Dedebharata,

postinganmu ini nyambungnya kemana ya ? Mas Radit kan bicara tentang seni, kok 
sampeyan nyambungnya tentang sejarah. Kayaknya mau ngritik Islam tapi entah 
tanpa sengaja atau gak tahu malah memuji Islam.

Justru penguburan wanita hidup hidup itu terjadinya di jaman jahiliyah yang 
diakhiri oleh ajaran Islam.

Kalau sampeyan gak tahu sejarah di bawah (mungkin maksudnya sebelum) Islam dan 
apa yang terjadi di Arab sana, bukan berarti nggak ada sejarahnya. Coba simak 
postingan anggota anggota milis ini lebih intens. Banyak di antara mereka yang 
bisa menceritakan.

Keep learning !

Supriyadi


  ----- Original Message ----- 
  From: dedebharata 
  To: zamanku@yahoogroups.com 
  Sent: Tuesday, July 22, 2008 7:55 AM
  Subject: [zamanku] Islam anti-seni - Re: Allah = Hajar Aswad


  Kayaknya ya Bung Radit. Mungkin karena ada penghilangan bukti sejarah
  yang luar biasa. Di bawah zaman Islam, apa yang terjadi di Arab sana,
  saya tak pernah tahu. Doktrinnya sih cuma: zaman jahil-jahil. Zaman
  anak perempuan dikubur hidup-hidup.... tapi kalau dikubur hidup-hidup
  kok ya perkawinan terus berlangsung?
  ada penghapusan sejarahkah?
  puji Allah 

