Itu nurut kowe anak haram podo dg anak halal,malah menurut Kusni Kasdut
perampok itu barang colongan dg barang halal itu juga podo2 halal.La wong
Islam ukuran kebenaran itu harus pakai dua prinsipal.Kalau ukuranmu
kebenaran itu HAM,tunjukkan buku HAM itu dan siapa
pengarangnya.Sekarang rojo yang pakai buku HAM itu sopo dan sudah bisa
membikin adil didunia opo belum.
Terus negara demokrasi RI ini kok malah lebih runyam dari negara
totaliter mBah Harto?
Padahal katanya pemerintahan ditangan rakyat.Lihat barusan Supermarket
Alfa di Yogya mati sebagai gantinya Carefour disitu yang pemikinya
asing.Jare demokrasi kok rakyate malah jadi kurban?
Jadi saya sekarang slogan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat itu di
RI gagal.Karena semua kok untuk rakyat la yang untuk Allah mana?

Shalom,
Tawangalun.

- In [EMAIL PROTECTED], "Hafsah Salim"
<muskitawati@> wrote:
>
> Cara Lahir Anak Haram Tidak Ada Bedanya Dengan Anak Halal !!
> 
> Di Amerika banyak sekali anak2 yang lahirnya dari orang tua yang tidak
> menikah, tetapi tidak ada satupun dianggap anak Haram.  Anak2 ini
> lahir kedunia dengan cara yang sama seperti cara anak2 lain yang orang
> tuanya menikah.
> 
> Anak haram tidak dibedakan dari anak halal, bahkan tidak bisa
> dibedakan sama sekali, haknya sama, juga dihargai sama, karena gimana
> mau dibedakan kalo kata2 "Haram" saja tidak pernah digunakan disini?
> 
> Anak haram hanya dikenal dalam kominitas agama saja, terutama sekali
> agama Islam.  Agama Kristen, katolik dan Yahudi sudah lama
> meninggalkan bahkan melarang kata2 haram ini digunakan meskipun mereka
> yang fanatik masih juga menggunakannya.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.


Kirim email ke