*ENTIRE POPULATION OF RABWAH CHARGED UNDER ANTI-AHMADIYYA LAWS IN PAKISTAN
AHMADIYYA MUSLIM JAMA'AT - SRI LANKA 619/4,*

Baseline Road, Colombo 9, Sri Lanka.
The entire population of Rabwah (aka Chenab Nagar), including women and
children face the prospect of potential criminal proceedings after the
Chenab Nagar Police Station filed First Information Report (FIR) 254/08
under anti-Ahmadiyya laws prescribed by the Pakistan Penal Code.

*Background*
This year throughout the world the Ahmadiyya Muslim Community is celebrating
the centenary of 'Khilafat' which is the system of spiritual succession that
begun in 1908. The peace loving community has held events marking this
occasion throughout the world. One such event was held in Rabwah where in
May 2008 for one night the Ahmadi residents of the town lit earthen lamps as
a means to illuminate and decorate their homes and buildings.
Criminal Proceedings

In the FIR the police authorities have taken issue with the lighting of the
town. It further mentions that one Ahmadi, Muhammad Yunus, was seen selling
caps and badges which had the words 'Congratulations over the Khilafat
Centenary' and a verse of the Holy Qur'an printed upon them.
The said FIR charges all 'residents of all neighbourhoods of Chenab Nagar
town' and thus opens the door for the authorities to arrest any resident of
the town. Thus far Muhammad Yunus has been arrested. All persons who are
charged under this FIR face up to three years imprisonment.

*Comment*
The Ahmadiyya Muslim Community has faced for decades hatred and persecution
both at an institutional and individual level in Pakistan. The Community has
always borne this persecution with quiet dignity. In the town of Rabwah
anti-Ahmadiyya rallies are held by organisations such as Khatme-Nabuwat in
which people are encouraged to brutally injure or even kill members of the
Ahmadiyya Community. The Government of Pakistan has not only declared Ahmadi
Muslims as non-Muslim but have gone much further by failing to protect the
human or civil rights of its Ahmadi citizens.

It is most unfortunate that the authorities actively encourage the hateful
persecution of the Ahmadiyya Community and regularly invoke anti-Ahmadiyya
legislation such as in this case which prevent Ahmadi Muslims from living in
peace.

*terjemahannya:*
Seluruh warga kota Rabwah, termasuk kaum wanita dan anak2 menghadapi
kemungkinan tuntutan kriminal setelah kantor polisi Chenab Nagar memberkas
Laporan Informasi Pertama (FIR)nomor 254/08 sesuai ketentuan Kitab
undang-undang hukum pidana Negara Pakistan.

*Latar belakang*
Sepanjang tahun ini komunitas Muslim Ahmadiyah diseluruh dunia tengah
merayakan seabad Khilafat, yang merupakan suatu sistim kerohanian yang
rangkaiannya telah dimulai ditahun 1908. Menandai peristiwa ini, seluruh
masyarakat cinta damai ini telah menyelenggarakan kegiatan2 diseluruh dunia.
Kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Rabwah dimana pada suatu malam
dibulan Mei 2008 peduduk kota itu menyalakan lampu terbuat dari tanah liat
untuk menerangi dan menghias bangunan2 dan rumah mereka.

*Tuntutan kriminal*
Didalam laporannya polisi telah menjadikan isu penerangan dikota itu.
Selanjutnya menyebutkan bahwa seorang Ahmadi yang bernama Muhammad Yunus,
telah terlihat berjualan kopiah dan lencana yang bertuliskan
"'Congratulations over the Khilafat Centenary" dan satu ayat Al-Qur'an.
Didalam laporannya polisi menuntut seluruh warga Rabwah untuk membuka pintu
bagi pihak berwenang untuk menangkap beberapa penduduk kota Rabwah. Sejauh
ini Muhammad Yunus telah ditangkap dan semua orang yang dituntut dibawah FIR
ini menghadapi ancaman tiga tahun penjara.

*Komentar*
Komunitas Muslim Ahmadiyah telah menghadapi kebencian dan penganiayaan baik
secara institusi maupun pada tingkatan individu di Pakistan selama beberapa
dekade ini. Seluruh komunitas Ahmadi telah memikul beban penganiayaan ini
dengan tenang dan penuh martabat. Dikota Rabwah kampanye anti Ahmadiyah
diorganisir oleh organisasi2 semacam Khatme-Nabuwat di mana orang2 didorong
melakukan tindakan2 brutal untuk melukai atau bahkan membunuh warga
Ahmadiyah.

Pemerintah Pakistan tidak hanya telah menyatakan Muslim Ahmadi sebagai
non-Muslim namun bahkan telah bertindak lebih jauh dengan telah tidak
melindungi hak2 sipil dari warganegaranya yang Ahmadiyah.

Adalah sangat disayangkan, suatu pemerintahan yang secara aktif mendorong
rasa kebencian kepada warga Ahmadiyah dan secara teratur memerintahkan
perundang-undangan anti-ahmadiyah, seperti dalam hal ini, yang menghalangi
warga Muslim Ahmadi dari hidup secara damai. *diterjemahkan kasar oleh:Deden
Amijaya*


-- 
regard,


Mirza






www.mumcentre.co.id
www.whiteshirt.co.cc
kankerpayudara.wordpress.com
www.friendster.com/wsstudio

Kirim email ke