  -- In zamanku@yahoogroups.com, "Radityo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > Agama-agama di luar Islam pada dasarnya pro-seni. Hanya Islam saja
  > agama yang anti-seni. Kalau toh ada secuil, terlalu dipaksakan dan
  > hasilnya kering kerontang selayaknya gurun pasir.
  > 
  > Bayangkan kalau tinggal di sebuah negeri dengan seni budaya yang tandus?
  > 
  > 
  > salam,
  > 
  > rd
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > --- In zamanku@yahoogroups.com, "Darmawan" <hikdun@> wrote:
  > >
  > > Wajah-Wajah 
  > > 
  > > Pada jaman Sidharta Gautama hidup, belum ada alat foto, sehingga
  > > orang yang mau menggambarkan wajah Buddha membuat patung. Karena
  > > wajah yang ditampilkan pada sebuah patung adalah wajah tunggal, maka
  > > dicari wajah Buddha yang dapat menggambarkan siapa Buddha dan apa
  > > yang dilakukannya di dunia ini yang penting untuk dikenang orang 
  > > lain.
  > > Maka lahirlah patung Buddha yang sedang semadi. Dengan melihat
  > > patung itu orang mudah membayangkan Buddha sedang berusaha mencapai
  > > penerangan sempurna dan jalan menuju penerangan sempurna itulah yang
  > > penting diajarkan dan diingat oleh manusia-manusia dari dulu hingga
  > > ke ahir jaman.
  > > 
  > > Selain gambar wajah, juga ada simbol-simbol keagamaan yang digunakan
  > > untuk mengingatkan orang agar berbuat baik atau dapat digunakan oleh 
  > > orang yang mengharapkan sesuatu yang baik bagi dirinya. 
  > > 
  > > Ketika bangsa Israel banyak yang mati digigit ular berbisa, Musa 
  > > mendapat firman Tuhan agar membuat patung ular dari tembaga, lalu 
  > > meletakkan patung ular tersebut di
  > > tempat yang agak tinggi agar dilihat oleh orang Israel yang kena
  > > gigit ulat. Ternyata dengan memandang patung ular tersebut orang
  > > yang kena gigit ular menjadi sembuh. Patung ular tersebut hingga
  > > sekarang di seluruh dunia digunakan sebagai lambang dalam dunia 
  > > kedokteran dan
  > > farmasi termasuk di Indonesia. 
  > > 
  > > Kemudian datang Yesus, sebelum disalibkan Yesus sudah berpesan kepada
  > > murid-muridnya bahwa nanti mereka harus membuat petung Yesus disalib
  > > dan digantungkan di tempat yang agak tinggi (menggantikan patung
  > > ular yang berbau berhala) agar umat yang mencari keselamatan
  > > (rohaniah) dapat memandang patung itu. Mereka yang memandang patung
  > > Yesus disalib akan diingatkan apa yang dilakukan Yesus di dunia, 
  > > yaitu 
  > > berani mati di kayu salib untuk mempertahankan kebenaran. Pesan
  > > yang disampaikan kepada semua yang mau menjadi murid Yesus, agar
  > > mereka menjadi manusia yang baik dan jika upaya menjadi manusia yang
  > > baik itu dihalang-halangi orang, jangan takut dan harus terus maju
  > > walaupun harus mati di kayu salib (tapi banyak orang nyatanya takut
  > > mati dan mereka lebih baik ikut korupsi dari pada dimusihi teman-
  > > teman,
  > > baru. Dimusuhi teman saja sudah takut apa lagi harus mati di kayu
  > > salib, sebagian beranggapan biar Yesus saja yang mati di kayu salib, 
  > > dan kita-kita ikut
  > > diselamatkan saja)
  > > 
  > > Muhammad melarang wajahnya dilukis. Banyak orang Islam juga tidak 
  > > memahami apa yang menjadi alasan. Tetapi kalau kita mau melukis 
  > > wajah Muhammad memang agak
  > > sulit. Dalam penampilan seperti apa Muhammad akan digambarkan? 
  > > Apakah Muhammad akan digambar ketika memimpin perampokan terhadap 
  > > kafilah Mekah untuk memberi makan kepada pengikutnya di Madinah? 
  > > Gambar seperti itu akan menjadi legitamasi bagi pengikutnya untuk 
  > > melakukan perampokan pada waktu terdesak. Apakah Muhammad akan 
  > > digambar ketika sedang berada di atas Qaswa (unta kesayangannya) 
  > > menghunus pedang dalam persiapan perang, melakukan kudeta terhadap 
  > > penguasa Mekah? Tentu gambar itu akan mengerikan dan dengan mudah 
  > > akan menjadi tampak dan terbuka bahwa Islam memang agama perang dan 
  > > gambar itu akan dijadikan legitmasi bagi pengukutnya untuk melakukan 
  > > kudeta terhadap kekuasaan yang tidak sesuai dengan aspirasi Islam. 
  > > Atau Muhammad digambar dalam pelukan
  > > 11 istri-istrinya? Jika itu dilakukan, gambar itu tampaknya akan 
  > > jadi gambar porno. Atau Muhammad digambar bersama Aisyah yang baru 
  > > berusia 9 tahun? Gambar itu bisa menjadi gambar pelecehan seksual 
  > > laki-laki berusia 50 tahun terhadap anak di bawah umur.
  > > 
  > > Gambar Muhammad mencium Hazar Aswad juga tidak menguntungkan bagi 
  > > Islam karena dengan mudah orang melihat bahwa Islam menyembah 
  > > berhala. Memang kalangan Islam mudah menuduh orang Hinddu, Buddha, 
  > > Katolik menyembah berhala karena di Vihara, di Gereja ada patung dan 
  > > banyak orang Kristen membawa patung kecil Yesus disalib. Tetapi 
  > > seperti diuraikan di atas bagi agama Hindu, Buddha, dan Katolik 
  > > patung-patung itu hanya hiasan dan alat untuk membangun kesadaran 
  > > bukan benda keramat, walaupun ada juga umat Hindu, Buddha, Katolik 
  > > yang salah melihat patung-patung tersebut. Tetapi jika patung-patung 
  > > itu rusak, dengan mudah diganti dengan yang baru. Tetapi sebaliknya 
  > > Islam menghormati Hazar Awad lebih sebagai benda keramat. Jika Hazar 
  > > Aswad hilang bisa dibayangkan kesulitan yang dihadapi Islam. Karena 
  > > itu Hazar Aswad ditutup dengan logam agar tidak mudah rusak dan Anda 
  > > perhatikan bentuk penutup logam tersebut (bandingkan dengan bentuk 
  > > kemaluan wanita) dan Anda akan melihat berhala apa sebenarnya yang 
  > > diimpikan dan dipunya laki-laki Arab (Islam).
  > > Salam
  > > 
  > > 
  > > --- In zamanku@yahoogroups.com, W <wildan.m@> wrote:
  > > >
  > > > Ini jawaban yang gak cerdas juga ...
  > > > 
  > > > Btw, mengenai salib ..., apakah sejak awal kaum nasrani menggunakan
  > > > simbol salib ?
  > > > Kalau ndak .., sejak kapan salib dijadikan simbol ?
  > > > 
  > > > 2008/7/21 tawangalun <tawangalun@>:
  > > > > Biar seluruh wong Islam seddunia sejak jaman nabi s/d yang 
  > > terakhir
  > > > > podo2 mencium titik yang sama.Itu simbul solidarity kami.
  > > > > kalau menyium salib Yesus kan lama2 dipangan rayap.la nabi saya 
  > > pinter
  > > > > yang dipilih benda batu jadi awet.
  > > > >
  > > > > Shalom,
  > > > > tawangalun.
  >



   

Kirim email ke