengan bantuan UN.  Sang TKI berhasil balik kembali
ke tanah airnya, tapi kemana bayinya setelah dilahirkan ???  Bayi
itulah barang bukti sehingga Kartika tidak langsung dirajam tetapi
dipenjara dulu sampai bayinya lahir dan bayi inilah sebagai barang
bukti yang menghalalkan si Kartika untuk dirajam, namun karena UN
berhasil menyelamatkannya, maka barang buktinya dimusnahkan dan
kasusnya ditutup selesai.

Sebenarnya enggak banyak bedanya, apabila ada penyelundup kokain dari
Australia tertangkap di Indonesia, maka sipenyelundup ditangkap,
dipenjara, diadili, dan dihukum.  Tetapi bukan tidak mungkin ada lobby
politik dan siterhukum bisa bebas dan pulang ke Australia, tentunya
kokain itu khan enggak mungkin dibawa bersama pulang ke Australia,
karena kokain itu adalah barang bukti pelanggaran sitertuduh yang
setelah kasusnya ditutup, maka barang buktinya dimusnahkan.  Begitulah
hukum yang berlaku.

Tidak beda dengan hukum syariah, yang membedakannya hanyalah, kita
manusia modern menganggap bayi haram itu tidak haram, sedangkan dalam
Syariah Islam, bayi haram adalah barang haram yang sama haramnya
seperti kokain.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke