Tidak ada yang salah pada pernyataan Mas Radityo, yang namanya 
tandus bukan berarti tidak ada air sama sekali. Di padang gurung 
juga ada oase. Tetapi dibandingkan wilayah yang subur sudah jelas, 
wilayah tandus terlihat sangat merana.
Wilayah manapun yang dikuasai Islam tidak mungkin menandingi seni 
tari di Bali. Wilayah manapun yang dipengaruhi Islam tidak mungkin 
menandingi seni musik Gereja. Wilayah manapun yang dikuasai Islam 
tidak mungkin menandingi seni ukir suku Asmat yang dapat dikatakan 
tertinggal kebudayaannya apa lagi dibandingkan dengan Bali.
Kenapa tidak mungkin? Karena ajaran Islam sendiri melarang 
mengekspresikan seni. Tubuh wanita yang Indah yang menjadi sumber 
ispirasi seni malah harus ditutup sesuai ajaran Islam. Seni musik 
tidak mungkin berkembang melebihi tilawatul Quran. 
Seni menjadi karya yang indah a.l. sebagai persembahan kepada Tuhan. 
Gereja yang dilukis dan dihiasi patung oleh Michaelanggelo merupakan 
persembahan kepada Tuhan yang baik. Musik Gereja yang indah adalah 
persembahan kepada Tuhan. Patung Buddha dan Hindu adalah persembahan 
kepada yang Maha Kuasa.
Umat Islam tidak perlu melakukan persembahan kepada Allah dalam 
bentuk seni, karena Allah Islam sudah menentukan apa yang harus 
dilakukan kepada Tuhan, yaitu sembahyang lima waktu dalam bahasa 
Arab, lebih dari itu boleh ditambah zakat sampai naik haji lalu 
sempurna dan sesudah itu jangan mikir seni untuk Allah yang kaku dan 
kejam.
Memang tandus tidak berarti sama sekali tidak ada air. Kaligrafi 
dapat disebut sabagai salah satu karya seni Islam. Tetapi mengenai 
bangunan sebaiknya hati-hati karena seni bangunan di jaman kuno 
seperti Borobudur atau Piramid sudah ada jauh sebelum Islam. Bicara 
seoal mesjid juga harus hati-hati, contohnya mesjid Istiqlal 
dirancang oleh Silaban yang Kristen dan di jaman sekarang jika ada 
bangunan yang indah belum tentu karya budaya Islam karena banyak 
orang kafir yang menyediakan jasanya untuk kegiatan Islam salah satu 
contoh pemeliharaan Kabah yang menjadi tempat suci Islam tidak 
dilakukan oleh orang Islam tetapi oleh orang kafir.
Salam.


--- In zamanku@yahoogroups.com, "tawangalun" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Padahal musik Bonang itu yang gawe Sunan Bonang.lalu karena patung
> uwong tdk boleh maka oleh Wali dipilihlah yang pipih jadinya wayang
> kulit itu.Terus kaligrafi itu opo bukan seni?
> Yo Islam jangan disuruh bikin patung wanaita telanjang,gak boleh.
> La Fei Fei malah aneh Tuhannya malah dibikin patung pakai cawet.
> Kok gak kasihan masak Tuhannya dipajang pakai cawet.
> 
> Shalom,
> Tawangalun.
> 
> 
> - In zamanku@yahoogroups.com, "Supriyadi" <supriyadi@> wrote:
> 
> Wah wah wah, mas Radityo ternyata kadang kadang naif juga yaaa !
> 
> Masak Islam dikatakan agama anti seni. Menurut saya cuma seninya 
punya
> gaya dan aturan sendiri.
> 
> Islam, karena sesuatu alasan hanya melarang menggambarkan nabinya 
dan
> menggambar machluk hidup di dalam masjid. Selain itu cakrawala seni
> masih terbentang sangat luas.
> 
> Sedangkan baru seni masjid saja sudah demikian mengagumkan kok.
> Contohnya masjid masjid besar di Asia Tengah sana. Bahkan mesjid
> AtTien di TMII atau mesjid kubah emas di Depok pun sudah cukup 
bagus.
> 
> Salam,
> 
> Supriyadi
> 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Radityo 
>   To: zamanku@yahoogroups.com 
>   Sent: Tuesday, July 22, 2008 4:13 AM
>   Subject: [zamanku] Islam anti-seni - Re: Allah = Hajar Aswad
> 
> 
>   Agama-agama di luar Islam pada dasarnya pro-seni. Hanya Islam 
saja
>   agama yang anti-seni. Kalau toh ada secuil, terlalu dipaksakan 
dan
>   hasilnya kering kerontang selayaknya gurun pasir.
> 
>   Bayangkan kalau tinggal di sebuah negeri dengan seni budaya yang 
tandus?
> 
>   salam,
>


Kirim email ke